Kenapa Kamu Harus “Kenalan” Lagi Dengan Dirimu Sendiri Lewat Tes Kepribadian

Salah satu motto hidup yang paling sering kita dengar adalah “be yourself”. Katanya, sih, kita musti selalu jadi diri sendiri dan jangan boleh berpura-pura jadi orang lain, karena toh nggak ada manusia yang sempurna. Tapi pada kenyataan pahitnya, masyarakat sering “menuntut” kita untuk NGGAK jadi diri sendiri.

Contohnya, ada istilah “it’s hard living as an introvert in this extrovert world.” Artinya, susah hidup jadi orang introvert di tengah masyarakat yang lebih menghargai orang extrovert ini. Soalnya, like it or not, masyarakat memang cenderung memandang negatif sifat-sifat orang introvert, seperti misalnya lebih suka bekerja sendirian, nggak suka keramaian, atau nggak suka aktivitas sosial. Masyarakat lebih menghargai sifat-sifat ekstrovert, seperti senang bergaul, ceriwis, dan senang bekerja kelompok.

Akibatnya, orang introvert sering dibilang ansos, sombong, atau kuper. Padahal orang introvert memang butuh menyendiri untuk bisa bersantai atau berpikir dengan jernih. Alhasil, orang-orang introvert jadi disuruh-suruh lebih banyak bergaul, padahal hal tersebut justru bikin orang introvert nggak nyaman, dan pada akhirnya, nggak bisa produktif.

introvert extrovert

Contoh lainnya, masyarakat seringkali menilai anak jurusan IPA lebih pintar daripada anak jurusan IPS. Padahal ‘kan nggak semua orang suka mata pelajaran IPA! Tapi dengan paradigma seperti itu, jadi banyak anak SMA yang memaksakan diri masuk ke jurusan IPA. Trus, banyak juga anak-anak IPS yang jadi merasa inferior kalau dibandingkan anak IPA.

Duh, katanya be yourself? Tapi, kok, ekspektasi dan standar yang berlaku di masyarakat seringkali menuntut kita untuk nggak jadi diri sendiri?

***

Kalau kamu pernah berada di situasi seperti itu, don’t worry. Kamu nggak sendirian, kok. Banyak banget orang merasa ada yang salah dengan dirinya, hanya karena sifat mereka “kurang sesuai” dengan “standar” yang berlaku di masyarakat. Alhasil, mereka sering mikir, “Seandainya gue lebih supel,” atau “Seandainya gue bisa lebih suka sama eksakta,”. Mungkin termasuk kamu? Sayang banget, lho. Padahal, each of us is special apa adanya, tanpa perlu mengikuti standar masyarakat.

Saya termasuk orang yang introvert, sehingga saya pernah minder karena merasa nggak bisa bersosialisasi dengan santai dan natural, sampai-sampai saya merasa “aneh”.

Untungnya pemikiran tersebut berubah setelah saya mengikuti tes kepribadian berdasarkan teori Myers-Briggs Type Indicator (MBTI),  salah satu tes kepribadian yang teorinya paling populer dan terpercaya.

MBTI myers-briggs

Aslinya, tes MBTI ini rumit banget, lho. Tetapi, beberapa tahun lalu, tes MBTI ini dikemas ulang dengan bahasa dan bentuk yang lebih sederhana—namun tetap kredibel—oleh situs www.16personalities.com. Sesuai dengan teori MBTI aslinya, tes ini membagi kepribadian manusia menjadi 16 tipe.

Lewat tes kepribadian ini, saya jadi lebih paham tentang kepribadian saya sendiri, termasuk kekuatan dan kelemahan saya. Misalnya, saya memang nggak bisa bersosialisasi seluwes dan senatural teman-teman saya yang extrovert, tetapi saya punya banyak minat dan bakat lain yang bisa dikembangkan serta patut dibanggakan. Saya pun belajar untuk menerima diri saya apa adanya, tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain.

