Masalah Maba Saat Kuliah Jarak Jauh Secara Online dan Tips Menghadapinya

Kuliah jarak jauh atau kuliah online saat pandemi seperti ini memang nggak mudah, terutama bagi mahasiswa baru (maba). Tentu ada keterbatasan, walaupun dibantu teknologi. Soalnya, sistem dan kurikulum perkuliahan reguler di perguruan tinggi nggak dirancang untuk belajar full daring. Ini berbeda dengan program khusus kuliah online yang memang berbasis e-learning. Apalagi mahasiwa baru butuh banyak penyesuaian, baik secara akademis maupun sosial. Nah, inilah berbagai masalah yang dihadapi maba beserta tips menghadapinya.

Nggak berasa seperti kuliah, jadi cepat bosan

Dengan perkuliahan tatap muka hanya melalui layar laptop, materi, dan buku yang harus dipelajari sendiri, serta minim praktik dan interaksi memang membuat nggak mudah untuk benar-benar merasakan pengalaman kuliah. Suasana yang monoton ini membuat mahasiswa, terlebih yang masih baru jadi bosan. Rasanya seperti nggak kuliah. Hffft!

Ya, semua ekspektasi akan pengalaman kuliah yang seru jadi buyar. Jadi kamu sendiri sih, yang mesti membuatnya jadi “seru” dan “bermakna”. Ikuti semua kegiatan, serta perhatikan apa yang disampaikan dosen. Kamu juga mesti proaktif mencari materi yang terkait dengan perkuliahan. Pokoknya lakukan yang terbaik.

Hal lain yang mungkin bikin bosan adalah materi kuliah. Sebab biasanya di tahun pertama perkuliahan mata kuliahnya umum dan dasar. Jadi minim praktik dan belum terarah sesuai minat kamu. Sabar ya, gaes. Materi dasar ini juga penting dipelajari, meskipun kesannya formalitas dan banyak teori.

Sulit menangkap penjelasan dosen, sehingga nggak bisa mengikuti materi yang diberikan

Sepertinya, ini banyak dialami oleh maba saat kuliah jarak jauh. Kuliah kayak biasa saja, sudah cukup menantang, apalagi dalam kondisi yang serba terbatas seperti sekarang.

Ini seringkali terkait dengan perbedaan latar belakang mahasiswa. Misalnya, apakah jurusan di sekolah sejalan dengan prodi, bagaimana skill dan pengetahuannya, serta sejauh mana dia bisa beradaptasi. Contohnya, di program  studi Sastra Jerman.

Beda dong, antara maba dari jurusan SMA Bahasa dengan yang dari jurusan IPA atau SMK. Trus, ada maba yang sama sekali nggak tau bahasa Jerman, namun adapula yang sudah pernah les.

Tentu akan lebih menantang bagi maba yang tidak memiliki basic program studi yang dijalani. Harus berusaha ekstra keras dibandingkan yang lainnya. Jangan putus asa, dan nggak perlu merasa terintimidasi dengan kemampuan teman yang lain. Fokus ke diri sendiri. Di luar perkuliahan formal, kamu perlu perbanyak pengetahuan dan meningkatkan skill. Semangat!  

Merasa salah jurusan

Baik kuliah jarak jauh ataupun kuliah seperti biasa, banyak mahasiswa yang merasa salah jurusan. Ada 2 kemungkinan, memang kamu berada di prodi yang nggak sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Atau kemungkinan kedua, kamu belum beradaptasi.

Sebagai mahasiswa baru, kamu perlu mencoba terlebih dahulu. Apalagi di semester awal mata kuliahnya masih sangat umum.  

Perangkat penunjang dan koneksi internet kurang memadai

Gadget dan kuota jadi hal yang krusial banget saat pandemi. Kadang jadi nggak pede kalau dibandingkan sama teman yang kuota dan kecepatan internetnya level “sultan”, plus gadgetnya supercanggih dan lengkap (laptop, tablet, PC, smartphone).

Kalau serba pas-pasan, bakal pengaruh sama performa kuliah?

