Kalau Kamu Suka Akuntansi dan Matematika, Coba Lirik Jurusan Kuliah Aktuaria. Prospek Kerjanya Wow!

Jurusan Aktuaria itu apa, sih?

Sederhananya, Aktuaria sering disebut sebagai ilmu “Matematika Asuransi”.

Kenapa? Pertama, karena memang hampir seluruh mata kuliah jurusan Aktuaria berkaitan dengan hitung-hitungan (matematika).

Kedua, karena intinya, aktuaria adalah ilmu tentang asuransi, alias pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang.

Mahasiswa Aktuaria akan mendapatkan mata kuliah-mata kuliah yang merupakan kombinasi antara ilmu tentang peluang, matematika, statistika, keuangan, dan pemrograman komputer.

Tujuan akhirnya adalah agar mereka bisa menjadi ahli madya asuransi yang punya keahlian praktis dalam bidang  administrasi asuransi dan aktuaria, serta keahlian dalam profesi perencanaan keuangan personal.

Lulusan jurusan ini jadi apa?

Tentunya, yang paling jelas adalah menjadi aktuaris.

Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual. Mereka ahli dalam membuat perkiraan risiko dalam industri asuransi dan keuangan.

Nah, karena seorang aktuaris banyak mendalami risiko keuangan, sudah kebayang, dong, mereka umumnya bekerja di industri apa? Yap, industri asuransi dan bidang keuangan, untuk menggarap produk-produk asuransi, seperti asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Nggak hanya di situ, lho. Aktuaris juga banyak direkrut untuk bekerja sebagai konsultan dan pengelola tunjangan karyawan di perusahaan-perusahaan. Pasti kamu tahu, setiap perusahaan harus memberikan tunjangan kepada karyawannya, seperti tunjangan hari raya (THR), tunjangan anak, tunjangan pendidikan, kesehatan, pensiun, pesangon dan sebagainya. Nah, hal-hal seperti ini diurus oleh aktuaris.

Potensi kariernya bagaimana?

Walaupun jurusan (dan profesi) di bidang Aktuaria kayaknya asing bagi kamu, profesi aktuaris sebenarnya tergolong sangat dibutuhkan, dan bergaji oke, lho

Dan yang membuat profesi ini penting adalah karena Indonesia sangat, sangat krisis Aktuaria.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, dikutip dari Sindonews, per 2015, dengan kondisi jumlah perusahaan asuransi jiwa sebanyak 40 perusahaan dan 90 perusahaan asuransi umum, setidaknya Indonesia butuh 500-700 aktuaris. Tapi per tahun 2015, , jumlahnya baru 380 orang.

Asal tahu aja, pemerintah Indonesia sekarang mewajibkan setiap perusahaan asuransi mempunyai minimal satu orang aktuaris, sementara perusahaan asuransi kadang memerlukan puluhan aktuaris. FYI, sekarang ini kurang lebih ada 90 perusahaan asuransi di Indonesia, lho.

Akibatnya? Banyak aktuaris fresh graduate diperebutkan.

Intinya, potensi lahan kerja di bidang aktuaria tinggi banget!

Kalau kamu memang kira-kira suka dengan bidang ilmu aktuaria—khususnya matematika, ekonomi, dan statistika—kesempatan ini patut kamu ambil, karena jumlah aktuaris di Indonesia masih sangat sedikit.

Kalau kebutuhan aktuaris ini nggak terpenuhi, mungkin banyak perusahaan asuransi yang akan mendatangkan aktuaris dari luar negeri. Apalagi dengan MEA, Indonesia jadi lebih gampang mendatangkan tenaga asing. Ironis ‘kan?

Sertifikasi apa yang harus diambil untuk menjadi seorang aktuaris?

Walaupun kamu adalah Sarjana Aktuaria, kamu baru akan resmi jadi aktuaris kalau sudah lulus mengikuti serangkaian tes yang diselengarakan oleh PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia), dan mendapat gelar Fellow Society of Actuaries of Indonesia (FSAI).

PAI sendiri menggelar ujian dua kali setahun. Selengkapnya, bisa dilihat situsnya di http://www.aktuaris.org/

Ada 10 mata ujian untuk mencapai sertifikasi ini. Untuk menjadi aktuaris, kamu harus lulus 10 mata ujian tersebut. Sementara untuk menjadi ajun (associate) aktuaris, harus lulus 7 mata ujian.

