Tips Berpakaian Untuk Wawancara Kerja di Berbagai Industri

Menjelang wawancara kerja, pasti kamu akan mempersiapkan diri semaksimal mungkin agar tampil prima di depan pewawancara, mulai dari merancang jawaban sakti mandraguna sampai melakukan simulasi wawancara di depan cermin. Tapi ada satu hal yang seringkali terlupakan—di hari H nanti, sebaiknya pakai baju apa, ya?

Suka atau nggak, gaya berpakaian kamu saat wawancara kerja mempengaruhi pertimbangan si pewawancara dalam merekrut kamu. Apalagi belakangan ini, ada banyak banget jenis industri kerja dengan budaya perusahaan yang berbeda-beda, sehingga dresscode pekerjanya pun berbeda-beda. Mungkin kamu nggak bisa benar-benar tahu budaya kerja suatu perusahaan sebelum kamu “masuk” ke dalamnya, but at least you know how the industry works, right? Nah, supaya si pewawancara yakin kamu cocok bekerja di perusahaan mereka, simak tips berpakaian untuk wawancara kerja di berbagai industri berikut ini!

Industri kreatif

Contoh pekerjaan: penulis online media (content writer), editor, editor foto, desainer grafis, fashion editor, stylist

industri kreatif

Karena cakupan industri kreatif sangat luas, coba lihat dulu bidang pekerjaan yang kamu lamar. Jika pekerjaannya melibatkan creative skill, lebih baik kamu berpakaian dengan gaya business casual seperti kemeja atau blus, denim berwarna gelap, sweater/cardigan dan sepatu tertutup. Kamu nggak perlu “mengekspresikan kepribadian” kamu secara berlebihan, karena si pewawancara bakal lebih fokus kepada kenyamanan dan gerak-gerik kamu.

Contoh lain, kalau kamu melamar kerja di industri yang berhubungan dengan fashion, bukan berarti kamu harus datang wawancara dengan gaya yang super-mega-fashionable. Ingat, gaes, kamu mau wawancara kerja, bukan mau konser bareng Lady Gaga. Cukup kenakan satu aksesoris sebagai fashion statement untuk menunjukkan bahwa kamu punya selera bagus. Perhatian si pewawancara harus tertuju ke kamu, bukan kostum pakaian kamu.

Industri client-based

Contoh pekerjaan: tenaga pemasaran, hubungan masyarakat, tenaga hukum, konsultan, sales

industri client based

Kalau kamu melamar pekerjaan yang mengharuskan kamu untuk berhadapan langsung dengan klien, berpakaianlah dengan profesional tapi nggak membosankan. Blazer akan menjadi penyelamat hidup kamu, sob! Dengan blazer, penampilan kamu bakal selalu terlihat apik dan presentable (asal jangan dipasangkan dengan kaos buluk dan celana piyama, ya). Selain itu, mau nggak mau, kamu juga harus pintar merawat diri agar “enak dilihat” oleh para klien.

Industri finansial

Contoh pekerjaan: bankir, akuntan, tenaga asuransi, broker, stock analyst

industri finansial

Di industri finansial, budaya korporat masih sangat kental. Masih nggak berubah, lah, dari dulu! Dengan demikian, penampilan kamu harus mencerminkan profesionalisme kamu juga. Datanglah ke wawancara kerja dengan gaya konservatif klasik, misalnya dengan pantsuit berwarna gelap, kemeja, dan sepatu tertutup. Untuk perempuan, blouse dan celana/rok bahan berwarna gelap sudah cukup mewakili profesionalisme kamu. Hindari pakaian bermotif heboh atau berwarna gonjreng ala pakaian Derek Zoolander. It’s a big no-no!

Industri teknologi/start-up

Contoh pekerjaan: web developer, UI designer, coder, product manager, content stategist

industri tech/startup

Industri teknologi dan start-up umumnya dipenuhi oleh anak muda yang punya sikap lebih santai. Tapi bukan berarti kamu bisa datang ke wawancara kerja dengan gaya hipster. Kamu bisa aja berpakaian santai, tapi tetap harus mengesankan bahwa kamu “niat” kerja di sana, misalnya, denim berwarna gelap dan kemeja kasual. Jangan overdressed atau berpakaian terlalu resmi ya, gaes. Takutnya si pewawancara malah merasa kamu nggak mengerti dengan budaya perusahaan mereka yang luwes!

***

The point is, kenali dulu budaya dan etika perusahaan incaran kamu, sebelum kamu memutuskan mau pakai apa untuk wawancara kerja dengan mereka. Kalau bingung atau ragu, kamu juga bisa menanyakan dresscode untuk wawancara kerja ini kepada pihak perusahaan. Namun yang paling penting, kenakan pakaian yang nyaman, ya, supaya kamu tetap konsentrasi dalam menjawab jebakan betmen pertanyaan-pertanyaan wawancaranya.

Good luck!

(sumber gambar: ytimg.com, businessinsider.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 4 hari yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1