Jangan Daftar SNMPTN 2021 Kalau…..

Berdasarkan jadwal, besok 24 Februari 2021, merupakan batas paling akhir pendaftaran SNMPTN 2021. Siswa yang eligible alias sudah terpilih dari sekolah berhak mengikuti SNMPTN. Bagi yang masih galau atau bimbang menentukan, JANGAN mendaftar SNMPTN 2021 kalau…

a. Kamu sudah diterima di perguruan tinggi lain.

Kamu bakalan kuliah di perguruan tinggi swasta, kedinasan, bahkan kuliah di luar negeri. Artinya jika kamu diterima di SNMPTN, maka akan sia-sia. Hanya akan mengambil  kursi dari peserta lain yang benar-benar berminat.

Selain kursi di prodi tersebut jadi kosong dan mengurangi kesempatan peserta lain, kamu juga bisa bikin sekolahmu kesulitan.

Ya, adanya siswa yang lulus SNMPTN namun tidak diambil akan menjadi catatan. Sekolahmu nggak di black list sih, tapi bisa saja mengurangi jatah atau jadi semacam penilaian. Nggak mau 'kan, kamu meninggalkan legacy demikian?

b. Asal pilih dengan tujuan yang penting lolos SNMPTN.

Bagi sebagian orang, masuk PTN merupakan hal penting, bahkan harga mati. Ya, nggak semua orang punya keleluasaa memilih kampus dan program studi mana saja yang ia inginkan. Biaya merupakan salah satu pertimbangan penting untuk memilih PTN. Walaupun “harus” masuk PTN, jangan hanya asal bisa diterima. Pertimbangkan juga apakah kamu bisa menjalani perkuliahannya hingga lulus.

Sayang banget jika akhirnya kamu drop out karena nggak cocok dengan program studinya. Lebih baik memilih prodi yang benar-benar kamu minati. Jadi, kalau masih asal masuk, mendingan kamu nggak usah mendaftar SNMPTN, ya.

c. Nggak yakin ingin kuliah tahun ini.

Coba tanyakan lagi ke dirimu. Dengan kondisi pandemi dan lainnya, apakah memulai kuliah tahun 2021 adalah pilihan tepat untukmu?

Sebab jika kamu ikut SNMPTN 2021 dan lolos, kamu harus menjalaninya. Yup, mereka yang udah lolos SNMPTN 2021 nggak bisa lagi ikutan UTBK dan SBMPTN 2022 dan 2023. Jadi nggak semudah itu, jika ingin pindah studi.

d. Tidak sesuai dengan aturan.

Jika ada aturan yang  kamu langgar untuk mengikuti SNMPTN seperti data nilai yang salah atau portofolio yang dibuat orang lain, sebaiknya kamu mundur. Ya, jangan sampai kamu melakukan kecurangan atau pelanggaran. Fatal akibatnya!

e. Hanya ikut-ikutan memilih prodi dan PTN.

Kamu harus mengetahui kemampuan dan minatmu serta prodi yang akan kamu pilih. Kalau pengetahuanmu akan jurusan kuliah sangat minim,  kemungkinan besar kamu nggak paham prodi yang kamu pilih. Trus, Jika diterima ujung ujungnya merasa salah jurusan. 

Ambil waktu untuk mencari informasi. Masih ada kesempatan di SBMPTN dan seleksi mandiri.

f. Prodi yang kamu inginkan nggak memungkinkan lintas  jurusan di SNMPTN. Untuk beberapa prodi dan PTN, aturan lintas jurusan lebih ketat ketimbang SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Jika nekad memilih prodi tersebut, kamu bakalan nggak diterima. Sementara itu, prodi yang tersedia (available) di SNMPTN nggak kamu minati. Jadi percuma aja ikut SNMPTN. Lebih baik mempersiapkan dirimu untuk jalur lainnya, yakni SBMPTN dan seleksi mandiri.

(Sumber gambar: Photo by Linda Eller-Shein from Pexels)

LATEST COMMENT
FADHILLAH MUFLIKHASSALAM | 1 hari yang lalu

Bisa tapi istilahnya harus ambil ujian kesetaraan dulu karena Budaya luar negeri dengan Indonesia berbeda, intervensinya pun harus disesuaikan

Profesiku: Psikolog dan Konselor Employee Assistance Program, Tiara Puspita
devina mita | 2 hari yang lalu

Kalo dkv lebih baik jurusan ipa atau ips?

13 PTN dengan Prodi Desain Komunikasi Visual dan Peluang Masuknya
Andi Pangerang As | 3 hari yang lalu

Bissmillah Ya allah Semoga Lolos Pilihan 1 ya allah Amin

Materi UTBK SBMPTN 2021: Ada TPS dan TKA
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1