Mata ujian tersebut adalah:

1.    A10 - Matematika Keuangan
2.    A20 - Probabilita dan Statistika
3.    A30 - Ekonomi
4.    A40 - Akuntansi
5.    A50 - Metoda Statistika
6.    A60 - Matematika Aktuaria
7.    A70 - Pemodelan dan Teori Risiko
8.    F10 - Investasi dan Manajemen Aset
9.    F20 - Manajemen Aktuaria
10.    F31-34 - Aspek Aktuaria Dalam

Masalahnya, rata-rata waktu yang diperlukan seseorang untuk menyelesaikan 10 mata ujian PAI ini sekitar 7-8 tahun. Lama banget! Memang, untuk menjadi seorang Aktuaris, prosesnya lama dan nggak bisa dikartbitkan. Nggak heran kalau Aktuaris di Indonesia masih sedikit sekali.

Sebagai solusinya, PAI menggandeng lima PTN—yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB)—untuk membuka program 2-5 mata ujian dari 10 mata ujian tersebut.

Jadi, selama kamu kuliah, kamu bisa mengambil 2-5 mata ujian tersebut. Kemudian, sisa mata ujian yang lain bisa ditempuh sambil kamu bekerja, setelah lulus nanti. Lumayan ‘kan, bisa menghemat waktu kalau ujung-ujungnya kamu mau menjadi Aktuaris?

Bagaimana tangga karier dan gaji profesi aktuaris?

Awalnya, ketika baru memulai bekerja di bidang aktuaria, kamu akan bekerja sebagai Actuarial Analyst.

Setelah lulus 5 mata ujian sertifikasi, kamu akan naik ke posisi ajun (associate) aktuaris.

Setelah lulus 10 mata ujian sertifikasi dan mendapat gelar FSAI (Fellow Societies Actuary Indonesia), posisi kamu akan naik ke Appointed Actuary dengan gaji puluhan juta.

Chief Actuary bisa memperoleh gaji setingkat Direktur Utama sebuah perusahaan besar, lho. Trus, nggak tertutup kemungkinan mereka akhirnya bisa menduduki posisi Chief Financial Officer (CFO) alias Direktur Keuangan.

Universitas mana saja yang punya jurusan Aktuaria?

Saking gentingnya kebutuhan Aktuaris di Indonesia, tahun ini Kementerian Riset dan Teknologi memberikan mandat kepada lima perguruan tinggi untuk menambah program studi Aktuaria. Perguruan tinggi tersebut adalah UI, ITB, UGM, dan UTS.

Kalau untuk sekarang ini, dua PTN yang mempunyai jurusan Aktuaria adalah:

Vokasi Universitas Indonesia
Administrasi Asuransi dan Aktuaria
http://www.ui.ac.id/akademik/program-vokasi/administrasi-asuransi-dan-aktuaria.html

S1 IPB
Jurusan Aktuaria
Departemen Matematika, FMIPA
http://math.ipb.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=302&Itemid=409

(sumber gambar: propertycasualty360.com, eduadvisor.my)

LATEST COMMENT
nurul qomariyah | 15 jam yang lalu

Terimakasih, saya menjadi lebih bisa menerima

Tip Bertahan Ketika Salah Pilih Jurusan Kuliah
Fatimah Ibtisam | 5 hari yang lalu

Hai Olyfia, setahu kami boleh, walaupun tidak dianjurkan lintas jurusan pada SNMPTN.

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Rizka azizah | 5 hari yang lalu

Halo mau tanya, kalau ingin menjadi ahli forensik digital jurusan apa yg tepat untuk dipilih? Teknik informatika? Apakah ada kebijakan harus mempunyai gelar s2 atau s3 atau s1 saja sudah bisa untuk menjadi seorang ahli digital forensik?

Penggemar Serial Detektif? 6 Profesi Ini Mungkin Cocok Buat Kamu, Lho!
vloggrils squad | 6 hari yang lalu

semoga tahun depan 2022 bisa masuk manajemen pemasaran pariwisata UPI aamiin

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Pariwisata dan Manajemen Pemasaran Pariwisata, Yuk!
brinaaa18 | 8 hari yang lalu

Open pp/endorse Ig: brinaaa18 Followers 115k Murmer minat dm ig

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1