8 Alumni SMA Al-Izhar Keren dan Berprestasi

Bangga banget, ya, kalau sekolah kita punya sederet alumni kece dan berprestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa.

Salah satu contohnya adalah SMA Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, yang punya segudang alumni bersinar (senter kaliiii, bersinar!) di bidangnya masing-masing. Kali ini, kita ulas 8 diantaranya. Siapa aja, sih?

1. Tasya Kamila - kuliah di jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia, Depok

youthmanual alumni al-izhar

• Berkat prestasi akademik Tasya selama SMA, Tasya diterima masuk Universitas Indonesia tahun 2010 melalui jalur PMDK, alias jalur penerimaan mahasiswa tanpa tes. Pendapatnya soal belajar pun keren banget, “Bagiku, belajar dan dapat nilai bagus itu bukan karena mengejar reward, tapi karena aku pengen.”

• Meski kuliah sambil kerja di dunia hiburan, Tasya bisa lulus dalam waktu 3,5 tahun, dengan IPK 3.58. Cum laude, cuy! “Mungkin karena aku suka banget sama Akuntansi, ya, jadi kuliah bukanlah beban untukku,” ungkap mantan penyanyi cilik ini.

• Kalau semua lancar, Tasya akan mulai kuliah S2 tahun depan mengambil jurusan Public Policy. “Rencananya, aku mau kuliah S2 di Amerika. Aku harus berusaha keras, karena aku nggak pernah sekolah di luar negeri atau sekolah internasional,” kata Tasya. Berarti julukan “Tasya Si Anak Gembala” harus diubah jadi “Tasya Si Anak Kuliah S2”, dong!

2. Keenan Pearce - kuliah di jurusan Manajemen, Universitas Pelita Harapan, Tangerang

youthmanual alumni al-izhar

• Dulu, sambil kuliah, Keenan sudah bekerja sebagai creative director. Ketika lulus kuliah, cowok ganteng ini (ehem!) memilih jadi creativepreneur dan bikin bisnis startup.

• Sejak 2013, Keenan mendirikan wadah kreatif Euphoria Project, yang salah satu kegiatannya adalah menggelar pop up bazaar dengan konsep fashion dan arts. Cowok berdarah indo ini punya prinsip usaha yang bisa ditiru, lho, “Bisnis yang kita jalankan sekarang ini bukan cuma untuk sekarang. Kita harus memperhitungkan, bisnis ini akan jadi apa dalam 3-5 tahun ke depan.”

• Selain itu, cowok kelahiran 14 Januari 1991 ini juga terlibat dalam creative agency Makna Creative, penginapan di Raja Ampat Kakatua Hostel, serta website yang mengkurasi foto kekayaan nusantara, The Wall of Indonesia. Keenan juga sering diundang jadi dosen tamu serta pembicara untuk sharing pengalamannya sebagai creativepreneur.

3. Zivanna Letisha - kuliah di jurusan Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok

zivanna letisha

• Sejak sekolah, Zizi sudah aktif di OSIS dan sempat ikut berbagai kegiatan anak muda tingkat internasional, seperti CISV, sebuah organisasi pertukaran budaya di Amerika Serikat, delegasi misi budaya di Prancis, serta youth camp di Singapura. Seperti Tasya Kamila, Putri Indonesia 2008 ini pun diterima masuk kuliah lewat jalur PMDK.

• Penulis Buku Pintar Cewek Juara ini juga sempat menjadi duta orangutan bersama US-AID serta menjadi duta muda Yayasan Jantung Indonesia.

• Sekarang, Zizi bekerja sebagai news presenter serta terlibat dalam bisnis startup website kecantikan skin.co.id.

4. Ayla Dimitri - kuliah di jurusan Desain Grafis, Universitas Pelita Harapan, Tangerang

• Siapa, sih, anak muda yang nggak kenal Ayla Dimitri? Maklum aja, belakangan ini, Ayla memang ngetop banget sebagai influencer, selebgram, serta bintang tamu di berbagai event “penting” pergaulan nusantara. Caelah!

• Walau sempat nggak didukung ortu untuk kuliah fashion, passion Ayla tetaplah di dunia mode. Ia pun mengawali karirnya sebagai stylist majalah hingga akhirnya menjadi editor-in-chief website style.com

• Sekarang ini, Ayla memilih untuk kerja sendiri. Selain punya self-branding yang kuat di bidang fashion, ia juga handal sebagai content creator.  

5. Zumi Zola - kuliah S1 di jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan S2 Business Management, London Metropolitan University, Inggris

alumni al-izhar

Cum lauder IPB ini awalnya beken sebagai aktor. Salah satu filmnya adalah Merah Putih.

