Panduan Bisnis Jastip Untuk Pemula

Pengin jalan-jalan sekaligus menghasilkan uang? Bisnis jastip atau jasa titip bisa jadi pilihan. Jastip adalah membelikan barang atau produk tertentu dengan tambahan “ongkos” jasa titip atau bisa juga diartikan jualan produk dari brand atau penjual lain. Sejalan dengan kata "titip" biasanya barang yang dijual berada di tempat yang jauh atau nggak mudah diakses pembeli. Nah, simak serba-serbi serta tip berbisnis Jastip.

Barang yang potensial dijual

* Produk khas di tempat tersebut. Misalnya, kain jumputan, makanan kering, sambal khas, sandal manik-manik, dan lainnya.

* Brand/barang yang nggak ada di tempatmu/tempat pembeli. Contoh, kamu pergi ke tempat yang ada gerai makeup/mainan yang belum ada di negaramu atau kotamu   

* Barang yang sale/promo/lebih murah di daerah lain, tapi tidak promo/lebih mahal di tempat pembeli. Misalnya, produk makeup Korea jauh lebih murah di Korsel daripada di Indonesia. Atau membeli barang di momem diskon, seperti Jakarta Great Sale, Singapore Great, dan bazar buku.  

* Produk/barang random yang menarik, dan belum tentu ada di tempat lain. Misalnya, kamu ke street market setempat dan menemukan barang yang bagus dengan harga oke.

Informasi barang jastip

1. Ketahui informasi detail mengenai barang. Seperti nama serinya, spesifikasi, jumlahnya/besarnya/banyak isinya, warna, dan lain sebagainya. Info ini penting bagi calon pembeli.

2. Akan jadi poin plus jika kamu memiliki pengetahuan mengenai produk yang mau dijual/di”jastip”kan. Bisa diperoleh dari pengalaman, riset kecil-kecilan, atau menanyakan infonya ke pramuniaga. Misalnya, produk favorit, yang terbuat dari bahan tertentu, dan lain sebagainya.

3. Ada juga pembeli yang request barang. Tanyakan spesifikasi barang tersebut dengan detail pada si calon pembeli. Gimana kalau nggak ada? Jangan langsung menyerah. Tunjukkan produk yang mirip atau beda warna. Siapa tahu dia tertarik.

4. Jika barang yang dicari belum ditemukan, bisa juga mencoba di cabang lain. Agak effort sih, ehehehe.

5. Catat/foto harga asli barang, supaya kamu nggak salah menaruh harga. Cara menetapkan harga bisa kamu cek di bawah.

Foto

1. Foto WAJIB menarik.

2. Kalau foto kamu kurang oke, bisa ambil foto produk tersebut dari website atau akun IG resmi.

3. Sebelum mengambil gambar di gerai jualan, pastikan di situ boleh memotret. Jangan sampai gergara jastip, kamu berurusan sama pihak keamanan setempat. Jika memang nggak boleh foto, lakukan trik pada poin 2.

4. Jika mengandalkan hape untuk foto, perhatikan kualitas foto dan warnanya. Jangan blur atau tampilan warna sangat beda dari aslinya.

5. Untuk beberapa barang yang boleh dicoba, bisa dikenakan sambil difoto. Biar lebih jelas jatuhnya. Misalnya, seberapa panjang baju, apakah kerahnya lebar, dan lainnya.

Harga

1. Besarnya, bisa beragam, tergantung si pebisnis jastip. Namun yang perlu jadi petimbanganmu adalah:

a. Ongkos. Termasuk ongkos mencari dan membeli barang (yang kadang bisa bolak-balik atau hunting ke beberapa tempat), ongkos tiket kendaraan dari dan menuju kotamu, ongkos membawa barang (jika ada).

b. Biaya tambahan saat mencari barang, seperti makan, minum, dan parkir.

c. Biaya cukai/pajak (jika ada).

d. Biaya membungkus/membawa barang. Biasanya semakin berat dan rentan barangnya maka kesulitan serta ongkos membawanya makin tinggi.

2. Kamu bisa:

a. Menaruh harga yang sudah termasuk jastip. Contoh, sepatu basket Rp575.000 sudah termasuk jastip

b. Menaruh harga barang plus harga jastip. Contohnya, sepatu basket 525.000, ditambah biaya jastip sepatu Rp50.000

c. Mematok jastip dari presentase belanja, misalnya 10 persen. Contohnya, sepatu basket 525.000, ditambah jastip 10 persen Rp52.500

3. Jelaskan  apakah harga sudah termasuk ongkir (ongkos kirim ke rumah pembeli) atau belum. Jika ada dropship (tempat menaruh barang yang bisa diambil pembeli jika tidak mau dikirim). Boleh aja lho, dropship di rumahmu. Pastikan barangnya siap ketika pembeli datang, lho.

