Dua Alasan Umum Kenapa Kita Gagal SBMPTN dan Tips Menghadapinya

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah salah satu jalur untuk menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Layaknya mau “nembak” sang pujaan hati, kamu butuh banyak banget strategi. Lagian, kalau mau jadi pacar seseorang ‘kan palingan saingan kamu cuma dua atau tiga orang. Paling banyak lima, lah! Kecuali kamu halu dan kepengen ngejadiin Raisa atau Keena Pearce pacar kamu.

Lah, sementara pesaing di SBMPTN bisa sampai ratusan ribu orang, sob!

Sebagai informasi, di tahun 2015 aja, jumlah peserta SBMPTN mencapai 693,185 orang. Sementara yang lulus cuma 121,653 orang. *brb pergi ke dukun*. Kali ini Youthmanual merangkum beberapa alasan umum yang sering bikin kita gagal SBMPTN, dan gimana tips mengatasinya.

1. (Terlalu) berharap mendapat undangan SNMPTN

Hal pertama yang paling sering bikin para pelajar gagal menembus SBMPTN adalah karena mereka terlalu berharap mendapat undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), hanya karena mereka sering mendapat nilai rapor bagus. Banyak pelajar yang nggak belajar dengan keras, karena mereka pede bakal dapat kursi di universitas negeri lewat jalur SNMPTN.

Gagal SMBPTN 1 - Youthmanual

Kepanikan melanda ketika ternyata mereka nggak mendapat jatah SNMPTN, sehingga mereka harus bersaing dengan pelajar lain di SBMPTN yang sudah punya persiapan ujian lebih matang. Akhirnya? Gagal, deh!

Tips: kalau sekarang kamu cuma mengandalkan jalur SNMPTN untuk masuk PTN incaran, jangan punya mindset begitu, yah! Menurut situs Zenius, SNMPTN adalah hal yang sepatutnya kamu incar dan perjuangkan sejak kelas 10 dan 11. Tetapiii, undangan SNMPTN harus dijadikan sebagai "bonus" saja, dan kamu tetap harus belajar dengan keras untuk SBMPTN!

2. Nggak paham medan kesulitan yang dihadapi

Supaya berhasil dalam sebuah “perang”, kamu harus tahu dulu, dong, “medan perang” yang akan kamu hadapi. Untuk memahami “medan perang” SBMPTN, kamu harus mengidentifikasi berbagai kesulitan yang mungkin akan kamu hadapi di ujian ini, agar kamu bisa mencari jalan keluar sejak awal.

Coba, deh, identifikasi kesulitan kamu lewat pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

a. Seberapa banyak pengetahuan kamu tentang tingkat kesulitan soal-soal SBMPTN?

Soal-soal SBMPTN itu jauh lebih susah daripada soal-soal Ujian Nasional. Soalnya, Ujian Nasional adalah ujian yang bersifat evaluasi. Artinya, tujuan Ujian Nasional adalah mengevaluasi sejauh mana kamu menguasai materi pelajaran SMA, untuk menilai apakah kamu layak lulus SMA.

Sedangkan SBMPTN adalah ujian yang bersifat seleksi. Artinya, tujuan SBMPTN adalah menyeleksi calon mahasiswa yang layak kuliah di universitas negeri. Jadi kebayang, dong, tingkat kesulitan soalnya?

b. Seberapa banyak pengetahuan kamu tentang tingkat persaingan universitas negeri incaran kamu?

Persaingan untuk mendapatkan kursi di PTN, tuh, berbeda-beda, lho, untuk setiap universitas dan jurusan. Hal ini dikarenakan jumlah peminat setiap universitas dan jurusan juga berbeda-beda (FYI, kamu bisa lihat gambaran 10 universitas negeri paling diminati di sini). Nah, karena jumlah peminatnya berbeda, maka persentase kamu untuk lolos juga berbeda.

Kamu bisa lihat kondisi persaingan setiap universitas di website resmi mereka. Misalnya, kalau kamu mau masuk Universitas Indonesia (UI), kamu bisa cek situs resmi mereka, di bagian pemetaan lengkap kondisi persaingan seluruh jalur masuk pada setiap jurusan di Universitas Indonesia. Sayangnya, nggak semua situs PTN menyediakan info ini.

c. Seberapa banyak pengetahuan kamu tentang materi yang perlu dipelajari?

Saat mempersiapkan diri untuk SBMPTN, pahami kelemahan kamu di pelajaran tertentu, lalu sediakan waktu lebih banyak untuk mempelajari materi yang menjadi kelemahan kamu tersebut. Apalagi kalau kamu mau lintas jurusan! Wah, kamu harus belajar lebih keras lagi, berhubung kamu harus mempelajari materi-materi yang belum familiar.

Gagal SBMPTN 2 - Youthmanual

d. Seberapa banyak waktu yang tersisa dan sejauh apa rencana belajar kamu pada waktu yang sisa ini?

Sebagai pengingat lagi, tata cara pendaftaran SBMPTN bisa dilihat dan diunduh mulai 18 April 2016, di www.sbmptn.ac.id. Pendaftaran Computer Based Test dibuka tanggal 29 April hingga 9 Mei 2016, sementara pendaftaran Paper Based Test dibuka tanggal 25 April hingga 20 Mei 2016.

Nah, ini berarti kamu punya kurang dari empat bulan lagi untuk menyiapkan diri. Semakin awal kamu belajar, semakin matang juga persiapan kamu. Curi start, deh, untuk mulai belajar dari sekarang!

(sumber foto: harianjogja.com, essaytigers.com, zenius.com)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 9 jam yang lalu

Maksudnya mengulang mata kuliah dengan nilai C+? Hal tersebut disesuaikan dengan peraturan kampusmu. Untuk memastikan, konsultasi lah dengan pembimbing akademik.

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Zanita Safitri | 2 hari yang lalu

Bismillah masuk farmasi

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Naufal Ganteng | 3 hari yang lalu

Sama gua juga ijin ke guru Dan guru nya izinin

Perlu, Nggak, Sih, Pelajar Bawa Kendaraan Pribadi Ke Sekolah?
Siti Nur Halimah | 4 hari yang lalu

Halo, izin bertanya, Kak! Jika lulusan SMK mendaftar UTBK SBMPTN dengan pilihan prodi SAINTEK, apakah UTBK-nya hanya SAINTEK/IPC? Terima kasih

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Ariel Mickey | 4 hari yang lalu

Permsi min saya mau nanya, kalau kategori nya B terus seseorang dapat C+ Itu diajukan remedial nggak min Terimakasih.

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1