Ikutan Job Fair: Apa Saja yang Perlu Kamu Lakukan

Saat kuliah, kamu akan familiar sama yang namanya kegiatan job fair, career expo, atau pameran bursa kerja. Jangan cuma setor muka, pastikan kamu dapat manfaat maksimal dengan hadir di job fair.

Job fair, career expo, atau pameran bursa kerja adalah suatu acara di mana berbagai perusahaan dan institusi berkumpul. Pameran tersebut diisi dengan berbagai lowongan pekerjaan. Ya iya lah ya, namanya juga job fair, kalau isinya buku namanya book fair, dong! ZZZZZ…..

Kenapa job fair ini penting buat mahasiswa dan fresh graduates? Karena umumnya job fair dilakukan untuk menjaring calon pekerja muda. And if you’re lucky, ada saja perusahaan yang mau mempekerjaan mahasiswa. Lagipula, selain info lowongan kerja, kamu bisa mendapatkan informasi magang atau freelance.

Cari info acara lengkap

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencari info acara job fair dengan selengkap-lengkapnya. Yaitu:

  • Siapa penyelenggaranya? Semakin besar dan profesional nama penyelenggara, semakin bergengsi acara tersebut. Trus, jika penyelenggaranya pihak kampus atau himpunan mahasiswa, maka akan lebih menguntungkan bagi kamu. Karena itu berarti perusahaan menargetkan mahasiswa atau orang yang baru lulus.
  • Perusahaan mana saja yang ikutan job fair tersebut? Kamu bisa tahu apakah ada perusahaan yang kamu minati atau perusahaan-perusahaan bonafid berpartisipasi di event bursa kerja tersebut.

Mengetahui perusahaan mana saja yang ada di job fair juga menguntungkan kamu, lho. Artinya, kamu bisa cari tau mengenai perusahaan incarab. Misalnya, lowongan posisi apa aja yang dibuka, kandidat seperti apa yang dicari perusahaan, syarat apa saja yang perlu disiapkan, hingga visi misi serta kegiatan perusahaan tersebut. Masa sih, kamu mau melamar kerja tapi blank soal perusahaannya?

  • Apakah ada perusahaan yang menyelenggarakan tes atau walk in interview (wawancara langsung) di acara tersebut? Ketahui detail kegiatannya, seperti pukul berapa registrasi dimulai atau malah harus mendaftar sebelum acara, serta kapan seleksi dilaksanakan,
  • Adakah acara lain, misalnya workshop, talkshow, atau seminar di sana? Jika ada, cek jadwal dan biayanya. Biasanya, acaranya bakal sangat bermanfaat.

Hal yang perlu disiapkan

Kalau kamu sudah melaksanakan hal-hal di atas, berarti kamu sudah job fair-ready, alias siap sedia mengikuti bursa kerja. Nah, biar makin mantap di job fair, perhatikan langkah selanjutnya.

1. Berbusana yang rapi.

Mungkin nggak ada aturan untuk berbusana formal di acara job fair. Tapi tetap pastikan penampilanmu pantas, namun tetap nyaman. Misalnya, pakai kemeja, celana/rok bahan, dan bisa juga dipadankan dengan blazer atau outerwear yang simpel dan nggak tebal (biasanya job fair rame, jadi gerah, sob!). Pastikan kamu pakai sepatu tertutup, tapi yang cewek nggak perlu lah yang berhak tinggi.

2. Siapkan curriculum vitae versi soft copy dan hard copy.

Jangan cuma bawa satu, gaes. Siapkan beberapa, sesuai jumlah perusahaan yang kamu incar. Lebih oke lagi kalau kamu membawa cover letter alias surat lamaran. Egimana bikin CV dan cover letter? Cek dulu di sini.

3. Siapkan juga fotokopi dokumen yang terkait.

Seperti KTP, Kartu Mahasiswa, Daftar Nilai Semester, ijazah, atau surat keterangan lulus (apabila kamu sudah dinyatakan lulus kuliah, tapi masih menunggu ijazah). Sertakan pula sertifikat dan surat-surat yang diperlukan, seperti nilai TOEFL/IELTS. Kalau surat cinta atau surat tagihan, cukup ditinggal di rumah aja, cyiiiin.

4. Alat tulis.

Kecil sih, tapi jangan disepelein. Kebayang nggak kalau ternyata ad tes on the spot saat job fair dan kamu gagal cuma gara-gara nggak bawa bolpen. Ngenes!  

5. Tas yang cukup untuk segala perintilan melamar kerja (baca: alat tulis dan map untuk taruh CV. Yup, pake map supaya CV hard copy nggak lecek).

Strategi saat job fair

Persiapan kamu untuk ke job fair udah mantap bingits, selanjutnya tinggal ikuti aturan main dan memasang strategi yang tepat. Yaelah, kayak lagi main Benteng Takeshi aja pake strategi. Jangan salah, kamu juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Ke tempat acara di awal waktu, jika memungkinkan. Supaya belum terlalu ramai, dan kamu bisa leluasa ke berbagai booth.

2. Jika memang kondisinya rame atau perusahaan yang ikut sangat banyak, prioritaskan perusahaan incaran dulu, baru hunting yang lain.

3. Harus cekatan dalam cari peluang dan info di venue job fair. Tapi jangan sampai kamu menyela antrean atau melakukan hal nyebelin lainnya. Selain nggak etis, siapa tahu aja gerak-gerik kamu kelihatan sama orang perusahaan incaran. Langsung minus deh, nilainya.

 4. Kalau kamu memang mendaftar workshop/seminar di acara tersebut, atau berencana ikutan tes langsung, perhatikan jadwalnya supaya nggak telat.

5. Jika ada sesuatu nggak terduga, misalnya ternyata ada interview atau tes mendadak, kamu harus siap. Jangan panik, apalagi nyerah duluan sebelum mencoba. Biar nggak grogi, sebelum ke job fair kamu perlu latihan wawancara. Misalnya dengan mencoba menjawab pertanyaan interview yang biasanya ditanyakan ke fresh graduate ini.

Selamat berburu kerja!

(sumber gambar: studentpreneur.co) 

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 3 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1