7 Tips Jitu untuk Meningkatkan IPK

Setiap mahasiswa pasti menginginkan nilai IP yang tinggi di setiap semesternya. Kalau nilai IP setiap semestermu tinggi, hal tersebut pasti berpangaruh sangat besar kepada nilai IPK-mu nantinya. Kalau kamu lulus dengan nilai IPK yang tinggi, pastinya kamu telah memiliki satu modal yang bisa membantumu ketika kamu mencari pekerjaan.

Namun, untuk beberapa mahasiswa, realitas biasanya suka  nggak sesuai dengan harapan. Harapannya, sih, kamu ingin mendapatkan nilai IPK yang tinggi, tetapi, kenyataannya karena semua kesibukan yang kamu jalani, akhirnya kamu memiliki IPK yang kurang memuaskan bagimu. Well, ketika IPK-mu nggak terlalu memuaskan, bukan berarti kamu nggak bisa memperbaikinya. Perlu, kamu ketahui, gaes, pada dunia kuliah, meskipun IPK-mu kecil, kamu masih bisa memperbaikinya, kok, asalkan kamu memiliki keinginan dan waktu yang cukup untuk memperbaiki IPK-mu.

Kalau IPK kecil dapat ditingkatkan atau diperbaiki, lalu, hal apa yang harus dilakukan, ya? Penasaran dengan bagaimana caranya meningkatkan IPK? Nggak usah bingung-bingung lagi, gaes! Berikut tips-tips yang bisa kamu ikuti untuk meningkatkan IPK!

1. Terorganisir

terorganisir

Kalau kamu ingin memperbaiki IPK atau ingin meningkatkan IPK-mu, maka, kamu pun harus terorganisir. Maksud terorganisasi disini ialah rapi dalam menyusun hal-hal yang berhubungan dengan mata kuliahmu. Kamu bisa investasikan uang jajanmu ke dalam bentuk peralatan tulis, seperri spidol warna-warni, planner, binder, map transparan, stabilo dan peralatan tulis menulis lainnya.

Dengan kamu memiliki peralatan tulis yang memadai, kamu bisa membuat segala sesuatunya terorganisir. Misalnya, nih, pada planner yang telah kamu beli, kamu bisa mencatat semua aktivitas yang akan kamu lakukan selama seminggu ke depan. Jangan lupa catat dengan spidol warna-warna dan juga sticky notes lucu ya, gaes, supaya kamu gampang mengingat dan nggak bosan saat melihat planner-mu.

Selain itu, kamu juga harus banget, nih mencatat apapun yang kamu pelajari dalam bindrermu. Dengan mencatat semuanya dalam binder, pasti, semuanya akan terorganisir dan akan lebih mudah untuk ditemukan. Kalau dosen-dosenmu sering memberikan kertas handout, kamu bisa menaruhnya dengan rapi di dalam map. Yuk, belajar untuk lebih rapi dan terorganisir.

2. Duduk di bangku paling depan

Nah, kalau kamu mau memperbaiki nilaimu atau ingin meningkatkan IPK-mu, kamu bisa, kok, gaes memulai dari duduk di bangku yang paling depan terlebih dahulu. Jangan salah, gaes, posisi duduk dari seseorang dapat mempengaruhi prestasinya, lho. Menurut penelitian Muh. Mansyur,  yang dilansir oleh Tirto,  terhadap 60 mahasiswa semester III Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Untad menyebutkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan terhadap nilai-nilai mahasiswa yang duduk di posisi depan dan posisi belakang.

Menurut penelitian tersebut,  rata-rata skor hasil belajar Statistik Pendidikan mahasiswa yang duduk di posisi depan secara signifikan lebih tinggi sebesar 26,467, sedangkan yang duduk di posisi belakang hanya sebesar 22,500 saja. Hal itu membuktikan bahwa hasil belajar Statistik Pendidikan mahasiswa yang duduk di posisi depan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa yang duduk di posisi belakang.

