Hai Mahasiswa Tingkat Akhir, Lakukan Ini Supaya Cepat Dapat Kerja

Enaknya jadi mahasiswa tingkat akhir adalah punya waktu luang yang banyak. Jatah mata kuliah yang harus diambil sudah sedikit. Di organisasi pun sudah nggak terlalu aktif, karena udah serah terima jabatan ke junior. 

Karena waktu luang yang banyak, kamu jadi cenderung santai-santai. Kalau lagi nggak ngerjain skripsi, paling-paling nongkrong sama temen atau nonton drama Korea seharian, hehe. 

Gaes, don't throw throw time, jangan buang buang waktu. Hihihi. Manfaatkan waktu luangmu untuk mencari pekerjaan. Kalau berhasil, artinya kamu bakal dapat tawaran kerja sebelum lulus. Alhasil pascawisuda kamu nggak mengalami fase nganggur.

Nah, inilah 5 hal bermanfaat yang perlu kamu lakukan di tahun terakhir kuliah, supaya cepat dapat kerja.

1. Ambil Mata Kuliah yang Bisa Mendukung Karir Impianmu

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kamu bisa mengambil banyak mata kuliah pilihan untuk memenuhi kewajiban SKS. Beberapa mata kuliah pilihan sebenarnya bisa membantu kamu dalam mendukung karir-mu kelak. 

Misalnya nih, kamu pengen kerja di bagian CSR (corporate social responsibility) sebuah perusahaan. Kamu bisa mengambil mata kuliah pilihan yang berkaitan dengan CSR, sociopreneur, dan sejenisnya. Atau kalau kamu pengen bekerja di perusahaan Jepang, kamu bisa ambil mata kuliah pengantar Bahasa Jepang.

Hal ini juga berlaku untuk kamu yang punya impian karier yang agak beda dengan jurusan yang diambil. Setidaknya, kamu pernah ambil kelas yang masih nyerempet bidang yang ingin kamu tekuni. Pengalaman kuliah ini biasanya bakal jadi salah satu pertimbangan perusahaan saat kamu melamar.

2. Cari kesempatan magang

Mumpung banyak waktu, cobain deh kesempatan magang di perusahaan ataupun lembaga yang ingin kamu masuki setelah lulus. Dengan magang kamu bakalan lebih tahu dan siap menghadapi dunia kerja, yang ternyata emang beda banget sama kuliah.

Selain lebih menyiapkan diri untuk dunia kerja, magang juga memeperluas jaringanmu. Kalau kinerjamu sebagai anak magang oke, bukan nggak mungkin perusahaan akan merekrutmu sebagai karyawan, lho.

3. Sering-sering mengunjungi Career Center

Salah satu hal yang saya sesali dari masa tahun terakhir di kampus adalah tidak memanfaatkan fasilitas Career Center. Padahal di Career Center, kita bisa mendapatkan informasi dan bimbingan yang dibutuhkan untuk persiapan kerja.

Memangnya apa sih manfaat Career Center? Kamu bisa mendapat bimbingan menyusun cover letter, resume, CV yang bisa menarik HRD perusahaan hingga tips menghadapi interview.

Selain itu, konsultasi seputar pilihan karier juga bisa dilakukan lho, misalnya buat kamu yang galau antara S2 atau kerja dulu.

4. Menghadiri job fair

Mahasiswa tingkat akhir, apalagi yang sudah tinggal nunggu kelulusan, belum mantep rasanya kalau belum pernah ikutan job fair. Jangan cuma ke bazar makanan dan event online shops aja, sob!

Mungkin kamu berpikir, ngapain sih susah-susah ngantri di job fair, sekarang kan lamaran kerja via online juga banyak. Tapi nggak ada penting ikutan job fair, karena bisa jadi kamu langsung dapat tawaran wawancara kerja.

Lho kok bisa? Gini gaes, ada perusahaan yang hanya menerima lulusan dari kampus-kampus tertentu. Mereka tahu nih kalau kampusmu dikenal dengan reputasi mahasiswanya yang inisiatif dan siap kerja. Makanya mereka sengaj membuka lowongan pekerjaan hanya ketika job fair di kampusmu saja. Jadi, masih mau melewatkan job fair?

5. Manfaatkan akun LinkedIn

Punya banyak account social media tapi belum punya account LinkedIn? Yuk, segera bikin account LinkedIn. LinkedIn memang dirancang sebagai media sosial untuk professional. Di sini kamu bisa membuat profil-mu untuk dunia kerja.

Kamu bisa mencantumkan pengalaman organisasi, kepanitiaan, prestasi yang pernah diraih, portfolio, dan sertifikat hasil tes seperti TOEFL/IELTS. Nggak perlu mencantumkan selfie atau riwayat hidup mantan, ya.

Saat ini juga semakin banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan via LinkedIn. LinkedIn menawarkan kepraktisan untuk pihak HRD perusahaan yang harus mengecek profil pelamar satu persatu.

Segera persiapkan account LinkedIn kamu dengan sebaik mungkin. Jangan sampai minim info dan nggak update. Entrepreneur muda beken di Amerika Sophia Amoruso, sempat bilang kalau LinkedIn yang ngasal dan nggak di-update bisa bikin pihak pemberi kerja ilfil. 

(sumber gambar : disnaker.bandung.go.id, darfi.wordpress.com, mbandung.com, career.berkeley.edu)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 3 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1