Tips Supaya Diterima dan Sukses Bekerja di Perusahaan Teknologi

Perusahaan Teknologi dan Informasi merupakan salah satu incaran anak muda. Sebab, perusahaan tersebut terus berkembang dan punya prospek cerah. Bahkan 5 perusahaan top dunia diduduki oleh usaha bidang teknologi semua! Tambahan lagi, gaji untuk pegawai pemula pun relatif tinggi. Alangkah beruntungnya jika kamu bisa bekerja di sana!

Maka, saat melamar kerja ke perusahaan teknologi, kamu harus mempersiapkannya dengan baik. Seandainya diterima, kamu juga mesti tahu hal-hal yang perlu dilakukan, supaya karier kamu lancar jaya. Simak aturan mainnya!

Don’ts!

Inilah hal-hal yang pantang kamu lakukan saat melamar kerja ke perusahaan teknologi.

* Typo. Persiapkan CV kamu dengan baik. Jangan ngasal atau terburu-buru sehingga banyak kesalahan dan typo. Menurut Ibu Monica Pribadi, Head of HR & GA Department di perusahaan teknologi multinasional PT Acer Indonesia, hal ini akan mempengaruhi penilaian, lho. Bahkan, CV dengan banyak kesalahan bisa bikin kamu tereliminasi di awal seleksi. Apalagi dengan banyaknya pelamar ke perusahaan teknologi.

* Tidak update CV. Selain akurat dan nggak typo, CV kamu juga mesti update. Jangan pakai CV dan surat lamaran zaman kamu magang, gaes! Apalagi, di situ tercantum kamu belum lulus, padahal sebenarnya sudah. Artinya. CV itu sudah “kadaluarsa” dan harus di-upgrade dengan info terbaru kamu. Oya, fotonya juga baru, ya. Jangan foto zaman kamu ulang tahun ke-17. Halah!

* Memaksakan berbahasa Inggris. Bukankah CV dan surat lamaran harus berbahasa Inggris? Menurut Ibu Monica, gunakan bahasa yang bikin kamu nyaman. Kalau memang nggak mahir bahasa Inggris, mendingan pakai bahasa Indonesia. Daripada dipaksakan, nanti pengertiannya jadi salah dan bahasanya nggak nyambung. “Don’t try to impress people, just be yourself,” Ibu Monica memberi tips.

* Kirim surat lamaran 10 lembar! Saking bersemangatnya, jadi panjaaaang banget surat lamaran dan curriculum vitae-nya. Itu CV atau bab 1 skripsi, sob?  Cukup highlight poin yang penting dan relevan dengan pekerjaan serta latar belakang pendidikan kamu.

* Terlambat saat wawancara. Lebih baik kamu yang menunggu.

* Datang interview tanpa persiapan. Persiapkan penampilan kamu, dan lebih penting lagi,  cari tahu tentang perusahaan dan posisi yang kamu inginkan. Kalau sudah siap dan punya pengetahuan yang cukup, kamu pun akan lebih percaya diri. Menurut Ibu Monica, dari gelagat dan gestur pelamar, sudah bisa kelihatan lho, mana yang siap dan mana yang nggak.

* Menutup diri sepanjang wawancara. Tujuan wawancara adalah untuk meyakinkan perusahaan bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk bekerja di perusahaan mereka. Gimana perusahaan mau mengenal kamu dan mengetahui kelebihanmu, jika kamu jawabnya cuma “Ya” dan “Nggak”?

Do!

Bila kamu diterima di perusahaan teknologi (Amiiiiin!), inilah hal-hal yang perlu kamu lakukan biar karier kamu berkembang dan sukses.

sundar pichai

Siapa tahu kamu adalah the next Sundar Pichai, karyawan Google yang kini menjadi CEO-nya.

* Dinamis, mudah beradaptasi dengan perubahan. Industri teknologi terus berkembang maju, perusahaan pun menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang ada.

