The Halal Boys, Inspirasi Bisnis Kuliner Kekinian

Sejak hadir di Jakarta sejak 31 Mei 2015 lalu, The Halal Boys (THB), yang menghadirkan street food bekan ala New York City, langsung rame dibicarakan.

Apakah The Halal Boys bisa jadi inspirasi bisnis kuliner yang hip?

Menurut Youthmanual, seenggaknya ada lima parameter tempat makan kekinian. THB memenuhi lima parameter tersebut nggak, sih? Let’s check them out. Wajib disimak sama yang kepengen bikin usaha serupa, nih!

1. Lokasi Gaul

Yes, lokasi memang menentukan prestasi dan tingkat kegaulan (juga tingkat kegalauan, menurut anak Bekasi yang kuliah di Depok dan rumah pacarnya di Ciledug. Kacian.).

Kalau di Jakarta dan sekitarnya, kawasan Selatan selalu femes. Sementara di kawasan Tangerang Selatan, BSD lagi naik daun. Nah, THB sendiri terletak di Hang Lekir, Kebayoran baru serta di Jalan Kemang Raya (food court Kampung Kemang). Di sekelilingnya pun ada banyak tempat makan lain dan tempat nongkrong kece.

Kesimpulan: Lokasi THB prime dan gaul abesss!

Get inspired: Kalau mau nge-hits, lokasi tempat kuliner memang harus strategis. Misalnya, di sekitar kampus dan perkantoran, atau di area yang punya banyak tempat makan atau tempat nongkrong lainnya. Kalau lokasinya berada di pusat jajanan yang banyak menawarkan makanan sejenis, menurut praktisi bisnis Rhenald Kasali, posisi gerai terbaik adalah di tengah. Soalnya, berdasarkan pengamatan, pengunjung cenderung makan di area tengah.

2. Konsep Kece

Konsep THB adalah street food dengan citarasa Timur Tengah. Kayaknya, sih, idenya datang dari The Halal Guys yang hits di New York City itu, ya. Ceritanya, sih, street food, a.k.a jajanan di pinggir jalan, tapi jangan bayangin jajanan ala mie ayam pengkolan, yeee... Untuk kategori street food, hidangan THB bisa dibilang premium, dengan bentuk kedai yang rapi dan kece. Harganya pun Rp.55,000,- per porsi. Kalau duit segitu dibuat beli ketoprak, bisa dapet buat sekeluarga, tuh!

Kesimpulan: Walau konsep THB bukan konsep baru, tapi membawa kemeriahan NYC ke Indonesia menarik dan menjual lah, ya.

Get inspired: Konsep kuat adalah salah satu daya tarik sekaligus faktor kepopuleran sebuah tempat makan. Inspirasinya bisa dari mana saja, misalnya dari tren kuliner di tempat lain, seperti yang dilakukan THB. So, kalau mau dapet inspirasi, main-main gih ke Venesia untuk nyobain camilan yang lagi hits di sana. Kalau nggak, bisa juga ke Vekan Baru atau Valembang!

3. Brand Menarik

Dengan dominasi warna kuning, brand THB secara keseluruhan terlihat catchy. Kedainya sebenarnya simpel, mirip body-nya food truck, tapi penampakannya oke. Tampilan hidangannya juga kece, dengan mangkuk kuningnya yang khas serta penataan lamb/chicken over rice-nya yang menggugah selera. All in all, everything about THB looks really nice on camera! Jadi bisa banget, lah, difoto-foto untuk di-update ke medsos. Kalau posting di Instagram, jangan lupa mention akun Instagram resmi @thehalalboys, ya.

Kesimpulan: Cuss… cucok buat langsung dipotret ‘n upload, lah!

Get inspired: Pemilik sebuah usaha minuman sehat yang sedang hip, Judas Bar, bilang bahwa desain tempat dan kemasan menentukan kesuksesan penjualan. Kalau venue dan packaging kita catchy, akan banyak orang tertarik memotret serta memamerkannya di medsos. Ini ajang promo yang efektif dan murah, lho!

4. Nyaman Buat Nongkrong dan Hip Crowd

Saya sempat datang ke kedai THB di food court Kampung Kemang, di mana THB termasuk gerai makanan paling diminati di situ. Untuk menyantap makanan, kita bisa duduk-duduk di bagian atap kedai THB, atau di area food court.

