10 Hal yang Paling Bikin Kangen dari Universitas Indonesia

Kuliah di perguruan tinggi yang katanya terbaik di Indonesia ini ternyata berbahaya, lho! Bahayanya adalah bikin susah move on. Soalnya lebih ngangenin daripada kisah manis sama mantan, sih.

Ini, nih, 10 hal yang paling bikin kangen dari Universitas Indonesia. Untuk alumni UI, pasti ngerasain hal yang sama. Sedangkan untuk yang masih kuliah UI, puas-puasin, deh, menikmati kampus tercinta.

1. Jakun alias Jaket Kuning.
Tau, dong, jaket almamater UI yang berwarna kuning nge-jreng itu? Sampai-sampai semboyan anak UI aja berbunyi, “We are the yellow jackets!”

Kalau bukan jakun, kayaknya saya bakal ogah, deh, pake jaket warna “silau” begitu. Tapi berhubung jakun adalah jaket universitas idaman saya, saya malah pengen pake jakun setiap hari. Kalau perlu, dipakai saat jalan-jalan sore di komplek rumah, sekalian tebar pesona sama (mamanya) tetangga kecengan. Orang tua mana, sih, yang nggak mau punya mantu anak UI?!

youthmanual Universitas Indonesia

Selain dipakai di acara kampus maupun luar kampus, jaket kuning juga sering dijadikan “kostum” foto. Siapa, coba, anak UI yang nggak pernah foto pake jakun?

Sayangnya, saat udah lulus, jaket keramat ini jadi nganggur. Nggak mungkin lah, dipake ke kantor atau pas jalan-jalan, nanti dikira petugas partai. Hiiiy!

2. Bus Kuning.
Kampus UI itu luas buanget, lho, yaitu sekitar 320 hektar. Dua setengah kali luas seluruh area Gelora Bung Karno di Jakarta!

Tapi di sisi lain, luasnya lahan UI ini bikin kita capek kalau mau muter-muter. Bayangin kalau kamu anak Fakultas Teknik yang mau ke Perpustakaan Pusat, tapi musti jemput pacar dulu di Fakultas MIPA. Mau jalan kaki aja? Bisa! Bisa bikin betis berkonde.

Oleh karena itu, UI menyediakan bis kuning (bikun) sebagai moda transportasi internal. Setiap hari, bikun akan memutari kawasan UI seharian.

Biasanya, sih, ada aja maba (mahasiswa baru) yang naik bikun muter-muter kampus. Nggak tau karena sedang mempelajari kawasan UI, atau memang hepi aja jalan-jalan naik bis gratis. Hadeeeh, serasa lagi naik wahana wisata kali, ya?

youthmanual universitas Indonesia

Ada dua hal yang harus kamu tau dan ingat soal bis kuning UI ini.

Pertama, ia berhenti di setiap halte fakultas. Jadi plis banget, jangan ngetok-ngetok atap bis untuk memberitahu sopir bis kalau kamu mau turun.

Kedua, bikun ini gratis. Jadi kalau mau turun bis, jangan nyari kenek untuk bayar, ya. Malu, sob!

3. Danau Cinta.
Mungkin UI adalah satu-satunya universitas yang punya danau besar di dalam kawasannya. Makanya, danau ini menjadi salah satu ikon unofficial Universitas Indonesia. Tapi harus diingat, gaes, pinggir danau UI ini BUKAN tempat pacaran kayak di FTV-FTV. Ada aja, sih, oknum maz-maz dan mbak-mbak yang suka mojok di sana, tapi biasanya mereka bukan anak UI.  

Mahasiswa UI sendiri jarang, sih, hang out di tepi danau. Tapi anak UI pasti pernah, lah, sekali dua kali piknik atau duduk-duduk santai di pinggir danau.

4. Perpustakaan.
Anak UI boleh bangga, karena sejauh ini, perpustakaan pusat UI adalah perpustakaan universitas terkeren dan terlengkap di Indonesia. Ihiy! Makanya, foto-foto di perpustakaan pusat UI untuk lalu dipajang di medsos itu wajib! (kalau baca buku perpustakaannya, sih, belum tentyu).

youthmanual UI

5. Acara Kampus.
Study hard, play hard!” kayaknya motto yang pas buat anak UI. Soalnya, selain rajin belajar, agenda yang penting bagi mahasiswa UI adalah menggelar event. Setiap fakultas—bahkan setiap jurusan—punya event rutinnya masing-masing, seperti festival Jazz Goes to Campus di Fakultas Ekonomi, pertunjukan teater di Sastra, acara musik di jurusan Vokasi, acara bedah film di FISIP, dan sebagainya.

youthmanual UI

Asyiknya, event-event fakultas ini biasanya terbuka untuk anak-anak fakultas lain. Bisa jadi ajang nyari gebetan banget!

