10 Langkah Sukses Kuliah Jarak Jauh di Masa Pandemi

Baik maba maupun mahasiswa lama akan memasuki semester baru. Nah, rencananya sepanjang semester ganjil 2020/2021 kita akan full kuliah jarak jauh. Inilah yang bisa kamu lakukan supaya semangat dan peforma kuliah tetap terjaga. Tetap cumlaude, meski dari rumah. Wosah!

1. Ketahui dulu kenapa kebijakan kuliah dari rumah diambil. Kalau kamu paham, pasti akan lebih terpacu untuk melaksanakannya. Seperti yang kamu ketahui, Indonesia dan dunia sedang menghadapi pandemi covid-19 dan sayangnya angka orang yang tertular di Indonesia terus meningkat.

Kuliah di rumah adalah salah satu bentuk antisipasi makin meluasnya virus ini. Terutama, untuk keselamatan kamu para mahasiswa.

2. Terapkan konsep bahwa di bangku kuliah kamu harus lebih proaktif. Bagus banget jika kamu sudah aktif dan kritis sejak sekolah. Dalam konteks menuntut ilmu di bangku kuliah, kamu harus lebih proaktif. Dosen dan kampus adalah perantara kamu untuk mendapatkan ilmu. Kamulah pemegang kendalinya.

Dalam perkuliahan, dosen belum tentu akan mengingatkan kamu untuk mengumpulkan tugas, apalagi buat rajin belajar. Kalau malas-malasan, ya risikonya adalah nilai jelek, nggak lulus mata kuliah, IP jeblok, hingga ancaman DO.

3. Ketahui plus minus kuliah jarak jauh. Ya, kuliah jarak jauh punya banyak sisi plus dan minus, dan tantangan yang dihadapi bisa berbeda pada tiap kampus dan tiap mahasiswa.

Secara umum, dengan kuliah jarak jauh, kamu nggak perlu makan waktu dan tenaga untuk bolak-balik kampus. Bahkan, untuk perantau, saat ini kamu bisa belajar dari kampung halaman.

Sebaliknya, kegiatan belajar mengajar jadi terbatas. Nggak bisa bebas bertemu dan berdiskusi dengan dosen dan kawan, walaupun masih bisa secara online. Praktik dalam perkuliahan pun jadi minim. Distraksi dan godaan mager saat di rumah juga besar.

Dengan tau tantangan plus kemudahannya, kamu akan lebih bisa mengatur strategi yang paling pas untukmi.

4. Ambil SKS & matkul banyak VS sedikit? Jawabannya bisa berbeda antarmahasiswa. Dengan kuliah jarak jauh harusnya sih, kamu punya lebih banyak waktu sehingga bisa ambil mata kuliah yang lebih banyak ketimbang kondisi normal. Namun, mungkin perkuliahan berjalan nggak maksimal, dengan nggak adanya praktik dan lain sebagainya.

Jika memungkinkan pilih mata kuliah yang paling nggak butuh banyak interaksi dan praktik. Trus, nggak usah terlalu ekstrim, ambil jauh lebih banyak atau jauh lebih sedikit SKS ketimbang biasanya. Ini supaya nggak terlalu kaget. Kurangi atau lebihkan SKS sesuai kemampuan dan jadwalmu.

5. Buat jadwal dan to-do list harian. Ini krusial banget karena….godaan mager gedeee banget. Jangan sampai semua materi dan tugas perkuliahan  numpuk. Trus, kamu baru panik pas deadline.

6. Perhatikan silabus tiap mata kuliah. Di silabus tersebut ada informasi:

a. Target atau tujuan dari mata kuliah.

b. Materi yang akan dipelajari tiap pertemuan,

c. Jadwal ujian,

d. Komposisi penilaian,

e. Buku, ebook, dan jurnal yang menunjang perkuliahan.

Memahami silabus akan membantu banget dalam menyusun jadwal dan strategi belajar.

