Kumpulan Kutipan Bijak Habibie Tentang Optimisme dalam Mengejar Cita-Cita

Siapa, sih, yang nggak kenal B.J Habibie? Bacharuddin Jusuf Habibie alias Eyang Habibie (biar ikrib) adalah Presiden Republik Indonesia ke-3 yang memiliki masa jabatan terpendek daripada Presiden RI lainnya, yakni kurang dari 2 tahun.

Eits, meskipun sangat singkat, Eyang Habibie nggak minim prestasi, lho. Sebelum menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, Eyang juga sempat mengemban tugas sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada tahun 1978-1998. Eyang pun sangat berkompeten dalam bidang teknologi, terutama teknik penerbangan yang pada saat itu (dan zaman now) tenaga ahlinya masih sangat langka di negara kita.

Nggak hanya dikenal baik di Indonesia, tapi nama Eyang Habibie sangat dikenal baik di penjuru dunia karena pencapaiannya. Makanya, nih, kamu yang sedang berjuang mencapai cita-cita wajib banget meneladani sosok Eyang Habibie yang super inspiratif dan mengilhami hal-hal positif yang yang ada pada diri Eyang—seperti kutipan bijak dari Beliau yang Youthmanual kurasi khusus untuk kamu di bawah ini.

 

“Ketika seseorang menghina kamu, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkanmu, bahkan ketika kamu tidak memikirkan mereka.”

Dalam kehidupan, terkadang adaaa aja orang-orang yang meremehkan dan menghinamu, bahkan ketika kamu sudah melakukan hal-hal yang benar menurutmu sekali pun.

It's okay, you don't have to be a people pleaser. Toh nantinya mereka bakal capek sendiri. Lebih baik, kamu fokus mencapai hal-hal baik, penuhi hari dengan produktivitas yang tinggi, bikin cita-citamu menjadi nyata. Waktumu terlalu berharga untuk menanggapi omong kosong mereka. Later, hater~

Eyang Habibie pun juga pernah diolok-olok oleh para seniornya di kampus dan tempat beliau bekerja saat di Jerman dahulu. Tapi, Eyang memilih untuk nggak menghiraukannya dan tetap fokus pada kewajiban yang harus beliau kerjakan dengan sungguh-sungguh. Di kemudian hari, akhirnya Eyang berhasil membuat para senior yang telah membullynya tercengang karena Eyang berhasil mengejar impian. Patut dicontoh banget, nih!

kutipan bijak bj habibie

 

“Pengalaman tidak bisa dipelajari, tetapi dilalui.”

Untuk menjadi orang yang bijaksana, ternyata nggak cukup hanya sekadar membaca ribuan buku dan tips mengenai cara menjadi orang yang bijak, gaes. Kamu harus terjun dan hanyut di dalam setiap pengalaman pahit di kehidupan nyata agar pengalaman tersebut dapat membuatmu lebih bijaksana.

Misalnya, jika kamu ingin menjadi seorang penulis yang hebat dan profesional, nggak cukup hanya dengan sekadar baca buku mengenai tips menulis dengan baik dan benar tanpa mempraktikkannya. Kamu tentu harus terjun langsung dalam dunia tulis-menulis dan ditempa di sana sampai menjadi penulis yang hebat. Nggak ada keberhasilan yang instan!

 

“Kegagalan hanya terjadi bila kamu menyerah.”

Kegagalan adalah bagian dari hidup yang nggak bisa kamu hindari. Dalam sebuah pertandingan, semua peserta pasti ingin menang. Tapi, apakah semua peserta tersebut pasti akan menjadi juara pertama dalam pertandingan yang sama? Nggak. Apakah semua orang sukses adalah orang yang selalu berhasil? Nggak.

Sosok sesukses Eyang Habibie pun pernah gagal. Tapi, apa yang membuat Beliau sukses adalah cara Beliau menyikapi kegagalan dengan lapang dada dan kembali bangkit berdiri untuk berusaha lagi. 

