Workshop di Bangku Kuliah: Demi CV dan Skill-mu

Hai mahasiswa baru, ada banyak kegiatan di luar perkuliahan yang bagus untuk pengembangan ilmu dan skill kamu. Salah satu yang paling seru adalah ikutan workshop.

Workshop vs Seminar vs Kursus

Lokakarya (workshop) umumnya mengacu pada kegiatan yang menambah ilmu dan keterampilan, dimana dalam prosesnya teori dan praktik diajarkan secara bersamaan. Workshop tidaklah sama dengan kursus atau pun seminar. Perbedaan antara workshop, kursus, dan seminar adalah sebagai berikut.

 

Workshop

Kursus

Seminar

Tema/Materi

Sangat spesifik

Umum, menjurus ke spesifik

Sangat spesifik

Jumlah Peserta 

Sedikit (5-20 orang)

Sedang (10-30 orang)

Banyak (bisa >30 orang)

Penyampaian Materi

Dua arah, fokus pada praktik

Dua arah, fokus pada teori dan praktik

Satu arah, fokus pada teori

Jangka Waktu

Singkat (1-2x pertemuan)

Panjang (4 - 24x pertemuan)

Singkat (1x pertemuan) 


Workshop menggabungkan pembelajaran berdasarkan teori dan praktik dalam satu pertemuan sekaligus, karena itulah workshop bisa menjadi cara cepat untuk mengasah keterampilan yang spesifik untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Manfaat mengikuti workshop

  • Workshop memungkinkan kamu untuk menguasai sebuah keterampilan spesifik dengan efisiensi waktu. Misalnya, jika kamu ingin menjadi seorang videografer, kamu dapat belajar teknik dasar penyuntingan video dalam 1x pertemuan workshop tanpa harus mengikuti kursus videografi atau mengambil kelas videografi selama 1 semester.
  • Memberikan kamu kesempatan untuk menyalurkan hobi dan mempertimbangkannya sebagai salah satu pilihan karier di masa depan.
  • Membangun jejaring dengan para praktisi spesialis di bidang yang ingin kamu tekuni.
  • Melatih keterampilan spesifik yang mungkin tidak dapat kamu lakukan dan dapatkan di dalam kelas.

Tip ikutan workshop

  • Cari informasi, baik workshop yang diadakan di dalam kampus, maupun luar kampus.
  • Materi yang diajarkan dalam workshop bisa sangat beragam dan sangat spesifik. Maka dari itu, pilihlah workshop yang mengajarkan ilmu dan keterampilan yang kamu butuhkan untuk kariermu di masa depan.
  • Cara memilih workshop selain kesesuaian dengan minat adalah:
  1. Cari tahu apa saja kegiatannya dan apa praktik yang ditawarkan.
  2. Riset mengenai pengisi/pembicara/mentor dalam workshop tersebut.
  3. Cek kesesuaian jadwal dengan waktumu. Pilih yang bisa diikuti secara penuh.

(Sumber gambar:  祝 鹤槐 from Pexels)

LATEST COMMENT
Rina Anggraeni | 51 menit yang lalu

Lebih baik memilih psikologi atau Analis kimia? Mohon jawabannya kak

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Rina Anggraeni | 52 menit yang lalu

Kak aku anak smk Analis kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik bisa gak ya masuk psikologi

Lintas Jurusan SBMPTN 2020: IPS Sulit Ambil Saintek, IPA Bebas Pilih Prodi
Wahyudi Syaputra | 6 jam yang lalu

Thanks "Rencanamu" udah ngingetin aku, makin semangat belajar utbk nya, walaupun kuliah sambil Sbmptn juga

Persiapan UTBK dan SBMPTN 2021 untuk Kelas 12
aisha kim | 16 jam yang lalu

Halo kak, mau tanya dong. Kalo kita dari D3 Komunikasi bisa nyambung ekstensi ke S1 DKV gak kak? Kalo bisa boleh tau di Univ apa aja yg bisanya. Terima kasih

Tanya Youthmanual: Q & A Bedah Jurusan Desain Komunikasi Visual
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1