6. Manusia yang Beragam Kecenya.
Mahasiswa UI—yang jumlahnya mencapai 47 ribu orang dari 291 program studi—itu heterogen dan unik-unik sekali, lho. Di UI, ada menemukan bermacam manusia keren, kadang agak tengil, sedikit jenaka, lumayan garing, tapi ngangenin.

youthmanual ui

Kamu tau dong, ya, ada ratusan public figure Indonesia yang merupakan alumni UI. Nggak usah bicara soal pebisnis atau politikus, deh. Alumni artisnya aja ada banyak banget, mulai dari kelompok legendaris Warkop DKI, Dian Sastrowardoyo, Kamga, sampai Andien. Beragam banget, ‘kan?

7. Jajanan Murah Meriah
Ini dia, nih, salah satu hal yang paling ngangenin dari UI! Di sini, duit Rp50,000 kayaknya bisa nggak abis-abis buat jajan di kampus. Apalagi kalau buat jajan es teh manis. Bisa beli sampai kembung, sob! Biar kembung, tapi berasa jadi horang kayah.

Soal tempat jajan, mahasiswa UI seringkali makan lintas kantin di berbagai fakultas. Lumayan, lah, ya, bisa icip-icip menu baru sambil cuci mata. Tapi jangan lupa cuci tangan!

8. Kober-Kukusan-Pocin-Depok
Anak UI itu pasti sering beredar di kawasan Kober, Kukusan, Pondok Cina, dan seputaran Depok. Soalnya, meskipun kadang penuh dengan manusia bak pasar menjelang Lebaran, kawasan ini sangat student-friendly.

youthmanual UI

Bayangin aja, di kawasan ini ada banyak kosan mahasiswa, warung makan harga mahasiswa, kafe a la mahasiswa, warnet, pusat stationery, toko perlengkapan kuliah bahkan toko buku second murah meriah. Bahkan ada banyak salon dan studio foto dengan harga paket khusus mahasiswa. Gokil, sob! Pokoknya daerah ini khas mahasiswa banget, deh, dan pastinya merupakan salah satu kawasan nostalgia anak UI.

9. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 
Pilihan UKM UI asik-asik, lho, sob! Ada radio kampus RTC UI FM, klub olahraga, Mapala UI (pecinta alam), juga UKM-UKM yang sering dikirim keluar negeri seperti Liga Tari, Paragita (paduan suara) dan English Debate Society.

Selain untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif, gabung dengan UKM juga bisa memperluas pergaulan, apalagi anggota UKM biasanya ikrib bener, kayak kakak-adek (kakak-adek-zoned dong? Kacian!), sehingga setelah lulus pun mereka masih suka ngarep ngumpul. Bikin kangen! 

10. Momen-Momen di Balairung 
“Universitas Indonesia, uuuniversitas kami… ibukota negara, pusat ilmu budaya bangsa!” begitulah sepenggal lirik lagu Mars UI. Merinding, deh, rasanya mendengar dan menyenandungkan lagu ini bersama ribuan anak UI lainnya di Balairung, aula super gede yang biasa digunakan untuk wisuda UI.

Momen mengharukan di Balairung ini minimal dirasakan oleh anak UI sebanyak dua kali, yaitu saat jadi mahasiswa baru—karena mahasiswa baru diwajibkan ikut paduan suara untuk acara wisuda—dan saat diwisuda beneran nanti. Waktu jadi anak baru, ikut paduan suara begitu mungkin bikin males, apalagi jadi wajib latihan paduan suara di Balairung selama seminggu penuh. Tapi momen ini bakal berkesan dan ngangenin banget, lho. Percaya, lah, sama kakak!

***

Kamu punya hal ngangenin lainnya dari UI? Atau kampus kamu ternyata lebih ngangenin dibanding UI? Boleh dong, bagi-bagi infonya di kolom komen. Jangan pelit ah, nanti susah jodoh! #eh

(sumber gambar: Liputan 6, Universitas Indonesia, Pendidikan Indonesia, Kata Riau, Panduan Wisata, Wikimedia, Berita Satu, Anak UI, Dok. Nasya, RAN for Your Life, Foody.id)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1