Diana Rikasari dan 10 Hal yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi Darinya

As an influencer, I have the responsibility to stand up for what I believe is right. - Diana Rikasari

Siapa yang nggak kenal Diana Rikasari? Blogger, content creator, business woman, dan selebgram bergaya eksentrik.

Mungkin kamu nggak punya selera fashion yang sama dengan dirinya. Tapi jelas ada banyak hal dari Diana yang bisa kamu jadikan inspirasi.

1-Punya ciri khas. Semua orang tahu Diana karena gayanya yang khas. Bukan hanya  gaya penampilan, lho, tapi juga tampilan blog, medsos, produk sepatu, hingga bukunya. Diana berhasil membuat branding yang kuat. She stands out from the crowd!

Kalau kamu berniat bikin bisnis, penting banget untuk bikin konsep serta branding yang kuat. Supaya bisnismu nggak standar dan bisa bersaing.

diana

2-Berani beda. Kalau saja Diana nyerah saat dibilang selera fashion-nya aneh dan nggak lazim, mungkin dia nggak bakal sesukses sekarang.

Cewek yang suka tampil dengan kaca mata frame tebal (dan kadang tanpa lensa) ini tetap pede tampil dengan kostum motif nanas, warna 'me-ji-ku-hi-bi-ni-u' serta aksesoris ajaib, ketimbang memaksakan diri bergaya effortless dengan tampilan monokrom yang sedang in sekarang ini.

Berani beda kayak begini bisa berlaku dalam berbagai hal. Contohnya, kalau kamu memang maniak Matematika, nggak usah takut dibilang geek, dan malah ikut-ikutan teman mengambil jurusan kuliah Entrepreneurship yang lagi nge-tren. Pilih jurusan yang sesuai dengan passion dan kemampuanmu!

3-Akademis hebat. Cewek yang berulang tahun tanggal 23 Desember ini merupakan lulusan S1 Teknik Industri  Universitas Indonesia dan S2 International Business di University of Nottingham dengan hasil memuaskan.

 4-Konsisten. Seorang Diana Rikasari rajin nge-blog sejak tahun 2007. Walaupun awalnya blognya sepi-sepi aja, do’i tetap konsisten nge-blog.

Setelah jadi famous dan punya banyak followers di medsos, Diana pun tetap rutin nge-blog. Nah, konsisten mengerjakan sesuatu selama 9 tahun ini patut dicontoh.

5-Perhatian dengan detail. Hal lain yang bikin Diana jadi blogger sukses adalah kualitas posting-nya. Oke, pas awal-awal banget, tampilan foto di post-nya memang biasa aja. Tapi makin lama, isi blognya makin rapi dan makin berciri khas.

Salah satu hal yang Diana lakukan adalah sangat memerhatikan detail. Misalnya, foto dengan kamera yang bagus, menata komposisi dan background yang oke, hingga memilih outfit atau objek yang eye-catching.   

6-Terus mengembangkan diri. Dari fashion blogger, Diana mengembangkan diri menjadi entrepreneur dengan produk sepatu UP! buatannya. Dia juga aktif sebagai content writer, Youtuber, serta menulis buku kumpulan kutipan yang sukses di pasaran.

7-Profesional. Kalau melihat bisnis, blog, Youtube dan segala hal yang dijalani Diana, kayaknya do’i sangat all out dan profesional. Nggak sekadar pasang nama beken atau setengah-setengah mengerjakannya.

“When you practice good professionalism at work, you will automatically unconsciously apply professionalism in your daily life as well, “ begitu tulis Diana di dalam blognya.

8-Nggak down oleh komen negatif. Nggak sedikit orang yang mengkritik atau mencela Diana. Biasanya sih, soal penampilannya. Pastinya, komen semacam itu agak bikin "sakit telinga" (dan juga hati).

Diana juga manusia, ya, dan tentunya merasa sedih dan galau kalau mendapat komentar-komentar negatif. Secara jujur, Diana pernah membahas tentang harsh comments yang ditujukan padanya di dalam blog. Tapi Diana tetap bangkit, tuh! Intinya, dia nggak membiarkan komen-komen tersebut membuatnya down.

9-Selalu positif. Sejauh yang saya amati, Diana nggak pernah nyinyir ke orang lain atau bikin postingan bernada menyerang / negatif, lho. Peace aja anaknya, kayak Slankers. Haiyaah!

10. Still human. Meskipun sukses, punya banyak kesibukan, beken, berbakat, Diana nggak jaim atau serba pengen kelihatan sempurna. Sesekali dia juga menunjukkan sisi rapuhnya.

Seperti baru-baru ini, do’i sempat posting di blog bahwa diia merasa less happy. Ternyata, Diana lagi sering membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain di medsos yang kelihatan sempurna.

"Social media has made me compare myself with others a little too much.

On Instagram, I would see pictures of pretty girls and think, 'she's so pretty'. And my mind doesn't stop there, it goes on by thinking 'oh look she's in NY, I wish I was there', 'how nice she gets to gym regularly, I wish I had the time too', 'her birthday party is so awesome', 'I've never been to Maldives', 'whattttt she has that bag already? It was just launched last month!'

Tambahnya lagi,

"Social media has accommodated this invisible competition among us youth, and believe me, it is unhealthy."

Agree!

(sumber gambar: dianarikasari.blogspot.co.id)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Agustin Lutfianty | 5 jam yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 1 bulan yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1