Hal-Hal yang Bikin Kamu Nggak Lulus Mata Kuliah. Ternyata Bukan Cuma Masalah Nilai!

Lulus SMA dan lolos masuk perguruan tinggi bukan akhir dari perjuangan, gaes. Justru perjuanganmu di tiap mata kuliah baru dimulai. Walau yang utama bukan nilai—melainkan ilmu—tapi kamu nggak bisa cuek dengan performa kamu. Salah-salah malah nggak lulus mata kuliah, harus mengulang, menunda kelulusan kuliah, bahkan bikin kamu terancam DO gegara nilai IPK nggak memadai. Widih!

Satu lagi, nggak lulus matkul memupuskan harapan kamu untuk lulus cum laude. Sebab, umumnya, syarat untuk cum laude adalah nggak pernah mengulang mata kuliah.  

Baca deh syarat supaya bisa lulus cum laude di sini.

Ada berbagai alasan kenapa mahasiswa bisa nggak lulus matkul. Sebagai calon lulusan kece dan cum laude, kamu harus menghindari penyebab kegagalan.

1. Nilai nggak cukup. Kamu perlu tahu, berapa standar nilai lulus di kelas tersebut, karena bisa berbeda dengan di kelas/jurusan lain. Sebagai gambaran, untuk jenjang D-3 dan S-1, patokan nilai minimal untuk lulus umumnya adalah C (poin 60-64). Apabila nilai rata-rata C- atau 59 ke bawah, maka kamu nggak lulus.

Selengkapnya soal nilai, kamu bisa cek artikel Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi.

Soal nilai udah jelas banget lah, ya. Jika nggak mencukupi, berarti BYE! Tapi ada lho, hal lain yang bikin kamu nggak lulus, walau nilaimu mentereng. Baca poin-poin berikut ini!

2. Incomplete. Ada komponen penilaian penting yang nggak kamu miliki. Misalnya, kamu nggak mengumpulkan proyek/tugas. Atau nggak ikutan presentasi final. Makanya, jangan pernah menganggap remeh tugas yang diberikan. Mau nilai UTS dan UAS kamu oke banget, jatohnya bakalan dianggap incomplete.

Kadang, kalau dosen bermurah hati kamu bisa menyusul kumpulin tugas, dan kemudian nilai Incomplete berubah. Tapi bisa juga yang incomplete dinyatakan nggak lulus.

3. Absen. Ini nih, yang super mengenaskan. Nilai udah oke banget, tapi ternyata ketidakhadiran di kelas melebihi batas. Biasanya sih, si mahasiswa nggak bisa ikutan UAS atau dinyatakan nggak lulus. Makanya, pastikan absensi kamu. Jangan sampai kebablasan.

4. Nggak masuk ketika UAS atau UTS. Biasanya nggak ada ujian susulan, jadi jangan anggap remeh urusan kayak begini. Jaga kesehatan, gaes! Ada seorang teman yang nggak lulus gegara dirawat di rumah sakit.

Memangnya nggak ada pengecualian?

Eits, bisa jadi ada dosen yang memang nggak memberikan toleransi, apapun alasannya. Ada juga yang masih memberikan kesempatan. Tapi kalau sakitnya dalam jangka waktu yang lama, biasanya agak susah buat ikutan susulan.

So, menjaga kesehatan penting buat performa akademik kamu.

5. Urusan administratif. Ini kesannya sepele, ya, seperti lupa bayar ini-inu (ada beberapa kampus yang memberlakukan kebijakan biaya ujian, dan lainnya) atau telat mengurus dokumen. Yang paling suka kecolongan adalah kamu nggak terdaftar di kelas tersebut. Trus, karena lupa diurus, akhirnya usaha kamu selama di kelas pun sia-sia. Kusedih!

6. Berbuat curang. Ketika dulu kuliah, beberapa dosen dengan tegas bilang bahwa kalau ada mahasiswa yang ketahuan mencontek/curang ketika UTS dan UAS maka akan langsung dinyatakan NGGAK LULUS. Ini termasuk pakai “joki” saat ujian. Nggak ada berani yang mencoba sih, lantaran taruhannya berat, sob!

7. Plagiarisme. Plagiat juga merupakan dosa besar di dunia akademik. Kalau ketahuan membuat tugas/makalah hasil jiplakan maka mahasiswa terancam nggak lulus.

8. Kesalahan fatal lainnya. Misalnya, pakai drugs di kelas (Doh!), sabotase pekerjaan rekan sekelas, nggak jujur dan berbohong di kelas. Seperti ada kejadian mahasiswa yang mengaku kertas ujiannya hilang/jatuh, padahal itu hanya akal-akalan dia doang.

9. Memanipulasi nilai. Misalnya, mencoba menyogok dosen/asdos, mengutakak-atik sistem nilai, dan perbuatan curang lainnya.

10. Tidak memenuhi syarat untuk mengambil kelas tersebut. Kuliah lancar, nggak ada pelanggaran soal absen dan lainnya, dan nilai pun oke. Tapiiii… ternyata kamu nggak memenuhi syarat mengambil matkul tersebut. Bisa karena belum mengambil matkul wajib atau malah jurusan kamu nggak nyambung dengan matkulnya. Akhirnya, kamu pun nggak bisa lulus. Hiks.

So, please, please stay away from those things. Pastikan juga kamu paham aturan kampus dan ketentuan di kelas, supaya terhindar dari hal-hal sedemikian.

(sumber gambar: jeunetudiant.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Faris Nadhir | 2 jam yang lalu

Semoga cita²ku menjadi pilot terkabula yaa Allah amin

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pilot? Begini Tahapan Lengkapnya!
Zidna Ilmalana | 13 hari yang lalu

Emng knp llsn psntrn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Fatimah Ibtisam | 21 hari yang lalu

Hai Ilham, lmu Matematika juga dipakai dalam prodi Psikologi, khususnya yang berkaitan dengan statistika. Prodi Psikologi banyak melakukan riset, yang di antaranya menggunakan perhitungan statistik.

7 Mata Kuliah Paling Menantang di Program Studi Psikologi
Fatimah Ibtisam | 21 hari yang lalu

Hai Ronny, kamu bisa mendaftar FSRD ITB apabila kamu mengambil program IPA atau IPS.

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
andi regina wulan lestary nadim | 24 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig : @reg.wulll_ bayar seikhlas nya, minat? DM

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1