Ingat, kegagalan adalah kemenangan yang tertunda. Baik keberhasilan maupun kegagalan merupakan tanda bahwa kamu telah berjuang. Dalam sebuah perjuangan, akan selalu ada dua hasil akhir: gagal atau berhasil. Tapi, dalam henti di tengah perjuangan, hanya akan ada satu akhir: gagal. Pilihan ada di tanganmu, apakah kamu mau tetap berusaha atau menghentikan perjuanganmu di tengah jalan?

 

“Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar, tapi milik mereka yang senang berusaha.”

Eyang Habibie pernah berpendapat dalam sebuah wawancara: “Percuma Anda memiliki IQ tinggi, tapi pemalas."

Jleb!

Gaes, setinggi apapun kecerdasanmu, pencapaian sebuah cita-cita tetap membutuhkan banyak pengorbanan dan usaha yang totalitas. Lagipula, ketika kamu memasuki dunia kerja nanti, atasan atau mentormu mungkin bakal terkesan dan membutuhkan kecerdasan yang kamu miliki. Tapi, jangan sampai mereka jadi ilfeel kalau kamu nggak menunjukkan kecerdasanmu tersebut dengan berusaha sebaik mungkin menyelesaikan tugas yang ada dan malah bermalas-malasan.

 

“Jangan pernah berhenti meraih apa yang engkau impikan, meskipun hal yang kita inginkan masih jauh di depan mata.”

Gaes, kamu pernah nonton film biografinya Eyang Habibie yang berjudul Rudy Habibie?

Spoiler alert: dalam film tersebut, diceritakan setiap masalah yang Eyang harus hadapi selama beliau berkuliah di Jerman. Eyang sering menahan lapar karena kiriman uang dari Ibunya belum kunjung datang, karena saat itu sedang terjadi krisis ekonomi yang hebat di tanah air. Eyang pun sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman kerjanya. Tapi, Eyang menghadapi segala tantangan dan rintangan di hadapannya tanpa mengeluh karena Beliau selalu fokus pada impiannya.

Apa yang dilakuan Beliau sangat patut untuk kamu contoh. Jangan lembek! Nggak ada seorangpun yang akan berjanji padamu bahwa hidupmu akan damai dan tenteram tanpa badai yang siap menghadang. Tapi, selama hatimu tetap tulus, jalanmu lurus, dan kamu tetap bertekad untuk meraih impianmu, semua akan baik-baik saja.

 

“Hiduplah, seperti kamu akan mati besok. Berbahagialah, seperti kamu akan hidup selamanya.”

Anggaplah bahwa kamu—amit amit!—sudah nggak punya waktu untuk hidup lagi esok hari. Lalu, lakukanlah segala hal yang terbaik semaksimal mungkin di hari ini.  Ulangi terus setiap harinya, maka kamu akan terbiasa untuk menghargai setiap detik hidup yang Tuhan anugerahkan kepadamu, sehingga kamu nggak akan menyia-nyiakan sedetik pun untuk melakukan hal yang nggak berguna. Asedap.

Trus, kamu juga nggak boleh melenyapkan rasa gembira dan pikiran positif sekali pun keadaan sekitarmu membuatmu sangat gerah dan nggak nyaman. Perasaan tersebut akan membuatmu tetap semangat menjalani hidup. Bahkan, kamu bisa menularkan hal tersebut pada sekitarmu. Kalau kamu menjadi pribadi yang selalu bergembira dan mampu melihat hal positif dalam setiap kesempatan, pasti orang lain akan senang dan merasa damai berada di dekatmu. Keep smiling!

 

“Apabila kamu sudah memutuskan untuk menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Itu adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya.”

Sejak berkuliah di teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang, Eyang selalu konsisten menekuni ilmu dan mengasah kemampuannya pada bidang tersebut. Kenapa?