Jadi lega banget, deh, rasanya!

Semakin kamu paham tentang kepribadian diri sendiri, hidup kamu akan semakin terbantu, terutama dalam hal menentukan berbagai pilihan, entah itu pilihan sekolah, karier, atau jodoh. Kamu juga bakal ngerti kenapa, misalnya, kamu nggak cocok berteman atau (bahkan) berjodoh dengan tipe kepribadian tertentu.

***

Setelah saya iseng tanya-tanya teman-teman lain, ternyata memang banyak orang yang merasa terbantu dengan tes kepribadian MBTI ini.

Kalau kata Natalia Stephanie Tiwang, Pemenang Favorit GoGirl! Look 2015, “Tes kepribadian MBTI ini sangat membantu aku memahami diriku sendiri. Aku juga jadi lebih tau kekuatan diriku, sehingga aku lebih percaya diri dan mampu mengantisipasi kekurangan aku. Aku pun merasa lebih terarah dalam mengembangkan diri,”

Tes kepribadian MBTI memang terbukti bikin orang jadi lebih pede, seperti yang dialami Maria Frangconna Wenni, mahasiswi President University jurusan Hubungan Internasional, “Dengan tes MBTI, aku jadi tau harus melakukan apa untuk mengembangkan minat dan bakatku. Aku juga jadi merasa lebih percaya diri.”

Antonia Junita, mahasiswi President University jurusan Hubungan Internasional, juga merasakan hal yang sama, “Tes MBTI sangat membantuku berdamai dengan diri sendiri. Aku jadi nggak minder, karena aku sadar bahwa aku punya kekuatan dan kelemahanku sendiri. Pokoknya, karena sudah lebih paham tentang diri sendiri, aku jadi bisa mengembangkan kehidupan personal dan profesionalku dengan lebih terarah,”

***

Tes MBTI bukan satu-satunya tes yang bisa mengungkapkan kepribadian serta minat-bakat kamu, lho, gaes. Ada banyaaaak tes minat-bakat serta kepribadian lainnya yang bisa membantu kamu mengenal dirimu sendiri. Yap, termasuk tes minat-bakat yang akan diadakan oleh Youthmanual weekend ini!

Human are amazingly complex, jadi walaupun kamu sudah hidup belasan bahkan puluhan tahun, belum tentu kamu paham sama diri kamu sendiri. Yuk, kenali dirimu sendiri lewat tes minat-bakat dan kepribadian!

(sumber foto: blog.iese.edu, estheraarts.tumblr.com, thewireless.co.nz)

LATEST COMMENT
Mira Puspita | 3 hari yang lalu

Mas Andreas Gandhi, jujur saat ini saya adalah seorang ibu yang sedang mendoakan putranya karena takut kalo putra saya tinggal kelas dia akan di DO dari JB.

Cerita Seorang “Veteran”: Dari Nggak Naik Kelas Sampai Sukses Tembus PTN Impian
Fransiska Oktaviani | 7 hari yang lalu

open pp/endorse ig/tiktok bisa bayar seikhlasnya email ke [email protected] terimakasih

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Nindi Dwi Oktova | 7 hari yang lalu

Permisi aku mau nanya kalau murid pindahan jurusan ipa dari sekolah asal ke sekolah baru tapi berbeda pada mata pelajaran minat apakah bisa mengikuti SNMPTN? Ex:matpel minat sekolah asal ekonomi dan b.Inggris minat tapi di sekolah pindahan tidak ada matpel ekonomi dan pindah nya pada saat semester 2…

Tanya-Jawab Seputar SNMPTN 2021: Kriteria Penilaian dan Lainnya
Nanda Kyala | 9 hari yang lalu

Kak, jadi anak ipa bisa pilih utbk soshum atau campuran?

Lintas Jurusan di SBMPTN 2021 dan Peluangnya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1