Menjaring pembeli

 1. Untuk promo dan memberikan informasi pada pembeli bisa dilakukan dengan cara:

a. Update di media sosial, seperti status  dan story Instagram, Facebook, status whatsapp, dan lainnya.

b. DM, broadcast message, atau promosi ke WhatsApp group. Tapi dilihat situasi dan kondisinya ya. Jangan bikin orang terganggu, seperti terus menerus DM/broadcast promo barang (padahal nggak diminta). Atau promosi di Whatsapp yang formal membahas pekerjaan. Nggak etis, ah!

c. Bikin WAG khusus untuk yang tertarik dengan jastipmu. Di situ, kamu bebas post foto barang dan promosi sebanyak-banyaknya.

 2. Sebelum pergi jastip, sebaiknya kamu bikin pengumuman, supaya calon pembeli bisa follow, request barang, dan lainnya. Beritahukan daerah/pusat belanja/brand yang dituju.

3. Kamu bisa menyesuaikan barang dan cara promosi dengan calon pembeli. Misalnya, di grup para tante dan om, kamu bisa memilihkan barang yang sesuai dengan usianya, atau barang untuk anak mereka. Tentu ada perbedaannya, ya.

4. Jelaskan ketentuan jastipmu, seperti soal harga (baca poin di atas), perkiraan barang sampai, ongkir, pembayaran (lebih enak sih, pembeli diharuskan transfer sebelum barang dibeli), dan lainnya.

Menghadapi pembeli

1. Santuy menghadapi komentar yang mengetes kesabaran. Contohnya:

a. Kok, mahal banget, sih?

b. Nggak usah pake tambahan biaya jastip deh.

c. Segini aja ya harganya? Mau ambil 2 nih *nawar setengah harga*

d. Kok transfer ke bank X? Kenapa nggak ke Z? Kok nggak ada akun di online market?

Yha, gimana ya. Ini sebenarnya kurang penting juga. Hadapi dengan sopan. Orang lain boleh punya pendapat. Tapi kita juga berhak menetapkan harga/penawaran.

2. Jelaskan kondisi barang dengan jujur dan detil, terutama jika ada kekurangan/sesuatu yang beda. Contoh, sepatu/jam tanpa boks. Atau baju ada sedikit noda/cacat, dll. Ini membutuhkan ketelitian.

3. Perlu diberikan batas waktu untuk memesan. Jangan sampai kamu sudah dua hari ke toko sepatu, eh si calon pembeli malah memesan besok lusanya pas kamu sudah pergi ke tempat lain. Capek deh!

4. Layani pertanyaan calon pembeli. Termasuk juga tipe pembeli yang "cerewet" atau banyak mau.

5. Berbesar hati jika dikomplen soal kualitas barang yang sudah dibeli. Jika salah, akui dan tanggung jawab.

6. Jalin hubungan baik dengan pembeli. Supaya ke depannya mereka bisa beli lagi ke kamu, bahkan jadi langganan.

Tip lainnya

1. Cek-ricek barang dengan teliti.

2. Biasanya kamu perlu dua kali (atau lebih) mengunjungi tempat belanja. Pertama untuk survei dan foto barang. Kemudian, kunjungan berikutnya untuk membelikan pesanan.  Nah, atur waktu dan energimu, ya.

3. Barang yang kemasannya memakan tempat sebaiknya dibawa tanpa kemasan/boks. Namun, pastikan barang tersebut nggak tergores/rusak ya.

4. Bangun hubungan yang baik dengan penjual. Apalagi kalau mereka adalah produsen Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan produk unik. Jika ada produk baru di kemudian hari, kamu akan mendapat info lebih awal.  

5. Luangkan waktu untuk menyusun dan memasukkan barang jastip.

6. Jika kamu berniat untuk liburan juga (disamping jastip), bikin itinerary dan buat jadwal. Supaya kedua agenda tersebut (bisnis dan liburan) terlaksana dan nggak bentrok. Kalau nggak punya rencana jelas, ambyar deh liburanmu.

7. Jangan sungkan bertanya ke orang yang berpengalaman jastip, terutama yang menjual barang yang mirip seperti kamu atau belanja ke daerah/kota yang kamu kunjungi.

8. Selain dapat keuntungan, dari jastip kamu bisa mendapatkan pengalaman dan mengasah skill, seperti semangat kewirausahaan, kemampuan pemasaran, kreativitas, hingga skill komunikasi, kolaborasi, dan negosiasi. Manfaatkan deh, kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri.   

9. Riset sebelum melakukan jastip juga penting. Ini menentukan tempat yang akan dituju dan barang yang ingin dijual. Kamu juga bisa tahu mana saja brand/barang yang sedang sale atau mengeluarkan koleksi khusus.

(sumber gambar: Kaboompics .com from Pexels)

LATEST COMMENT
Hikma Rizkia | 16 jam yang lalu

Di UGM namanya Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan kak

Mengenal Lebih Dekat Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
rahadyan fajar harris | 1 hari yang lalu

FH UNAIR nilai 598 kemaren masih bisa masuk kok lewat sbmptn

Cek Passing Grade Skor UTBK Prodi Hukum pada SBMPTN
Demas Reyhan Adritama | 2 hari yang lalu

Setiap tahun berbeda, tergantung kebutuhan

Bercita-Cita Menjadi Polisi? Simak Cara dan Persyaratannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©