• Tapi akhirnya, ia lebih memilih jalur politik. Di umur 31 tahun, Zumi Zola terpilih menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur periode 2011-2015. Trus, tahun ini, ia ikutan pilkada untuk posisi Gubernur Jambi. Kalau terpilih, maka cowok kelahiran 31 Maret 1980 ini bakal jadi gubernur termuda kedua di Indonesia setelah Ridho Ficardo, yang menjadi gubernur Lampung di usia 33 tahun. Ada yang bercita-cita ngalahin rekor ini?

• Tahun lalu, Zumi Zola dipilih sebagai pembicara pada ASEAN Social Forestry Network (ASFN) di Malaysia. Dalam acara ini, ia menjelaskan bagaimana Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengutamakan pemeliharaan lingkungan dalam pembangunannya. Salut!

6. Genrifinadi Ge” Pamungkas - kuliah di jurusan Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

youthmanual alumni al-izhar

• Kalau biasanya lulusan Hubungan Internasional kerja jadi diplomat di berbagai negara, maka Ge—yang sempat menjuarai kompetisi Standup Comedy di Kompas TV—bisa disebut “diplomat” di bidang komedi, hehehe.Tapi mimpinya untuk berkarir di bidang Hubungan Internasional tetap ada, kok. “Gue ambil jurusan (Hubungan Internasional) karena pengen jadi menteri luar negeri, dan keinginan itu masih ada sampai sekarang.”

• Nggak cuma lewat event open mic, bakat komedi Ge juga disalurkan lewat akting, baik di serial TV (The East) maupun film (yang terbaru adalah Negeri Van Oranje bareng Tatjana Saphira)

Did you know? Cowok yang pernah menjadi host program televisi ini punya skill seru, yaitu bisa niruin berbagai suara dan karakter. Makanya, Ge punya julukan “comic 1000 suara”.

7. Andien - kuliah di jurusan Komunikasi, Universitas Indonesia, Depok

youthmanual

• Andien mengaku, mengimbangi antara karir dan pendidikan memang nggak gampang. ”Kuliahku sempat keteteran karena aku kesulitan mengatur waktu. IP-ku pun sempat berkepala 2. Dari situ, aku mulai mengejar ketinggalan dan untungnya bisa menyusun skripsi dengan cepat,” akunya. Andien pun sukses lulus on time. Boleh juga, nih, minta tips ngerjain skripsi dari Andien. Atau ngerjain skripsi sambil dinyanyiin Andien? Eaaak!

• Cewek yang sempat bercita-cita jadi Public Relations ini juga punya usaha fashion label ready-to-wear HAPPA bersama desainer Mel Ahyar dan fitness centre 20 Fit bersama musisi Bams. Dua bidang ini—fashion dan fitness—memang ciri khas Andien banget, ya!

• Sewaktu SMA, Andien pernah terkena tumor payudara dan harus menjalani operasi pengangkatan tumor. Makanya, sekarang Andien aktif mengkampanyekan pencegahan kanker payudara “Aku memang concern banget sama kanker payudara, makanya aku sering ikut acara-acara yang berkaitan dengan kanker payudara,” jelasnya.

8. Nino, Rayi & Asta “RAN” - kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Pelita Harapan, Tangerang (Nino), jurusan Filsafat, Universitas Indonesia, Depok (Rayi), dan jurusan Teknik Komputer, Universitas Bina Nusantara, Jakarta (Asta)

youthmanual alumni al izhar

• Tahun 2006, tiga sohib alumni Al-Izhar ini membentuk grup musik RAN yang langsung sukses mencetak empat album dengan lagu-lagu hits serta meraih berbagai penghargaan.

• Selain bermusik, Nino dan Asta ternyata handal jadi produser. Nino memproduseri band muda Hivi! yang anggotanya merupakan juniornya di SMA Al-Izhar, sementara Asta menemukan dan sempat memproduseri Raisa.

• Cowok-cowok ini juga business man, lho, dan mereka punya bisnis merchandise bareng. Selain itu, Nino punya usaha jajanan mie ramen bernama Yatai Ramen, sedangkan Asta sibuk dengan bisnis makanan berbasis online, Taburi Rendang Rawit, bersama dua temannya. Sukses pula! “Modal awal Taburi Rendang Rawit nggak sampai 30 juta, dan balik modal dalam tempo nggak lebih dari setengah tahun. Padahal, ini bisnis rumahan,” jelas Asta. Wih!

(sumber gambar: @alumni_aipl, @ayladimitri, @zivannaletisha, @tasyakamila, @keenanpearce, Transonsky, Kartini, Kompas, Tribun News)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1