Apa Syarat Cum Laude dan Gimana Cara Menjadi Mahasiswa Cum Laude?

Gue pengen lulus cum laude!

Biasanya, lulus cum laude adalah cita-cita mulia mahasiswa baru (baca: mahasiswa yang masih ambisius). Namun semakin lama, hasrat menggapai cum laude pun mulai kendor, shay!

Walaupun nilai bukanlah tujuan utama kuliah (tujuan utamanya mendapat ilmu, sob), tapi nggak ada salahnya kamu mengejar prestasi akademis. Mantranya adalah, “YES, I CAN!”

Sebelum saya sharing tips-trik mencapai cum laude, saya mau sharing dulu tentang persyaratannya. Umumnya, kriteria untuk menjadi peraih cum laude di tingkat Diploma dan Sarjana adalah:

1. Indeks Prestasi Komulatif di atas 3.50, jadi minimal 3.51 (standar IPK 4.00).

2. Nggak ada mata kuliah yang ngulang. Jadi walau misalnya IPK kamu 3.91, kamu tetap nggak bisa cum laude kalau kamu pernah nggak lulus dan mengulang mata kuliah.

Gimana kalau pernah "cuci nilai"? Untuk lebih pastinya, sebaiknya kamu tanyakan ke pembimbing akademik atau pihak kampus kamu. Karena secara teknis, "mencuci nilai" itu termasuk mengulang kelas.

3. Lulus tepat waktu, atau lebih cepat. Biasanya, program Diploma harus ditempuh selama 3 tahun (6 semester) sementara program Sarjana harus ditempuh selama 4 tahun (8 semester).

So, how to be a cum lauder?

1. Tentunya, kamu harus memenuhi syarat cum laude. Pastikan kamu lulus semua mata kuliah, pantau nilaimu supaya memenuhi target, dan jangan sampai kuliahnya molor.

2. Di kelas, selain belajar sungguh-sungguh dan berusaha menguasai ilmu dan skill yang diberikan, ketahui juga syarat penilaian.

Misalnya, siapa tahu persentase nilai mata kuliah tertentu dipengaruhi oleh kehadiran penuh (tanpa absen), nilai kuis, dan pengumpulan tugas.

Bisa aja, lho, nilai UTS dan UAS kamu mentereng, tapi nilai IP kamu cuma “B” lantaran kamu sering absen dan nggak ikutan kuis  di kelas. Buat yang belum tahu, kuis adalah tes kecil. Biasanya dosen memberikan kuis sewaktu-waktu, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

3. Aktif di kelas. Bertanya, diskusi, dan menjawab pertanyaan di kelas, bisa memberikan kamu poin plus, lho. Jangan shy-shy cat alias malu malu kucing! Tapi jangan juga asal bunyi juga, yes?!

aktif di kelas angkat tangan

 4. Nongkrong di kantin. WHAT?! Iya. Nongkrong di kantin bukan hanya buat cemal-cemil dan haha-hihi, lho. Di kantin, kamu bisa mengakrabkan diri dengan teman-teman dan para senior, bahkan alumni.

Nah, obrolan ringan sama mereka bisa membuka wawasan kamu. Misalnya, kalau kamu ngobrol sama mereka tentang subjek atau skill perkuliahan. Asiknya, kadang mereka berbagi pengalaman dan ngasih tips tokcer untuk menguasai materi kuliah. Senior dan alumni juga suka memberikan rekomendasi buku/bahan kuliah yang keren, bahkan meminjamkannya. Hore, penghematan!

5. Upgrade wawasan dan update perkembangan berita. FYI, dosen akan ngasih nilai lebih untuk mahasiswa yang bisa mengembangkan pelajaran yang dia dapat di kelas dengan pengetahuan umum, kemajuan zaman, serta perkembangan berita. Jangan puas dengan menguasai text book dan teori semata, bos!

Coba cari contoh dari teori yang kamu baca, dan kaitkan dengan current issue. Kalau kamu mempraktekkan hal ini di ujian dan esai, biasanya kamu akan mendapat nilai lebih.

6. Kejar poin ekstra. Kadang dosen suka memberi tugas atau proyek yang hukumnya "sunnah". Maksudnya, tugas ini nggak wajib, tapi kalau dilakukan dan hasilnya baik, kamu akan mendapatkan poin ekstra. Take that chance. Selain peluang buat mendapatkan bonus nilai, juga kesempatan buat menggali ilmu.

7. Jangan hanya fokus di pelajaran yang sulit atau memiliki SKS besar. Soalnya, kamu harus memastikan bahwa semua mata kuliah kamu kuasai dan nilainya baik. 

Baca juga:

(sumber gambar: www.keepcalmandposters.com, williamsalternative.com )

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Faris Nadhir | 4 hari yang lalu

Semoga cita²ku menjadi pilot terkabula yaa Allah amin

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Pilot? Begini Tahapan Lengkapnya!
Zidna Ilmalana | 16 hari yang lalu

Emng knp llsn psntrn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Fatimah Ibtisam | 24 hari yang lalu

Hai Ilham, lmu Matematika juga dipakai dalam prodi Psikologi, khususnya yang berkaitan dengan statistika. Prodi Psikologi banyak melakukan riset, yang di antaranya menggunakan perhitungan statistik.

7 Mata Kuliah Paling Menantang di Program Studi Psikologi
Fatimah Ibtisam | 24 hari yang lalu

Hai Ronny, kamu bisa mendaftar FSRD ITB apabila kamu mengambil program IPA atau IPS.

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
andi regina wulan lestary nadim | 28 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig : @reg.wulll_ bayar seikhlas nya, minat? DM

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1