Saat Kamu Harus Memutuskan Pilihan Kedua… Untuk SBMPTN. Gimana Caranya?

Udah susah-susah menentukan jurusan kuliah yang mau kamu pilih di SBMPTN, eeeh, kamu pun harus menentukan pilihan ke dua, bahkan ke tiga kalau ambil tes Soshum dan Saintek sekaligus. Duuuh, galau banget, sooob… *tarik napas panjang* 

Padahal menetapkan pilihan utama aja udah pakai perjuangan panjang, ya. Mulai dari “kenalan” dengan jurusan yang tersedia, “pedekate” lebih mendalam dengan jurusan tersebut, minta saran sana-sini, khusyuk merenung di kamar mandi, hingga berdoa siang malam minta petunjuk. Giliran udah mantap, eh, ternyata mesti “mendua” dengan pilihan lainnya. 

Apa milihnya ngasal aja, ya? Atau pilih jurusan yang kira-kira gampang ditembus aja (walaupun nantinya nggak beneran dipilih)? Yang penting bisa lolos SBMPTN, lah, gitu.  

Well, keputusan ada di kamu, sih. Tapi sayang banget kalau kamu milih jurusan dengan asal-asalan. Apalagi, cuma sekadar demi lolos SBMPTN. Kasian dong, peserta SBMPTN lain yang benar-benar niat kepengen masuk jurusan yang kamu pilih dengan asal-asalan itu, karena “jatah” mereka jadi diambil. 

Jadi, gimana, dong, caranya supaya bisa menentukan pilihan kedua dan ketiga yang tepat? 

1. Pikirkan apa alasanmu memilih pilihan pertama. Kamu ‘kan pasti memilih pilihan pertama dengan pertimbangan panjang, misalnya, pertimbangan bakat dan minat kamu sendiri, pertimbangan pelajaran-pelajaran yang kamu sukai, dan pertimbangan bidang pekerjaan yang kamu inginkan. Dari situ, coba pikirin lagi, deh, jurusan apa lagi yang kira-kira masih nyambung dengan minat dan bakat kamu itu. 

2. Cari jurusan yang “dekatdengan bidang jurusan pilihan pertamamu. Jurusan-jurusan kuliah dalam satu fakultas atau satu departemen banyak yang mirip, lho, terutama dari segi mata kuliah. Sebagai contoh, kalau pilihan pertama kamu adalah Arsitektur, nggak ada salahnya kamu melirik Teknik Sipil, misalnya, yang masih sama-sama berada di bawah fakultas teknik, dan punya banyak mata kuliah yang mirip.  Atau kalau kamu bercita-cita jadi dokter, kamu bisa mempertimbangkan kedokteran gigi atau kesehatan masyarakat sebagai pilihan kedua. 

memilih jurusan

3. Kalau kamu udah dapat beberapa pilihan kedua, tapi belum yakin, bayangkan kamu kuliah di jurusan itu, trus bekerja di bidang tersebut. Kira-kira, kamu bakal enjoy menjalaninya nggak? Sejalan dengan passion kamu nggak? 

4. Poin nomor tiga jangan dilakukan dengan cara ngayal bin ngarang, ya. Bayanginnya harus berdasarkan hasil riset dan tanya-tanya ke senior.   

5. Kalau kamu udah punya cita-cita karier yang mantap, cari jurusan apa aja yang bisa membawa kamu ke cita-cita karier tersebut. Misalnya, kamu pengen banget kerja sebagai diplomat di Departemen Luar Negeri RI atau kerja di badan internasional. Berarti pilihan utama kamu adalah jurusan Hubungan Internasional, ‘kan? Nah, coba cek, deh, jurusan mana lagi yang bisa menghasilkan diplomat dan pegawai departemen internasional. Contohnya, selain HI, ternyata lulusan Sastra atau Komunikasi juga bisa jadi diplomat

(sumber gambar: mindly.com, advising.unt.edu, entrepreneur.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
miaaa | 2 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 2 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 3 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1