Hindari Kesalahan-Kesalahan Ini Ketika Memilih Kampus!

Memilih kampus yang paling tepat bukanlah proses yang mudah. Ada banyak sekali pertimbangan dan kegiatan yang harus kamu lakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kampus mana yang paling sesuai dengan minat, tujuan, serta jurusan kuliah yang sudah kamu tetapkan.

Makanya, jangan lakukan kesalahan-kesalahan berikut ini ketika kamu memilih kampus. Soalnya salah pilih kampus, tuh, ternyata sama ngenesnya kayak salah jurusan, lho!

1. Nggak konsultasi dengan orang tua

1

Emang, sih, yang sepenuhnya menjalani kuliah itu adalah kamu. Tapi, kamu nggak boleh lupa kalau orang tua kamu masih memiliki kontribusi dan keterlibatan yang besar dalam studi kamu, yang membuat mereka menjadi decision maker yang penting.

Ketika kamu sudah memilih jurusan dan kandidat kampus yang kamu rasa tepat, konsultasikanlah pilihan-pilihan kamu dengan mereka. Sudut pandang mereka sebagai pihak yang sangat peduli pendidikan dan peduli dengan dirimu, sangat berpengaruh dalam memilih kampus mana yang dapat menunjang pengalaman berkuliah kamu secara optimal.

2. Memutuskan terburu-buru

Menentukan untuk berkuliah di suatu kampus itu bukan perkara yang bisa diputuskan dalam semalam, sob! Haram banget, deh, hukumnya kalau kamu baru kepikiran mau kuliah di kampus mana ketika detik-detik kamu mau daftar kuliah.

Kamu akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mengumpulkan informasi selama riset kampus. Belum lagi kalau kamu hitung proses pendaftaran yang pengumpulan berkas-berkas penting. Bayangin, kalau kamu terburu-buru mengambil keputusan, bisa-bisa kamu terjebak di kampus yang ternyata nggak sesuai dengan ekspektasi kamu!

3. Ikut-ikutan

Solidaritas di lingkar pertemanan itu adalah hal yang kece, tapi bukan berarti kamu harus melakukan hal apa pun yang dilakukan oleh teman kamu, ya. Apalagi dalam memilih kampus!

Ketika kamu sudah siap menjadi seorang mahasiswa, artinya kamu sudah siap menjalani kehidupan yang mandiri. Udah nggak zamannya kamu masih bergantung sepenuhnya sama orang tua, teman, apalagi pacar. Kamu harus bisa memantapkan diri dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kamu, karena masa depan kamu ada di tangan kamu sendiri, bukan mereka.

4. Gengsi

4

Sekali lagi, jangan pernah memilih kampus hanya karena reputasinya. Jangan pernah jadikan alasan “terkenal”, “prestisius”, atau “yang terbaik” sebagai landasan utama kamu dalam memilih kampus. Titel-titel tersebut belum tentu membuat kampus tersebut menjadi pilihan yang paling tepat untuk kamu.

Jangan berasumsi bahwa reputasi suatu kampus akan memberikan kamu kualitas pendidikan yang kamu harapkan. Banyak, lho, mahasiswa di luar sana yang menyesal kuliah di suatu kampus hanya karena mengejar almamaternya, bukan pengalaman di jurusan yang mereka inginkan. Ujung-ujungnya kamu juga yang bakal merugi, ‘kan?

5. Terlalu terpaku pada lokasi

Hal yang perlu kamu pahami soal lokasi suatu kampus adalah menjadikannya sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam memilih kampus, bukan alasan utama kenapa kamu ingin berkuliah di lokasi tersebut.

Ketika konsultasi dengan orang tua, penting bagi kamu untuk membahas hal ini secara mendalam. Nggak peduli apakah kamu tipe orang yang nggak bisa jauh dari orang tua ataupun tipe yang ingin merantau sejauh mungkin karena ingin belajar mandiri, pertimbangkanlah lokasi sebagai sesuatu yang dapat menunjang studi kamu, bukan faktor penentu utama. 

6. Peluang masuk yang besar

Dalam seleksi masuk, nggak bisa dipungkiri kalau beberapa jurusan di suatu kampus terasa lebih kompetitif dibanding jurusan lainnya—terutama untuk jurusan-jurusan favorit. Karena pesimis duluan, jadi banyak yang milih kampus dengan peluang masuk lebih besar, deh. Pokoknya judulnya “yang penting, gue kuliah”!

Nope! Jangan sekali-sekali memilih kampus hanya karena peluang masuknya yang lebih tinggi dari kampus lain. Peluang masuk yang rendah bukan berarti impossible, kok. Asal kamu percaya diri dengan segala persiapan yang sudah kamu lakukan demi menembus jurusan di kampus incaran, pasti ada jalannya buat kamu, deh.

7. Riset yang dangkal

7

Sejauh ini, sudah sejauh apa riset yang kamu lakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari kampus idaman, gaes? Baru sampai dengerin kabar burung aja?

Seriously, riset kampus yang dangkal nggak akan membuahkan hasil yang maksimal. Sedini mungkin, perbanyak cari tahu soal kampus incaran kamu dari berbagai sumber dan sudut pandang yang tersedia.

Riset pun nggak hanya terbatas kepo-kepo di website resmi kampus atau timeline BEM fakultas bersangkutan aja, lho. Riset offline seperti campus visit dan "ngobrol-ngobrol cantik" bareng mahasiswa di kampus tersebut juga akan menambah informasi yang dapat kamu gunakan dalam mempertimbangkan untuk memilih kampus. Biar nggak bingung, ikuti langkah-langkah berikut ini agar riset kampus kamu lebih terarah dan memberikan hasil yang berfaedah.

(sumber gambar: i.ytimg.com, nbcnews.com, huffpost.com, dantudor.com)

LATEST COMMENT
Lemon meringue | 3 jam yang lalu

Berapa jam kita belajar di kelas hukum ka? Penasaran

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Khusnul Khuluq | 4 hari yang lalu

Semakin banyak baca banyak pula pengetahuan

Personal Branding: Berkarya Bukan Bergaya
Anzeli Amin | 5 hari yang lalu

Kak, mau bertanya. Saya anak IAI ingin masuk sastra Inggris unj lewat SNMPTN apakah bisa atau tidak? Terimakasih

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1