Menu

Serba-Serbi Mengenai SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020

Yap! Seperti yang sudah kamu ketahui, penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2020 dilaksanakan melalui tiga jalur. Ketiga jalur tersebut diantaranya adalah:

  • Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan kuota minimal 20% dari daya tampung PTN
  • Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan kuota 40% dari daya tampung PTN
  • Seleksi Mandiri dengan kuota maksimal 30% dari daya tampung PTN

SNMPTN 2020

Persyaratan sekolah

1. Pihak SMA/MA/SMK yang mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasioal (NPSN)

2. Ketentuan Akreditasi sekolah:

- Akreditasi A: 40 % terbaik di sekolahnya

- Akreditasi B: 25 % terbaik di sekolahnya

- Akreditasi C dan lainnya: 5% terbaik di sekolahnya

3. Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)

Ketentuan pemeringkatan siswa oleh sekolah

1. Pemeringkatan siswa dilakukan oleh sekolah yang pada dasarnya memperhitungkan nilai mata pelajaran sebagai berikut:

- Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi

- Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi

- Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing

- SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan)

2. Apabila ada nilai yang sama, pihak sekolah bisa menambahkan kriteria lain berupa prestasi akademik dalam menentukan peringkat siswa

Persyaratan peserta

1. Yang bisa menjadi perserta SNMPTN adalah siswa SMA/MA/SMK yang berada di kelas 12 pada tahun 2020

2. Harus mendaftarkan diri di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

3. Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh masing-masing PTN

4. Memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS

5. Memiliki nilai rapor. Mulai dari semester 1 sampai dengan 5 yang telah diisikan di PDSS

6. Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio

Pilihan program studi

1. Kamu bisa memilih paling banyak 2 PTN atau;

2. Kamu bisa memilih paling banyak 2  program studi dalam satu PTN atau masing-masing satu program studi dalam dua PTN

* Eniwei, dalam SNMPTN, sangat disarankan untuk tidak lintas minat, ya!!

Jadi, kalau kamu memang berasal dari kelas saintek, maka pilihlah program studi yang termasuk dalam kelompok saintek dan sesuai dengan minat, bakat serta passion kamu. Hal ini juga berlaku buat kamu yang berada di kelas soshum atau bahasa.

Berikut adalah jadwal lengkap mengenai SNMPTN 2020:

  • Registrasi akun LTMPT: 2 Desember 2019 - 7 Januari 2020
  • Pengisian PDSS: 13 Januari - 6 Februari 2020
  • Pemeringkatan siswa oleh sekolah: 13 Januari - 6 Februari 2020
  • Pendaftaran SNMPTN: 11 - 25 Februari 2020
  • Pengumuman hasil SNMPTN: 4 April 2020 (pukul 15.00 WIB)
  • Pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN: lihat di laman masing-masing PTN

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan SBMPTN 2020

Jadwal UTBK 2020 adalah sebagai berikut:

  • Registrasi akun LTMPT: 7 Februari - 5 April 2020
  • Pendaftaran UTBK: 30 Maret - 11 April 2020
  • Pelaksanaan UTBK: 20 - 26 April 2020
  • Pengumuman hasil UTBK: 12 Mei 2020

Sementara, untuk jadwal SBMPTN 2020 yaitu:

  • Pendaftaran SBMPTN: 2 - 13 Juni 2020
  • Pengumuman hasil SBMPTN: 30 Juni 2020 (pukul 15.00 WIB)

* FYI, perubahan penting yang HARUS kamu ingat mengenai UTBK tahun 2020 adalah peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes—sesuai dengan kelompok tes yang diikuti (Saintek, Soshum atau Campuran). Informasi lebih lengkap mengenai UTBK dan SBMPTN 2020, bisa kamu baca pada artikel ini, ya, gaes: Informasi Lengkap Serta Jadwal SBMPTN 2020 dan UTBK.

Seleksi Mandiri

* Untuk seleksi mandiri sendiri, informasi mengenai persyaratan, kuota, dan lain-lain bakal diumumkan oleh LTMPT paling lambat pada 31 Juli 2020.

