Cerita Soal Rasa Bersyukur dan Rasa Berbangga Diri
- Nov 08, 2015
- Youthmanual
Oleh Hanifa Ambadar, co-founder dan CEO dari Female Daily Network, sebuah perusahaan online yang fokus kepada dunia wanita, terutama parenting dan kecantikan.
Minggu lalu, ceritanya kami mewawancara sejumlah kandidat pegawai untuk beberapa posisi di kantor kami.
Biasanya, kami memang selalu melakukan wawancara back-to-back, alias langsung mewawancara sejumlah kandidat berturut-turut. Kecuali kalau yang diwawancara adalah kandidat untuk posisi level direktur, sih. Untuk kandidat direktur, umumnya kami melakukan pendekatan yang lebih personal.
Anyway, para kandidat yang kami wawancara tentunya punya beragam karakter dan kepribadian, dan biasanya, cuma dari 5 menit pertama ngobrol aja, saya sudah bisa tahu, seorang kandidat cocok untuk kami hire atau enggak. Bahkan seringkali, di akhir sesi wawancara, saya langsung bilang ke kandidat yang nggak cocok bahwa mereka nggak akan di-follow up.
Nggak bermaksud kejam, sih, tapi supaya efisien aja. Daripada nggak dikasih kepastian sekian lama, ‘kan lebih baik langsung kami beri konfirmasi. Saya pun nggak merasa bersalah atau “nggak enak”, karena seusai wawancara, para kandidat jadi nggak meninggalkan kantor kami dengan harapan palsu.
Saat sesi wawancara minggu lalu berlangsung, saya agak kaget karena salah satu kandidatnya ternyata disabled. Dia memiliki cacat fisik dan kesulitan berbicara, sehingga omongannya susah dipahami kata per kata. Tetapi pengalaman dan kualifikasi berdasarkan berkas lamarannya bagus, makanya dia kami undang wawancara.
Saya diam-diam penasaran, apakah dia terlahir dengan kondisi tersebut, atau apakah cacatnya disebabkan oleh suatu hal yang baru-baru saja terjadi?
Ah, apapun itu, pencapaian-pencapaian kandidat ini keren sekali, kok. Dan yang lebih keren lagi, selama wawancara, dia sama sekali nggak membahas keterbatasannya. Dia bahkan nggak menyinggung soal cacatnya di berkas lamarannya. Dia hanya datang dengan penuh semangat dan antusiasme dalam menyambut tantangan. Selama wawancara, dia pun berbagi pengalaman-pengalaman hidupnya dengan bangga.
Di sisi lain, kandidat yang kami wawancara berikutnya adalah seorang perempuan muda yang kelihatan oke berdasarkan berkas lamarannya. Dia punya gelar Sarjana dan Pascasarjana dari luar negeri, dan baru saja mulai kerja di sebuah perusahaan, tetapi sedang mencari kesempatan kerja lain (termasuk di perusahaan kami) karena dia kepengen…. enggg… ngantor lebih dekat dari rumahnya.
Padahal lokasi kantornya yang sekarang juga nggak jauh dari kantor kami, lho.
Yang lebih nyebelin, dia nggak paham apa-apa soal Female Daily Network, dan malah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bikin ilfil, seperti “Nanti kerjaan saya bakal multitasking nggak, sih? Seberapa multitasking?”. Arghhh! Dalam 5 menit pertama wawancara aja, saya diam-diam sudah memutuskan nggak mau meng-hire-nya.
Sayang banget, lho, kalau ada orang yang punya banyak privilege atau peluang hidup, tetapi nggak dimanfaatkan untuk kebaikannya sendiri. Dan yang lebih menyebalkan lagi, kalau orang-orang seperti itu punya rasa self-entitlement alias berbangga diri dan merasa berhak mendapatkan ini-itu, padahal mereka belum membuktikan prestasi mereka.
Begitulah sepenggal pengalaman pribadi saya dalam menghadapi dua individu yang sangat berbeda. Yang satu rendah hati dan penuh rasa syukur, sementara yang satu lagi penuh dengan sikap self-entitlement dan kelihatannya selalu meremehkan banyak hal.
Nggak perlu saya tanya lagi ‘kan ya, kamu seharusnya jadi pribadi yang mana?
(sumber gambar: Motivational Memo, CNN, The Daily Quotes)
Kategori
gimana? udh wisuda?
Ciri-Ciri Proposal Skripsi yang Baik dan Berkualitas (dan Nggak Bakal Bikin Kamu Dibantai Dosen Penguji)ka mau tanya kalo dari smk keehatan apa bisa ngambil kedokteran hewan?
Mengenal Lebih Dekat Dengan Program Studi Kedokteran HewanKak, ada ga univ yang punya jurusan khusus baking and pastry aja?
5 Program Studi yang Cocok Buat Kamu yang Suka Makanansemangat terusss https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagussemoga selalu bermanfaat kontennya https://sosiologi.fish.unesa.ac.id/
5 Jurusan yang Diremehkan, Tetapi, Memiliki Prospek Kerja yang Bagus