10 Tips Mencari Teman dan Kenalan Baru, Kalau Kamu Seorang Introvert

Mungkin kamu sudah sering banget mendengar masukan atau nasehat, bahwa networking—atau punya banyak teman/kenalan—ada banyak keuntungannya.

Masalahnya, networking atau cari banyak teman, tuh, nggak gampang dilakukan, kalau kamu seorang introvert. Benar nggak? Sementara kalau rasa “malas bergaul” atau “malas basa-basi” diturutin terus, kapan kamu bisa punya network atau #SquadGoals yang oke?

Gimanapun juga, teman adalah unsur penting dalam hidup. Bukan hanya sebagai “networking” yang akan mempermulus perkuliahan atau karier kamu, lho! Tetapi juga sebagai tempat berbagi suka-duka dan teman ketawa-ketawa. Pokoknya rugi banget, deh, kalau kamu nggak punya support system yang solid.

Nah, buat kamu para introvertseperti saya, lho—berikut adalah hal-hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menjalin pertemanan.

1. Ikut nongkrong dengan teman-temannya temanmu

Kalau kamu nggak nyaman untuk terjun ke “kelompok pergaulan” baru sendiran, paling enak kalau bisa “nebeng” teman.

Ikutlah dengan teman yang sudah akrab dengan kamu, dan kenalanlah dengan teman-temannya. Ikutan aja nongkrong bareng. Syukur-syukur kamu cocok, dan akhirnya bisa terus berteman dengan mereka.

2. Cari komunitas baru

Tulis lima tempat dimana kira-kira kamu bisa ketemu dengan orang-orang baru yang punya minat yang sama denganmu, trus hadirilah dengan rutin. Misalnya, komunitas lari pagi (kalau kamu suka olahraga lagi), tim futsal kampus, UKM, komunitas di forum internet, klub sinema, klub buku, dan sebagainya.

Saya sendiri punya beberapa sahabat, dan kami ketemu di dunia blog, karena kami semua sama-sama suka nge-blog. Kita akhirnya nge-geng selama 4-5 tahun, sampai sekarang.

3. Jangan “judes”

Kalau kamu sudah bergabung ke sebuah komunitas atau lingkungan baru, usahakan untuk bersikap ramah dan terbuka, ya. Kalau ada yang senyum sama kamu, senyum balik. Kalau ada yang nanya-nanya sama kamu, jawab sebaiknya.

Memang, nggak semua orang berniat balik. Kalau kamu cewek, mungkin ada aja cowok yang senyum-senyum ke kamu karena pengen ngegodain. Tapi nggak semua orang begitu, kok. Ada aja orang-orang bersikap baik karena memang ingin mengenalmu.

4. Belajar untuk “tahan” basa-basi

Saya tahu, sih, biasanya orang introvert nggak tahan terlalu lama atau terlalu sering ngobrol basa-basi. Tapi yang namanya memulai pertemanan, pasti harus dimulai dari ngobrol-ngobrol kecil dulu.

5. Kalau grogi, nggak usah banyak bicara. Banyak mendengar aja!

Kalau baru kenalan dengan seseorang, seorang introvert agak susah untuk banyak bicara. Bisa bikin nerfes! Namun supaya pembicarannya nggak “mati”, coba aja sering-sering bertanya kepada lawan bicara kamu, khususnya tentang diri dan minatnya.

Misalnya, kalau kamu lihat dia pakai baju bola tim tertentu, “Suka bola, ya? Nonton pertandingan xxx nggak minggu lalu? Gimana tuh, menurut lo?” Trus, tanya-tanya juga, deh, tentang tim favorit mereka. Makanya wawasan umum kamu juga harus luas, ya.

Tujuannya adalah supaya kamu nggak perlu banyak bicara tentang diri kamu sendiri. Cukup jadi pendengar yang baik aja.

6. Jangan memaksakan diri

Siapa bilang, bergaul itu harus berjam-jam? Nggak, lah. Kamu boleh banget nongkrong di suatu komunitas atau event selama 1-2 jam aja. Kalau merasa sudah cukup, silahkan pulang. Jangan maksain diri tersiksa demi, misalnya, nungguin teman.

Bersosialisasi itu nggak selalu gampang untuk orang introvert. Prinsipnya, lakukan selama dan sebisa kamu aja, namun dengan rutin.

7. Aktiflah berinteraksi secara online

God bless internet! Bagi seorang introvert, fasilitas internet memang perlu disyukuri banget, deh. Soalnya, berbicara dengan orang secara langsung bisa terasa mengintimidasi, makanya chat group atau media sosial bisa jadi andalan kamu untuk “bersosialisasi”. Maka walaupun aslinya kamu jarang keluar, coba mantapkan, deh, kehadiran online kamu. Aktiflah di chat group dan media sosial, jadilah kepribadian yang hangat dan seru di sana, asalkan jangan jadi gengges, ya.

8. Cobalah untuk open-minded

Saya paham, orang introvert biasanya observant banget. Suka mengamati berbagai hal dan beragam orang, trus diam-diam komentar dalam hati, hihihi.

Tapi coba, deh, untuk nggak (terlalu) judgmental terhadap orang lain. Kamu nggak tahu, lho, apa yang sedang dialami orang-orang tersebut.

Kalau kamu ingin memperluas pergaulan, penting untuk punya pemikiran terbuka alias open-mind.

9. Sabar, sob!

Pertemanan nggak bisa tercipta dengan instan, lho. Jadi jangan, ya, stress kalau kamu merasa lingkungan pergaulan belum meluas juga. Jangan lupa, hubungan pertemanan yang solid perlu waktu untuk terbentuk.

Kamu juga nggak bisa memaksakan diri sendiri punya teman, kalau kamu nggak tulus dan benar-benar klop dengan orang-orangnya. Intinya, kalau kamu nggak sreg dengan kenalan-kenalan baru kamu, jangan dipaksakan jadi sahabat.

10. Jaga pertemanan lama

Yang paling penting, kalau sudah punya teman baru, teman lama jangan dilupakan, ya!

(sumber gambar: thesecretyumiverse.wonderhowto.com, soyjoy.co.id, shedoesthecity.com, hipwee.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 16 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 19 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1