7. Jadilah selangkah di depan. Sebelum memulai perkuliahan, baca baca dulu apa yang akan dipelajari di hari itu. Skimming, alias membaca secara cepat untuk mendapatkan gambaran poin utama. Manfaatnya, kamu nggak kuliah dalam keadaan “blank” melainkan sudah tau garis besar yang akan dipelajari. Hal ini membuat kamu lebih cepat memahami dan lebih tahu apa yang mesti ditanyakan/dilakukan saat kuliah berlangsung.

Membaca terlebih dahulu pelajaran yan akan diberikan di kelas merupakan salah satu trik yang dilakukan mahasiswa berprestasi. Selain itu, kebiasaan “selangkah di depan” ini juga bagus lho, diterapkan dalam dunia kerja.  

 8. Batasi kegiatan. Saat di rumah, akan ada banyak serial untuk diikuti, banyak game seru menanti, dan banyak juga kursus online yang bermanfaat. Kamu nggak bisa melakukan semua sambil kuliah. Mesti selektif memilah kegiatan dan membatasi diri. Jangan sampai kamu kecapekan gara gara maraton serial, main game, atau TikTokan sampai pagi. Akhirnya kuliah pun jadi nggak konsen.

9. Jaga makan dan gerakan. Intinya sih, jaga kesehatan, karena itu berkaitan erat dengan performa perkuliahanmu.

Yang paling berasa saat harus di rumah aja adalah pola makan, istirahat, dan olahraga. Biasanya sih, jadi kebanyakan nyemil, males gerak, dan sering begadang. So, perbaiki itu semua supaya tubuh makin fit, dan pikiran lebih fresh.

10. Hadapi kejenuhan. Karena sepanjang semester full belajar dari rumah, ada kemungkinan kamu akan mengalami masa-masa jenuh. Saat itu terjadi, kamu nggak bisa begitu aja berhenti dari rutinitas perkuliahan. Yang bisa dilakukan antara lain, mengurangi kesibukan. Mungkin, untuk sementara bisa lebih santai belajarnya. Beri waktu ekstra buat me time, istirahat, dan ganti suasana belajar. Trus, balik lagi gaspol kuliahnya.

(Sumber gambar: bongkarn thanyakij from Pexels)

 

   

LATEST COMMENT
Jesica Shelcillya | 22 menit yang lalu

Setahu aku kedokteran cuma boleh diisi sama anak SMA IPA dan MA IPA. Cmiiw

Tes Potensi Skolastik UTBK 2020: Tanpa Ujian Saintek, Soshum, dan Campuran, Apakah anak IPS bisa masuk Kedokteran?
Riani Hiba Azzahra | 1 jam yang lalu

Kak, berarti yang dibuat untuk kelulusan nilai jumlah dari tahun terakhir di sekolah?

Bedah Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Asesmen Nasional 2021
Fatimah Ibtisam | 16 jam yang lalu

Menyesuaikan diri dengan pembelajaran di perguruan tinggi memang menantang. Ditambah lagi situasi pandemi, di mana proses belajar mengajar menjadi terhambat, seperti yang kamu alami. Tapi percaya deh, selain ilmu dan kemampuan teknis, di bangku kuliah soft skill kamu juga diasah, termasuk bagaimana…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Fatimah Ibtisam | 16 jam yang lalu

Hai SIska. Yang kamu hadapi saat ini memang tidak mudah, apalagi dengan kuliah jarak jauh. Menurut saya, ada dua hal yang bisa kamu lakukan. Pertama, cari prodi yang kamu minati dan sesuai dengan kemampuanmu. Kamu bisa mendaftar untuk tahun depan. Kedua, jangan menyerah dulu dengah perkuliahan saat…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Fatimah Ibtisam | 16 jam yang lalu

Hai Dini. Asesmen Nasional sama sekali bukan untuk kelulusan, bahkan bukan menjadi penilaian individu/siswa. Seperti tahun sebelumnya, kelulusan ditentukan oleh sekolah berdasarkan performa di tahun terakhir sekolah.

Bedah Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Asesmen Nasional 2021
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1