Yup, mulai dari sistem bekerja, produk yang dihasilkan, strategi, hingga goal perusahaan, bisa berubah atau menyesuaikan diri dengan cepatnya perkembangan zaman. Nah, berbagai perubahan itu harus disikapi dengan positif dan penuh semangat, bukannya justru mengeluh atau kepengen status quo (kondisi statis, nggak ada perubahan). “Orang-orang yang bekerja di belakang layar (perusahaan teknologi) juga harus punya semangat untuk selalu melakukan perubahan,” jelas Ibu Monica.

* Inovatif. Punya banyak ide segar dan keinginan untuk terus maju dan belajar. Nggak cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Jadi, kamu selalu punya ruang untuk melakukan inovasi, menjadi lebih baik atau lebih efisien. Yup, inovasinya bisa berupa gagasan kreatif untuk pengembangan produk, mengaplikasikan teknologi terkini, hingga inovasi sistem dan gaya bekerja, supaya lebih baik serta makin produktif. 

* Proaktif. Begini kata Ibu Monica, “Acer mencari orang yang proaktif. Karyawan sekarang justru akan lebih dihargai kalau mereka bisa proaktif menawarkan bantuan atau ide. Ini artinya, mereka mau terus belajar dan peduli sama perusahaan.”

Kamu harus “mencari pekerjaan”. Cari tahu di mana kamu bisa membantu. Jangan sungkan ikut serta di berbagai proyek, bahkan mencoba jadi leader jika ada kesempatannya. Makanya, kamu harus peka dengan lingkungan kerja kamu. Setelah kewajiban kamu selesai, cek-ricek, apakah ada kolega yang perlu bantuanmu? Apakah ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan? Apakah ada kesempatan proyek yang dibuka? Misalnya nih, atasan atau supervisor biasanya menanyakan siapa yang mau kerjain proyek A, siapa yang mau memimpin tugas B, dan lainnya.Go for it!

* Tetap profesional. Oke, kamu masih muda, freshgrad, dan teman kerja bahkan atasan banyak yang masih (berjiwa) muda. Sistem kerja di perusahaan juga asik dan interaksinya kasual alias nggak formal-formal banget. Walau demikian, kamu harus tetap menjaga profesionalisme. Misalnya, dengan bekerja sesuai jadwal yang telah disepakati, bersikap serius saat meeting, dan nggak nge-geng di kantor.

* Jujur, sopan, dan rendah hati. Ini nih, tiga kualitas yang harus tetap kamu pegang, sehebat apapun kamu dan setinggi apapun posisi kamu nantinya.

* Kuasai bahasa Inggris. Tadi Ibu Monica sempat menyebutkan bahwa surat lamaran dan CV nggak harus berbahasa Inggris. Tapi untuk kamu yang merasa skill bahasa Inggrisnya masih kurang, sebaiknya ditingkatkan. Sebab, kemampuan ini akan mempermudah kerja kamu. Soalnya, banyak referensi dan istilah di bidang teknologi yang menggunakan bahasa Inggris. Belum lagi, jika kamu harus berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara.

Mudah-mudahan aturan main tadi memberikan kamu gambaran soal bekerja di perusahaan teknologi dan makin memantapkan persiapan kamu memasuki dunia kerja. Semoga berhasil, gaes!

(sumber gambar: uxdesign.co, androidheadlines.com, olemagazine.co.uk)

LATEST COMMENT
Nisa Nuraisyah | 7 menit yang lalu

Ada di univ mana? Saya cari itu adanya soshum

6 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik yang Bisa Kamu Ambil di Bidang Pendidikan
Yulika Aprianiii | 15 jam yang lalu

Saya jurusan IPS dari 5 hal di atas kemungkinan saya bisa masuk hi tapi masih takut gk bisa caranya agar lebih muda di terima di universitas gimna caranya

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Fatimah Ibtisam | 23 jam yang lalu

Bukan, Asesmen Nasional bukan untuk mengukur prestasi individu siswa, tetapi semacam penelitian untuk mengetahui capaian pendidikan di sekolah dan daerah. Yang ikutan hanya sebagian murid yang dipilih secara acak sebagai responden.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Fatimah Ibtisam | 23 jam yang lalu

Setahu kami, kelas 12 ujian sekolah (UAS) seperti biasa. Tidak ada Ujian Nasional.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1