Siap SNMPTN 2022: Pertanyaan yang Sering Muncul Soal SNMPTN

Dalam beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi SNMPTN 2022. Ya, inilah jalur seleksi PTN yang paling awal berlangsung adalah SNMPTN. Peminatnya pun cukup banyak. Jika kamu salah satu calon peserta SNMPTN, simak tanya-jawab seputar SNMPTN berikut ini.

  1. Apa beda SNMPTN dan SBMPTN?

Yang nanya seperti ini biasanya adalah orang tua, tante, atau kakak. SNMPTN dan SBMPTN adalah jalur yang berbeda. Sederhananya adalah SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya. Sementara SBMPTN adalah jalurseleksi dengan tes (Ujian Tertulis Berbasis Komputer/UTBK)

  1. Jika lulus SNMPTN 2022 tidak bisa ikut SBMPTN?

Ya, benar. Secara otomatis, peserta yang lolos SNMPTN 2022 nggak bisa mendaftar SBMPTN 2022, Bahkan jika aturan mainnya masih sama seperti tahun lalu, peserta yang lolos SNMPTN 2022 nggak bisa ikutan SBMPTN 2023 dan 2024.

  1. Bagaimana dengan kesempatan seleksi mandiri?

Tergantung kebijakan kampus yang dituju. Di Sebagian kampus, nggak ada halangan bagi yang lolos SNMPTN untuk ikut seleksi mandiri.

  1. Bagaimana kuota SNMPTN?

Minimal 20 persen, namun PTN boleh menambahkannya. IPB merupakan salah satu kampus yang memberikan porsi kuota SNMPTN yang besar.

  1. Apakah semua siswa bisa ikutan SNMPTN?

Tidak hanya siswa terbaik dari segi nilai, sesuai dengan kuota sekolah.

Untuk sekolah akreditasi A: 40 persen siswa terbaik

Akreditasi B: 25 persen terbaik

Akreditasi C dan lainnya: 5 persen

Jika termasuk, maka kamu akan menjadi peserta SNMPTN. Pesaingmu se-Indonesia, lho.

  1. Apa saja yang menjadi penilaian SNMPTN?

Yang utama adalah nilai rapor 6 mata pelajaran dan juga akreditasi/prestasi sekolah. Prestasi juga bisa diperhitungkan walau yang menjadi penilaian umumnya prestasi tingkat nasional/provinsi di bidang akademik. Selain itu, bisa juga kampus melihat performa mahasiswa yang berasal dari sekolahmu dan sudah kuliah di situ. Namun ini tergantung kebijakan masing-masing PTN, ya.

Adapula portofolio sebagai penilaian untuk prodi seni dan olahraga.

  1. Bagaimana jika belum ada alumni sekolah yang kuliah di prodi yang kita kehendaki?

Alumni bukanlah syarat. Bukan pula penilaian utama. Dari berbagai pengalaman, ada juga yang diterima SNMPTN walau tanpa alumni yang kuliah di situ.

  1. Apa yang terjadi jika diterima SNMPTN namun tidak diambil?

Berarti kursi prodi tersebut terbuang percuma. Kamu juga nggak bisa mendaftar SBMPTN (cek poin pertanyaan 2 dan 3).

  1. Jika ada alumni yang diterima SNMPTN namun tidak diambil, apakah sekolah akan di-black list?

Sejumlah PTN menyatakan tidak ada black list. Namun bisa saja mengurangi jumlah yang diterima dari sekolahmu.

  1. Bagaimana jika nggak memiliki prestasi?

Prestasi bukan syarat wajib. Di antara yang diterma, masih banyak kok yang nggak memiliki prestasi. Jadi, daftar saja.

  1. Jika nilai rapor selama semester 1-5 pernah mengalami penurunan, bagaimana peluangnya?

Sebaiknya memang nilai meningkat atau stabil. Namun jika sempat ada yang turun, tetap ada peluang lolos. Seberapa besar peluangnya? Tergantung prestasimu, keketatan persaingan, dan sebagainya. Keputusan akhir ada di tangan PTN.

  1. Apakah memilih PTN yang sama memperbesar peluang lolos SNMPTN?

Setahu kami yang menentukan adalah performa akademikmu dan sainganmu. Urutan pilihan menunjukkan prioritas, jika tidak lolos di pilihan pertama, akan diseleksi pada pilihan kedua. Memang sih, ada beberapa orang yang menerapkan strategi ini. Namun kami nggak melihat hubungan atara memilih PTN yang sama dengan peluang lolos.

Masih ada yang ingin ditanyakan? Langsung ketik pada kolom komen!

Sumber gambar: Pixabay

 

 

LATEST COMMENT
pipi | 1 jam yang lalu

Hai min! aku mau cerita. Dari beberapa poin di atas aku merasakan hal yang sama. Jujur, dulu aku termasuk orang yang ambis untuk masuk jurusan di rumpun kesehatan. Dari kelas 9 aku sudah memiliki plan untuk kuliah di jurusan gizi, tetapi seiring berjalannya waktu, aku memilih untuk mengambil jurusan…

Kamu Salah Ambil Jurusan Kuliah? Cek 15 Tanda Mahasiswa Salah Jurusan!
Yoga Sinaga | 12 jam yang lalu

keren! coba baca juga http://news.unair.ac.id/2021/02/10/tips-etika-berkomunikasi-digital/

20 Panduan dan Etika Mengirim Email Untuk Keperluan Akademis, Organisasi, Atau Kerja
Fatimah Ibtisam | 3 hari yang lalu

Hai Safiqah, untuk lebih jelasnya kamu bisa mengecek perguruan tinggi yang dituju. Secara umum, jika lewat jalur SBMPTN bisa saja.

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan, Yuk!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1