Profesiku: Dokter Internship, Fatimah Sania

Dalam seri "Profesiku", kamu bisa kenalan dengan berbagai profesi, lewat cerita para senior yang menekuninya. Kali ini, yuk, kenalan dengan profesi dokter barengan Fatimah Sania.

Dokter Fatimah Sania (Sania) bekerja di  Rumah Sakit Tani dan Nelayan Boalemo, Gorontalo. Dokter Sania merupakan lulusan jurusan Ilmu Kedokteran‍  Universitas Indonesia‍.

Profesiku:

"Dokter internship. Sebenarnya profesinya sama saja seperti dokter umum, tetapi surat prakteknya berlaku di daerah internship saja. Internship ini merupakan tahap yang harus dijalani oleh dokter yang baru diangkat sumpahnya."

Tugasku sehari-hari:

"Saat ini, saya sudah internship selama empat bulan.

Selama empat bulan pertama, saya full menjaga Instalansi Gawat Drarurat. Setelah itu, saya melakukan pelayanan poliklinik dan bangsal bersama dokter spesialis.

Nantinya, saya akan ditugaskan di puskesmas. Di situ saya mengkampanyekan kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan, serta kampanye gizi. Di puskesmas, saya juga akan melakukan pelayanan poliklinik serta Unit Gawat Darurat di puskesmas.

Jam kerja resmi dokter internship adalah pukul 8 pagi sampai 4 sore, tetapi kalau sedang membantu operasi, ya bisa sampai malam. Trus, kalau ada aktivitas visit pasien, harus datang lebih pagi. Di luar itu, ada pula jatah shift malam."

Dokter Sania (depan, berkemeja merah) bersama rekan-rekan dokter. Masih muda dan kece-kece, ya?

Modal yang dibutuhkan untuk menjadi dokter:

"Pertama, passion. Kalau memang sudah punya passion (menjadi dokter), pasti bisa, kok, belajar apa saja.

Kedua, harus mau belajar seumur hidup. Saat di lapangan, kita nggak lagi merawat pasien berdasarkan textbook, sebab tiap pasien itu spesial. Individunya beda, keluarganya beda, pemahamannya beda, lingkungannya juga berbeda-beda. Alhasil, pendekatannya pun berbeda-beda.

Ketiga, bisa mengatur waktu. Karena pasien ada banyak, sementara kondisi tiap pasien itu spesial. Jadi kita harus mampu mengatur waktu, supaya semua senang.

Keempat, care. Hanya dokter yang care yang bisa memahami kondisi pasien. Mau sepintar apapun si dokter, kalo nggak care, ya wassalam!

Kelima, harus belajar komunikasi, apalagi pasien 'kan berasal dari berbagai macam background pendidikan, suku, adat, dan lainnya,

Keenam, harus bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, karena jadi dokter itu banyak tuntutannya dari masyarakat.

Ketujuh, bisa bekerja sama dengan pasien. Salah satu kewajiban dokter adalah berusaha memberikan yang terbaik, dan hasil perawatan yang terbaik didapatkan dari kerja sama dengan pasien. Jadi pasien boleh, lho, memberikan masukan kepada dokter. Sekarang sudah nggak berlaku anggapan bahwa “dokter selalu benar”.

Terakhir, dokter harus banyak berdoa. Dokter paling oke adalah dokter yang banyak berdoa untuk pasiennya.”

Jalan/tahapan untuk menjadi dokter:

"Pertama, ikut ujian masuk jurusan Ilmu Kedokteran, yang menurut saya tahapan paling susah. Hehehe…

Kalau di kampus saya, Universitas Indonesia, tiga tahun pertama kuliah kedokteran adalah tahap pra klinik. Jadi mahasiswanya belajar teori dan melatih skill dengan alat-alat peraga.

Kemudian, di tahun ke empat dan ke lima, kita akan masuk ke tahap klinik, atau istilahnya "Koas". Saat Koas, kita mulai praktek. Selama tahap klinik, ujiannya macam-macam, mulai dari ujian tertulis, ujian skill, serta ujian menghadapi pasien secara langsung.

Setelahnya ada ujian komprehensif tulis dan praktek dari universitas dan dari negera. Materi ujiannya adalah materi yang dipelajari dari semester 1 sampai akhir. Jika lulus, baru kita akan disumpah sebagai dokter.

Setelah sumpah, kita baru sah menjadi dokter. Namun setelahnya harus jadi dokter internsip (penugasan wajib, biasanya dikirim ke daerah) dulu selama setahun, sebelum bisa praktek di tempat lain.”

Dokter Sania dan rekan-rekan di Boalemo.

Apa tantangan bekerja sebagai dokter internship?

"Hmmm... sepertinya ketika masa adaptasi di awal internship. Soalnya saat itu, kita baru aja jadi dokter profesional dan memulai praktek di daerah yang benar-benar baru. Pokoknya, di luar zona nyaman banget, deh."

Tips untuk anak muda yang ingin menjadi dokter?

"1. Berdoa.

2. Punya niat kuat.

3. Usaha sungguh-sungguh, dan siap untuk terus belajar. Kita harus benar-benar meluruskan niat, bahwa kita belajar buat kepentingan pasien. Bukan untuk sekedar mendapat nilai bagus atau supaya lulus kuliah Kedokteran."

(sumber gambar: media.springer.com, dok.pribadi)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Shannon Belinda | 2 jam yang lalu

Open endorsement @shannonbelindaa just dm for rate card thank you

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Agustin Lutfianty | 2 bulan yang lalu

Kunjungi website kami di https://walisongo.ac.id

World Suicide Prevention Day: Seberapa Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa?
Tiara Windi | 3 bulan yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1