Bedah Sistem Nilai, Passing Grade, Hingga Pembobotan UTBK SBMPTN 2020

Bagaimana pembobotan nilai UTBK? Trus, berapa passing grade SBMPTN 2020? Benar nggak sih, informasi proses penilaian dan rasionalisasi skor?  Simak pembahasan seputar nilai UTBK SBMPTN 2020 berikut ini.

1. Tanpa sistem minus

Ya, sudah sekitar 3 tahun terakhir, ujian SBMPTN (yang kini dikenal sebagai UTBK), nggak menggunakan sistem minus. Sebelumnya, untuk jawaban benar nilai plus empat (+4), salah minus satu (1) sementara tidak diisi dianggap nol (0). Nah, sejak SBMPTN 2018 nggak berlaku lagi sistem minus. Makanya, sebaiknya peserta menjawab semua soal.

2. Hanya TPS, dengan 4 Subtes

Khusus pada UTBK 2020, tesnya hanya Tes Potensi Skolastik. TPS terdiri atas 4 subtes yaitu:

a. Kemampuan Penalaran Umum

b. Kemampuan Kuantitatif

c. Pengetahuan dan Pemahaman Umum

d. Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis

Terdapat sebagian soal menggunakan bahasa Inggris. Yup, secara keseluruhan TPS menilai potensi performa kamu dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Akan disaring yang terbaik berdasarkan skor TPS tersebut. Lebih jelas soal TPS bisa kamu lihat dengan klik di sini.

3. Waktu pengerjaan VS Jumlah soal

Tahun lalu, waktu pengerjaan TPS adalah 120 menit untuk 80 soal. Tahun ini durasi pengerjaan soal didiskon hingga 105 menit saja. Menurut informasi LTMPT, ada pengurangan jumlah soal, walaupun berkurangnya nggak signifikan. Pengurangan ini disesuaikan dengan waktu pengerjaan.

4. Pembobotan

Bagaimana dengan pembobotan tiap soal? Trus, adalah bobot tiap subtes berbeda? LTMPT tidak merilis detil pembobotan. Bahkan, pembobotan baru diketahui setelah tes dilakukan dan hasilnya dianalisa.

Walau demikian, LTMPT meyakinkan bahwa proses penilaian dan pembobotan  dilakukan oleh pihak yang kompeten dengan berdasarkan kajian keilmuan. Prinsip fairness  atau kejujuran serta keadilan dijunjung tinggi oleh LTMPT.

Bisa disimpulkan bahwa tim penilai memiliki rumus tersendiri untuk pembobotan dan penghitungan skor. Makanya, lakukan saja yang terbaik, dan nggak perlu terlalu memikirkan proses pembobotan dan hal lain yan di luar kuasa peserta.

5. Passing grade dan keketatan persaingan SBMPTN 2020

Bahas dulu definisi satu persatu ya.

a. Passing grade: Nilai UTBK paling rendah yang diterima di suatu prodi.

b. Skor rata-rata diterima: Rata-rata skor UTBK peserta yang diterima di suatu prodi.

c, Keketatan persaingan: Perbandingan antara jumlah kursi (daya tampung) dengan jumlah pendaftar. Bisa dibuat dalam persentase atau perbandingan. Misalnya 1:10 sama dengan 10 persen.  

Contoh: Di prodi A, ada 5 peserta yang diterima SBMPTN dan skornya adalah 530, 700, 650, 500, dan 620. Total pendaftar prodi tersebut adalah 100 orang. Berarti passing grade prodi A adalah 500, sementara skor rata rata diterima 600. Trus, keketatan persaingannya 5:100 (1:20) atau 5 persen.

Jadi berapa passing grade 2020?

Passing  grade SBMPTN 2020 baru ketahuan setelah proses seleksi berakhir dan diketahui siapa saja yang lolos. Jadi tergantung skor peserta yang diterima.  Begitupula soal skor rata-rata dan keketatan persaingan.

Nah, informasi yang ada saat ini adalah passing grade, skor rata rata, dan keketatan persaingan pada SBMPTN 2019 (atau tahun-tahun sebelumnya). Informasi ini hanya menjadi gambaran tingkat kesulitan dan persaingan suatu prodi.

6. Mendaftar tanpa skor UTBK.

Ya, benar. Soalnya, pendaftaran UTBK dilangsungkan berbarengan dengan dengan pendaftaran SBMPTN. Jadi sebelum tes dilakukan,sudah harus selesai pilah-pilih prodi. Tapi tenang, peserta UTBK tetap akan mendapatkan skor hasil tes. Kemungkinan skor UTBK seluruh peserta akan diberitahukan setelah pengumuman SBMPTN 2020.

7. Fungsi nilai UTBK

Ya. Namun untuk prodi seni dan olahraga ada tambahan penilaian yakni portofolio. Nah, selain untuk SBMPTN, UTBK 2020 juga bisa digunakan untuk seleksi mandiri beberapa PTN dan kabarnya ada PTS yang juga menggunakannya.

8. Soal rasionalisasi hasil UTBK

Istilah ini muncul setelah UTBK tahun lalu. Soalnya tahun lalu ada informasi berupa statistik hasil UTBK seluruh peserta. Kemudian, tiap peserta mendapatkan hasil UTBK mereka. Rasionalisasi dibuat agar peserta paham soal skor yang ia peroleh dan juga bagaimana posisi nilai kamu dibandingkan peserta lain. Apakah termasuk yang tertinggi, pertengahan, atau tergolong rendah.

Sumber gambar: Image by <a href="https://pixabay.com/users/geralt-9301/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=937884">Gerd Altmann</a> from <a href="https://pixabay.com/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=937884">Pixabay</a>

LATEST COMMENT
Hanifaa | 11 jam yang lalu

Gaada yg cocok sama pelajaran geografi, fisika?

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Leoda | 16 jam yang lalu

Permisi min, saya mau tanya tentang mata kuliah. Saya saat ini semester 6, saya memiliki nilai C- di 1 matkul di smester 3, apakah saya dapat memperbaiki matkul tersebut? Lalu saat ini ada teman saya yang sering membolos kuliah serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, apabila dia mendapatkan&#8230;

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1