Tentang Kamera Analog dan Seni Menikmati Proses

Kalau kamu suka ‘nongkrong’ di instagram, kamu pasti pernah deh melihat satu atau dua postingan foto dengan efek filter vintage yang diberikan hashtag #35mm atau #indo35mm di bawahnya. Itu adalah hasil foto dari kamera analog atau yang juga dikenal dengan kamera film.

Apa sih kamera analog itu? Kenapa kamera lawas yang hits zaman ibu-bapak kita masih remaja dulu, sekarang nge-trend lagi di kalangan anak muda?

36 jepretan aja!

Secara umum kamera analog adalah kamera yang menggunakan media film untuk menangkap gambar, dan bukannya sensor digital serta memory card seperti kebanyakan kamera saat ini. Film tersebut berbentuk lembaran klise yang digulung ke dalam kanister atau roll. Untuk menggunakannya kamu cukup memasukkan roll tersebut ke dalam kamera analog dan memutar kokangnya. Dalam beberapa kamera, bahkan fungsi kokang tersebut sudah difasilitasi oleh motor otomatis, sehingga kamu bisa langsung jepret-jepret setelah loading film.

Nah, kalau 35mm sendiri merupakan jenis film yang umum digunakan pada kamera analog. Film ini memiliki area sensitif cahaya berukuran 24x36 mm, dan biasanya berisi 36 exposure. Ini artinya sekali loading, kamu hanya bisa 36 kali mengambil gambar. meski pada beberapa kamera kamu masih bisa menjepret hingga 2 atau 3 foto tambahan—jadi kamu bisa dapet sekitar 38 foto dalam sekali loading.

 

Kodak Colorplus 200, salahsatu merk roll film keluaran Kodak yang paling banyak dipakai para penggemar fotografi analog

Kok dikit banget fotonya? Justru itu yang membuat kamera analog jadi unik. Kamu harus pintar-pintar memilih objek apa yang sekiranya pantas untuk diabadikan dengan kameramu. Every shoot counts! Sayang ‘kan kalau kamu menghabiskan satu roll hanya untuk selfie-selfie di depan kaca? Kamu harus ingat, hasil foto dari kamera analog tuh nggak bisa dihapus lho, sob.

Yup, nggak seperti kamera digital yang hasilnya bisa langsung kamu lihat dan hapus sesuka hati, seluruh hasil foto analog akan tersimpan selamanya di lembar negatif film kamu. Kalau kamu mau melihat hasilnya, kamu harus melalui proses development foto yang nggak sebentar. Proses inilah yang seringkali disebut dengan proses pencucian film.

Foto-Cuci-Cetak-Scan-Upload

Jadi, setelah kamu selesai jepret-jepret, kamu harus membawa roll film-mu ke tempat cuci foto, dimana roll tersebut akan diproses dengan menggunakan serangkaian bahan kimia untuk bisa mengeluarkan gambarnya. Kamu juga punya kesabaran ekstra untuk menunggu selama kurang lebih 3 – 7 hari sampai seluruh fotomu tercuci dengan sempurna, dan jika kamu ingin memasukkannya ke instagram, hasil cucian foto tersebut harus di-scan terlebih dulu sebelum bisa kamu upload.

Ribet? Memang. Namun, keribetan inilah yang justru membuat hasil foto analog tampak lebih estetik dan punya ‘cerita’ tersendiri. Ya, proses panjang yang harus dilalui sebuah foto sebelum bisa kamu nikmati, membuat para fotografer analog harus benar-benar mempertimbangkan seluruh aspek dari objek yang akan difoto sebelum menekan tombol shutter.

Terus gimana dengan hasilnya? Kamu bisa lihat sendiri di bawah ini. Kece banget ‘kan?

Hasil foto yang estetik ditambah serunya menikmati proses, membuat kamera analog memiliki komunitas penggemar yang cukup solid lho! Terbukti dari jumlah postingan instagram dengan tagar #indo35mm yang sudah mencapai angka 179,519 post (9/15/2017). Beberapa public figure maupun influencer media sosial pun turut serta meramaikan trend ini, sebut saja fotografer dan penyanyi Tompi serta youtuber kondang Fathia Izzati aka Kittendust.

Meski belum sepenuhnya mampu menggeser popularitas kamera digital, tapi trend kamera analog ini bisa jadi angin segar di kalangan para pecinta fotografi. So, stay broke shoot film! Selamat berANALOGi!

Baca juga:

(sumber gambar: http://blog.xpertxone.com, http://walkens.com.au, dok. pribadi)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 16 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 19 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1