Gaes, konsistensi (plus pantang menyerah) dapat membuatmu lebih dekat dengan apa pun yang menjadi impianmu. Mau jadi seorang jurnalis? Teruslah mengasah minat dan kemampuanmu dalam bidang jurnalistik tanpa henti. Mau jadi atlet pemanah kelas dunia? Teruslah berlatih sampai kamu mampu berlaga di ajang internasional. Jangan berhenti!

Akan tetapi, fokus pada satu bidang bukan berarti kamu harus menutup dirimu dari hal-hal di luar bidang tersebut. Kamu tetap harus membuka dan menyaring hal-hal baru untuk menambah pengetahuan dan kemampuan, karena nggak ada salahnya menjadi orang yang jago dalam berbagai bidang.

kutipan bijak bj habibie

 

“Meraih masa depan yang cerah tidak akan didapat dengan mudah. Kamu harus mau berkorban untuk mendapatkan hal tersebut.”

Siapa bilang soal-soal ujian masuk PTN itu mudah? Siapa bilang untuk menjadi seorang jurnalis profesional seperti Najwa Shihab itu mudah? Siapa bilang untuk menjadi seorang penulis yang karyanya selalu berada di jajaran best seller seperti Dewi “Dee” Lestari itu gampang? Sekali lagi: nggak ada yang pernah bilang perjalanan meraih masa depan yang cerah bukanlah jalan yang mulus.

Banyak yang nggak tahu bahwa akan ada banyak pengorbanan yang harus dilakukan demi mengejar kesuksesan di masa depan. Agar bisa jadi seorang Sarjana berkualitas, saja, seorang mahasiswa harus mengorbankan waktu tidur dan kehidupan sosialnya selama mengerjakan skripsi dan tugas akhir.

Coba, deh, kamu korbankan sebagian besar waktu yang biasanya kamu habiskan hanya untuk memantau media sosial. Atau, coba korbankan jam-jam yang terlalu banyak kamu habiskan bersama teman-temanmu untuk sekadar haha-hihi tanpa tujuan. Sesekali boleh kok, main sosmed dan hangout bareng sahabat. Tapi jangan sampai lupa waktu dan prioritas utama, ya.

 

“Bertekadlah untuk menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan sekitar. Gunakan apa yang kamu punya untuk membantu sesama manusia.”

Sebanyak dan sehebat apa pun hal yang kamu miliki dan alami dalam hidupmu, nggak akan artinya jika kamu menyimpannya hanya untuk dirimu sendiri.

Mulai sekarang, belajarlah berbagi pada sekitarmu. Bukan, bukan berarti kamu harus berbagi uang jajajn sama teman-temanmu. Berbagi bisa dalam bentuk apa saja, termasuk ilmu yang telah kamu timba dan kemampuan yang telah sering kamu latih. Kamu bahkan bisa sekadar meluangkan waktumu untuk mendengarkan keluh kesah dari orang-orang yang sedang butuh didengar. Sharing is awesome!

 

“Jadilah pribadi yang selalu siap untuk menjalani setiap tantangan yang datang kepadamu.”

Untuk bisa lulus SD, SMP, dan SMA, kamu pastinya harus dinyatakan lulus dalam Ujian Nasional terlebih dahulu. Bener, nggak?

Begitu pula dalam kehidupan. Kamu hanya bisa mencapai level kehidupan yang lebih tinggi apabila kamu berhasil melewati satu ujian besar yang ada di depannya. Jika rintangan hidup menghadang jalanmu, pilihan tetap ada di tanganmu: mundur atau hadapi?

Gaes, kamu nggak harus mengikuti jejak Eyang Habibie, kok. Bukankah jalan hidup, minat, dan potensi setiap orang pasti berbeda-beda? Teladani saja sikap baik Eyang Habibie yang selalu siap menghadapi tantangan, pantang menyerah, dan selalu menjadi “mata air yang jernih” bagi sekitarnya.

Akhir kata, terima kasih banyak, Eyang Habibie. Jangan pernah lelah menginspirasi anak muda Indonesia.

(sumber: republika.com, okezone.com, tempo.co)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 4 hari yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1