Nyaman nggak? The place is not bad, tapi nggak bisa dibilang nyaman juga, sih. Soalnya buat saya, tempat nongkrong yang nyaman harus punya bangku empuk, adem, nggak berisik sepanjang waktu, plus menawarkan beverages lucu. Nah, hal-hal tersebut nggak dimiliki THB (minuman yang dijual THB hanya air mineral dan segelintir minuman ringan). Trus, kalau hujan, kayaknya bakal sangat repot untuk beli makanan di kedai ini, karena mereka nggak menyediakan shade atau tempat berteduh.

Crowd-nya sendiri asik-asik aja, sih. Banyak anak muda-nya. Eksekutif muda dan mamah-mamah muda juga ada.  

Kesimpulan: Hip crowd, check. Cozy? Not really.      

Get inspired: Kenyamanan tempat merupakan salah satu faktor yang bikin pelanggan bisnis kuliner betah. Nah, menurut Rhenald Kasali, bentuk kenyamanan tempat bisa disesuaikan dengan jenis makanan yang dijual. Misalnya, coffee shop cocoknya menggunakan kursi empuk agar pembeli senang duduk berlama-lama. Sedangkan desain restoran fast food yang identik dengan kepraktisan bisa berbentuk lebih simpel dan sederhana.

5. Menu Unik nan Endeus!

Untuk menu, THB menyediakan hidangan ala Timur Tengah yang terdiri dari nasi basmati (beras yang juga biasa dipakai untuk nasi briyani), daging, selada, serta potongan roti pita di bagian atasnya. Variasinya hanya ada tiga: lamb over rice, chicken over rice atau kalau galau, bisa pilih half & half, yaitu setengah kambing, setengah ayam.

Rasa hidangannya mengingatkan saya kepada masakan India di Singapura, tapi lebih friendly dengan lidah orang Indonesia, karena bumbunya nggak semencolok makanan India. Selain itu, dagingnya juga enak dan empuk.

Yang khas dari hidangan ini adalah saus rahasianya, the signature white and red sauce. Kedua saus ini memang sangat memperkaya rasa dan membuatnya jadi istimewa. Tapi hati-hati sama saus merahnya, karena pedas banget, nget, nget, nget!

Kesimpulan: Nice, lah. Perpaduan semuanya oke, walaupun menurut saya nggak wow banget. Saya sempat nanya pendapat beberapa orang tentang rasa hidangan THB, dan setengah di antaranya bilang enak banget, lho!

Get inspired: Biarpun belakangan ini keunikan konsep dan tempat sering terkesan lebih “penting” daripada rasa hidangan, namun dalam bisnis kuliner, citarasa tetaplah vital.  Ada banyak tempat makan hits namun citarasa makanannya biasa aja, padahal rasa adalah jantung dari usaha kuliner, salah satu penentu kuat dari kelanggengannya. So pay close attention to it.

***

Pertanyaannya, apakah THB bisa disebut sebagai makanan kekinian? Bisa bingits! Tertarik mencoba? Atau berani ikutan buka usaha kuliner dengan konsep kekinian?

Kategori: Tempat makan
Lokasi: Jl Hang Lekir 2 No 4, Jl Kemang Raya No 18
Waktu Buka: Minggu-Kamis (11.00-22.00), Jumat-Sabtu (11.00-01.00)
Harga:   Rp.55.000,-
Info: www.thehalalboys.com

(sumber gambar: Laila A., Instagram/thehalalboys)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Deni Y | 1 hari yang lalu

apakah saya bisa berkontak dengan Pak Dimas

Profesiku: Kurator Musik, Dimas Ario
miaaa | 4 hari yang lalu

Assalamualaikum minn Saya baru masuk Smt 3 nih min saya mau ambil 24 SKS masing² 2 SKS per matkul Saya berencana memadatkan jadwal saya hanya Senin-Kamis aja Jadi dalam shari ada 4 matkul Apa itu wort it atau bagaimana Saran dong min

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
mustika | 5 hari yang lalu

Open pp/endorse : Klik Link Ig : https://www.instagram.com/naaan_n_n_/ cek ig : naaan_n_n_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Gina Ajeng | 5 hari yang lalu

Kalo aku maba dr kampus sdh otimatis

SKS dan KRS Itu Apa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1