4 Perubahan Penting dalam SNMPTN dan SBMPTN 2020 yang wajib kamu ketahui

Seperti yang dikutip dari laman Kompas, ada 4 perubahan baru yang dilakukan oleh LTMPT sebagai lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa baru. Penasaran apa saja? Cekidot!

1. Peserta wajib memiliki akun LTMPT

Hal penting yang harus diketahui oleh calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020 yaitu diterapkannya kebijakan Single Sign On (SSO)—yang merupakan tahapan awal dari pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020.

Dengan kata lain, sebelum mendaftar SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020, setiap peserta wajib memiliki akun LTMPT dengan melakukan registrasi akun melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Sementara, waktu untuk registrasi akun LTMPT sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

* Registrasi akun LTMPT untuk PDSS dan SNMPTN dilaksanakan tanggal 2 Desember 2019 - 7 Januari 2020

* Registrasi akun LTMPT untuk UTBK dan SBMPTN dilaksanakan tanggal 7 Februari - 5 April 2020.

2. Pemeringkatan oleh sekolah

Berbeda dari tahun lalu dalam pemeringkatan siswa berbasis data pendidikan, tahun ini pemeringkatan siswa pada PDSS dilakukan oleh sekolah. Mengapa demikian?

Sebab, kata Prof. Ravik Karsidi selaku Ketua LTMPT: “sekolah lebih memahami dan mengetahui kondisi dan kemampuan siswa-siswa mereka. Orangtua, sekolah, dan masyarakat nantinya dapat memantau hal ini (pemeringkatan) jika dikhawatirkan terjadi manipulasi”.

3. Kesempatan UTBK cuma satu kali

Yap! Seperti yang sudah kamu baca artikel di sebelumnya, kalau di UTBK tahun 2019, kamu bisa mendapat 2x kesempatan untuk mengikuti ujian tersebut, kemudian menggunakan nilai terbaik untuk mendaftar ke PTN tujuan.

Nah, di tahun ini peserta UTBK cuma diperbolehkan mengikuti satu kali tes saja—sesuai dengan kelompok tes yang diikutinya (saintek, soshum atau campuran). Waktu pelaksanaannya sendiri akan berlangsung selama satu minggu dengan 14 sesi (2 sesi setiap harinya) dan dilaksanakan di 74 Pusat UTBK PTN.

FYI, nih, alasan UTBK tahun depan cuma boleh satu kali tes saja. Soalnya, dari hasil evaluasi, pihak LTMPT melihat hasil antara ujian pertama dan kedua tidak terlalu signifikan. Malah ada yang nilainya turun pada kesempatan kedua. Begitulah penjelasan dari Prof. Mohammad Nasih selaku Wakil Ketua LTMPT

* PS: That’s why, kamu nggak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, ya!

4. Bidikmisi menjadi KIP-K

Kamu pasti sudah sering dengar sama yang namanya bidikmisi, ‘kan? Yap! Mulai tahun depan, program Bidikmisi akan berganti nama menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah a.k.a KIP-K.

Past kamu bertanya-tanya, deh. Apakah ada perbedaan antara Bidikmisi dan KIP-K? Well, tenang saja, gaes. Kata Prof. Ismunandar selaku Dirjen Belmawa, tidak ada perubahan yang signifikan antara program Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah ini. Hanya dari sisi nama saja dan lebih terintegrasi. Prinsipnya, pemerintah tetap memberikan bantuan dan menjamin siswa prestasi yang tidak mampu untuk bisa melanjutkan untuk kuliah.

Oyaa, buat siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi bisa mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program KIP-K atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (ADik) dengan terlebih dahulu mempelajari prosedur pendaftaran program KIP-K dan ADik yang bisa dilihat melalui laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id dan http://adik.kemdikbud.go.id.

***

Jadi, buat kamu yang bakal berjuang di SNMPTN, SBMPTN 2020 dan Seleksi Mandiri semangat, ya, gaes! Teruslah belajar dan pantang menyerah untuk mewujudkan impianmu!

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: oakland.edu)

LATEST COMMENT
Genius Revanza | 1 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Khusnul Khotimah Hamzah | 6 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©