Gaes, sesuaikan saja spesifikasi gadget yang dimiliki dengan kebutuhan prodi. Untuk kuota, kamu bisa manfaatkan fasilitas yang diberikan pihak kampus atau berbagai promosi untuk pelajar/mahasiswa.

Walau dengan keterbatasan kuota kamu tetap bisa kok memperoleh pelajaran dengan baik. Manfaatkan buku, rekaman, hasil download, dan lainnya. Jadi nggak musti selalu “online”.

Intinya, terknologi memang membantu kamu dalam perkuliahan, namun bukan segalanya.  

Nggak kenal teman dan lingkungan kuliah

Ini sih, yang berasa banget. Boro-boro bisa nongkrong di kantin bareng sambil membahas teori-teori kehidupan (caelahhh), kenalan aja belum tentu. Palingan kamu hanya bisa saling melihat dan menyapa dari screen dan chat.

Setidaknya, kamu dan teman yang lain bisa bikin grup angkatan per prodi/kelas. Kalian bisa saling kenal dan bertukar pikiran lewat diskusi dan ngobrol bareng.

Gimana caranya mau mengembangkan softskill?

Kuliah nggak cuma soal akademis, tapi juga mengasah soft skills seperti berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan lainnya.

Tapi gimana dong, kalau nyaris nggak ada aktivitas di kampus atau organisasi kemahasiswaan?

Well, soft skills bisa kamu kembangkan dalam berbagai situasi. Kuliah jarak jauh nggak menghalangi kamu untuk berpikir kritis. Hal tersebut, misalnya, bisa kamu kembangkan dengan menuliskan pemikiranmu. Apalagi soal skill kemandirian. Kuliah di saat pandemi menuntut kamu untuk bisa mengatur diri sendiri dan berinisiatif. Hampir segala hal harus kamu lakukan sendiri.

“Lagi kuliah online, disuruh jemur pakaian. Pas nolak, dibilang males. Hiks!”

Ini juga kejadian banget sih, gaes. Karena perkuliahan, diskusi, ngerjain tugas, dan ujian kebanyakan dari rumah (atau kamar), maka banyak orang yang mengira kamu nganggur dan santai. Alhasil, ada banyak distraksi. Mulai dari disuruh ini-itu, diajak ngobrol, diminta menemani berpergian, dan lainnya.

Jangan langsung ngambek, tapi coba jelaskan pada mereka. Kadang menjelaskannya memang perlu berkali-kali, sih. Ehe. Atau persilahkan mereka melihat kegiatanmu. Kali aja, mau sumbang kuota atau gadget baru.  

***

Intinya, keadaan saat ini memang jauh dari ideal. Tapi jangan sampai tahun pertama kuliahmu terlewat begitu saja, ya.

Gimana dengan pengalaman kuliah kamu?

 Photo by Julia M Cameron from Pexels

 

LATEST COMMENT
Ayu Vitri | 12 jam yang lalu

Open Endorse Murah Youtube 50k/Video Ig : ayuvitri86

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Acha, untuk lebih jelasnya kamu perlu mengecek prodi di PTN yang dituju. Dari pengecekan kami, UI, ITB dan IPB tidak menerima lintas jurusan untuk prodi Saintek. Namun untuk prodi Soshum bisa dari IPA.

Info Lengkap SNMPTN 2021: Cek Beberapa Perubahannya
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Umumnya, kandidat pekerja akan menunggu tahap selanjutnya. Jika lolos perusahaan akan menghubungi. Bisa juga kamu melakukan follow up, mengemail perusahaan dengan profesional dan sopan. Sampaikan terima kaih atas wawancara dan psikotes yang telah dilalui. Trus, sebutkan nomor kontak kamu yang menyatakan…

Berbagai Tahap Seleksi Kerja, Penilaian, serta Tips Menghadapinya
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Bisa saja jika kamu lulusan SMA/sederajat tahun 2020 atau 2019, dan belum pernah diterima di SNMPTN.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Handini Puspaningati | 3 hari yang lalu

Setelah melakukan wawancara dengan psikolog dan tes psikotes langkah selanjutnya apa ya.. 1 minggu menunggu hasilnya. Terima Kasih

Berbagai Tahap Seleksi Kerja, Penilaian, serta Tips Menghadapinya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1