Nah, dari penelitian yang telah dilakukan di atas, kamu harus banget, nih, duduk di bangku paling depan saat mata kuliah. Bukan untuk cari muka ke dosen, gaes, tetapi, duduk di bangku paling depan di kampus dapat membantumu lebih berkonsentrasi saat belajar. Jadi, jangan tunggu untuk dipaksa dulu, ya!

3. Aktif berpartisipasi dalam kelas

Selain duduk di bangku terdepan, kamu juga harus aktif, nih, gaes dalam suatu mata pelajaran. Aktif dalam pembelajaran bisa berupa kamu sering menanyakan suatu pertanyaan atau menjawab pertsnyaan yang dilemparkan oleh dosenmu. Mau bagaimana pun, aktif dalam kelas merupakan suatu hal yang menjadi parameter dosen untuk menilaimu, lho.

Eits... Aktif di dalam kelas ini nggak hanya drngan kamu sembarang bertanya atau menjawab suatu pertanyaan, ya, gaes. Pastikan pertanyaanmu relevan dengan topik yang sedang dibicaran dan pastikan juga kalo pertanyaan tersebut sudah terjawab sebelumnya. Selain itu, kamu juga harus memiliki jawaban yang baik ya atas semua pertanyaan yang ditujukan. Jawaban yang baik itu seperti apa, sih? Jawaban yang baik adalah jawaban yang berlandaskan ilmu prngetahuan yang benar dan bukannya asbun alias asal bunyi, ya, gaes!

4. Memiliki inisiatif yang tinggi

Nah, inisiatif tinggi pun bisa menjadu salah satu faktor yang dapat meningkatkan nilaimu, lho. Inisiatif disini bisa berupa apa saja, misalnya seperti membantu dosen membagikan materi pelajaran yang sudah di print, membantu dosen menulidkan materi yang dijelaskan di papan tulis dan sebagainya. Lebih keren lagi kalau kamu berinisiatif untuk menjadi presenter pertana dalam suatu kelas. Biasanya, sebelum dosen menunjuk orang lain untuk menjadi presenter, dosen akan memberikan kesempatan kepada mereka yang mau menjadi sukarelawan. Nah, pada saat inilah inisiatifmu dipandang oleh dosenmu.

Tetapi, jangan asal inisiatif saja, ya, gaes. Kalau kamu menjadi suatu presenter dalam suatu materi, kamu harus membuat materi presentasinya dengan baik. Selain kamu membuatnya dengan baik, kamu juga harus memahaminya agar ketika kamu ditanya, kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut. Jangan lupa untuk melatih dirimu agar kamu bisa memaparkan materi yang sudah kamu siapkan sebelumnya.

5. Mengulang kelas jika diperlukan

mengulang kelas

Nah, biasanya hal ini lebih relate kepada kamu yang sudah berada di semester atas. Kalau kamu merasa bahwa nilaimu kurang memuaskan atau malah kamu memiliki nilai C pada beberapa pelajaran, kamu boleh banget, nih, gaes, untuk mengulang kelas. Akan tetapi, perlu kamu ingat, mengulang kelas ini nggak hanya dilakukan sekali dua kali, namun, kamu harus mengulangnya selama setengah tahun. Belum lagi kalau ternyata mata kuliah tersebut akan ada di semester berikutnya. Maka dari itu, gaes, ketika kamu ingin mengulang suatu mata kuliah, coba perhatikan terlebih dahulu, ya, apakah kamu wajib banget mengulang mata kuliah tersebut?

Di setiap universitas dan jurusan, memiliki kebijakan yang berbeda-beda, nih, gaes terkait dari pengulangan mata kuliah ini. Di beberapa universitas dan jurusan, pengulangan mata kuliah bisa dilakukan di semester depan dan bisa saja kamu mendapatkan nilai A. Namun, ada juga, nih, gaes, beberapa universitas dan jurusan yang bisa membuka semester pendek alias kuliah saat hari libur dan bisa saja kamu langsung mendapatkan nilai A setelah melakukan pengulangan mata kuliah.

6. Cari cara belajar yang cocok

Setiap orang pastinya memiliki cara belajarnya masing-masing. Ada yang suka belajar di malam hari, ada yang suka belajarnya di pagi hari, ada yang suka belajar saat mendekati deadline ujian, ada yang suka belajar di tempat yang sepi, ada yang suka belajar di tempat yang ramai dan sebagainya.

Nah, cara belajar ini sangat mempengaruhi IPK-mu, lho. Kalau kamu sampai salah menggunakan cara belajar, yang ada kamu hanya membuang-buang waktu tanpa menyerap ilmu dari apa yang kamu pelajari. Lalu, cara belajar yang seperti apa, ya, yang cocok untuk diri kamu? Well, penasaran? Cek dulu, yuk, cara belajar yang cocok untuk dirimu di Rencanamu! Hehe.

7. Jangan telat masuk kelas dan gunakan pakaian rapi

berpakaian rapi

Hal seperti ini pada bangku sekolah pastinya nggak akan mempengaruhi nilaimu. Tetapi, percaya atau nggak, telat masuk kelas atau nggak menggunakan pakaian rapi dapat mempengaruhi IPK-mu, lho. Kok, bisa? Bisa dong, gaes, biasanya para dosen menilaimu nggak hanya dari nilai kuis, tugas-tugas dan nilai ujian saja, melainkan, dosenmu pun menilai dari ketepatan waktu masuk kelas dan juga pakaianmu.

Dulu, ketika saya berkuliah, saya punya teman yang nggak menggunakan pakaian yang rapi. Nah, karena pakaiannya itu, teman saya nggak diperkenankan untuk mengikuti ujian pada hari itu sebelum ia mengganti pakaiannya. Akhirnya, teman saya pun harus mengikuti ujian di kelas lain karena ia harus pulang terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya. 

Nah, maka dari itu, gaes, daripada kamu mendapatkan pengalaman yang serupa seperti teman saya, ada baiknya deh kalau kamu terus menggunakan pakaian yang rapi ketika di kampus terutama ketika kamu sedang ada kelas. Kan, nggak lucu juga, ya, dipulangkan saat ujian hanya karena pakaian yang nggak rapi, hehe.

***

Wah, ternyata kalau kita mau memperbaiki IPK, banyak juga, ya, cara-cara yang bisa dilakukan! Well, tips-tips yang sudah disebutkan di atas, nggak hanya untuk memperbaiki saja, lho. Buat kamu yang masih berada di semester-semester bawah, kamu bisa menggunakan tips-tips di atas agar kamu bisa mendapatkan IP yang tinggi di setiap semesternya. Kalau kamu mendapatkan IP yang tinggi, otomatis, kamu pun akan mendapatkan IPK yang tinggi. Nah, maka dari itu, yuk, ikuti ketujuh tips di atas untuk nilai IPK yang cemerlang! Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: parenttoolkit.com, studybreaks.com, chegg.com)

LATEST COMMENT
Yulika Aprianiii | 9 jam yang lalu

Saya jurusan IPS dari 5 hal di atas kemungkinan saya bisa masuk hi tapi masih takut gk bisa caranya agar lebih muda di terima di universitas gimna caranya

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Fatimah Ibtisam | 17 jam yang lalu

Bukan, Asesmen Nasional bukan untuk mengukur prestasi individu siswa, tetapi semacam penelitian untuk mengetahui capaian pendidikan di sekolah dan daerah. Yang ikutan hanya sebagian murid yang dipilih secara acak sebagai responden.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Fatimah Ibtisam | 17 jam yang lalu

Setahu kami, kelas 12 ujian sekolah (UAS) seperti biasa. Tidak ada Ujian Nasional.

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Lysta Ayu Pratama | 19 jam yang lalu

Aku barusan lihat yt katanya kls 12 ngga ada UN sama AKM, tapi tetap ada Ujian Sekolah

Info Lengkap Asesmen Nasional 2021, Bukan Sekadar Pengganti UN
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1