Menyoal Kebocoran Kunci Jawaban Jelang UN dan USBN: Masih Jaman Nggak, Sih?

“Gue mau jujur, udah beberapa hari ini gue join grup anak-anak yang megang KJ (kunci Jawaban) USBN di Line...

Begitu Mawar, salah satu siswa di sebuah SMA di bilangan Tangerang Selatan membuka ‘pengalaman’-nya terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang tengah berlangsung saat ini.

Bukan sebuah rahasia lagi kalau menjelang ujian-ujian besar sepert UN dan, baru-baru ini, USBN isu mengenai kebocoran kunci jawaban selalu menjadi topik hot di kalangan anak-anak SMA. Jelang minggu-minggu ujian, banyak banget oknum-oknum yang mengaku memiliki akses terhadap ‘bocoran’ kunci jawaban dari soal-soal yang akan diujikan nantinya. Bahkan, oknum-oknum tersebut berani untuk menjadikan hal ini sebagai bisnis dan menjual informasi (yang entah bisa dipertanggung-jawabkan atau nggak) yang ia miliki kepada siswa-siswa SMA.

Hmm.

Saya jadi mau throwback nih ke masa-masa ketika dulu saya berada di posisi kalian, para anak kelas 12, yang deg-degan akan menghadapi Ujian Nasional. Dulu, USBN belum ada dan soal Ujian Sekolah masih 100% ditangani oleh sekolah, jadi dulu yang namanya ‘bocoran kunci’ hanya berlaku untuk Ujian Nasional.

H-30 Ujian Nasional, sosialisasi mengenai keberadaan kunci ini mulai dilakukan secara underground oleh beberapa dedengkot sekolah—dan kelas saya pun nggak luput dari sosialisasi ini. Katanya kita bisa patungan dan membeli kunci jawaban ini secara kolektif—anak IPA patungan untuk kunci IPA, dan anak IPS patungan untuk kunci IPS.

Kala itu saya pribadi nggak merasakan adanya urgensi untuk membeli kunci jawaban. Resikonya terlalu banyak; Gimana kalau ketahuan pengawas? Gimana kalau kuncinya nggak tembus? Worth-it nggak sih menghabiskan uang dengan nominal yang terbilang lumayan untuk sesuatu yang belum tentu terjamin keberhasilannya?

Sosialisasi yang dilakukan teman-teman saya kala itu cukup masif untuk sebuah gerakan ‘bawah tanah’, dan seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan Mawar, mereka pun membuat sebuah group chat khusus di mana kunci-kunci jawaban tersebut nantinya akan dibagikan. Konon, kuncinya baru akan turun di pagi hari saat ujian dimulai, dan itu pun, mereka nggak tahu tepatnya si kunci akan turun jam berapa. Duh, amsyong banget ‘kan gambling-nya?

Tapi, walaupun dibayangi resiko yang luar biasa itu, nyatanya teman-teman saya masih banyak lho yang nekat untuk membeli kunci jawaban tersebut. Saya sih, waktu itu masih tetap ngeri-ngeri sedap untuk mempertaruhkan nasib kelulusan saya di atas sebuah informasi yang kebenarannya belum tentu bisa terjamin. Jadinya, di antara mereka-mereka yang sudah merasa ‘aman’ dengan back-up kunci jawaban, saya berjibaku belajar sendiri materi-materi yang akan diujikan.

H-7 ujian, saya merasa tekanan semakin besar, sementara materi yang bisa masuk ke otak saya semakin sedikit. Kebetulan saya termasuk dalam jajaran anak IPA yang cenderung memiliki sentimen tersendiri terhadap pelajaran Matematika dan Fisika—entah kenapa, rasanya dua pelajaran itu paling sulit untuk saya cerna dan saya aplikasikan ketika mengerjakan beragam soal latihan dan try-out yang dilakukan oleh sekolah.

Mulai frustasi, saya pun akhirnya tergoda bisikan setan untuk membeli kunci jawaban seperti yang dibeli oleh teman-teman saya lainnya. Tapi saat itu, saya yang masih insecure, hanya memilih untuk membeli kunci untuk pelajaran Fisika dan Matematika—itu pun saya berjanji pada diri saya sendiri untuk hanya menggunakannya kalau udah benar-benar kepepet, alias nggak tahu lagi harus ngapain selain ngitung kancing.

Transaksi selesai, saya pun resmi bergabung ke dalam group chat bawah tanah yang menjanjikan info terkait kunci yang telah saya beli itu di hari H nanti.

Kunci Jawaban Itu Hanya Untuk Mereka yang Tidak Percaya Diri

Kalian mungkin penasaran, apakah kunci jawaban yang saya beli itu manjur atau nggak di hari H Ujian Nasional?

Well, sini saya kasih tau: jawabannya adalah nggak.

Kunci-kunci jawaban tersebut benar-benar datang 30 menit sebelum ujian dimulai dan—seperti yang sudah saya prediksi—dua kunci yang saya beli nggak ada yang tembus sama sekali. Untungnya, saat itu saya sendiri tetap mempelajari materi yang diujikan, jadi saya masih bisa mengerjakan beberapa soal (meski ada juga soal-soal yang saya pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa).

Coba bayangin kalau saya termasuk golongan orang-orang yang santai-santai aja ketika sudah mendapatkan Kunci Jawaban. Ngeri banget ‘kan tuh, duit terkuras, eh hasilnya nggak ada.

Nah, itu baru pengalaman saya yang UN-nya sudah sekian tahun yang lalu. Waktu itu, Ujian Nasional masih dilaksanakan dengan menggunakan kertas, meski paketnya sudah terdiri dari 5 paket yang berbeda. Sekarang, dengan UN yang sudah berbasis komputer, saya nggak yakin kalau masih ada yang mengedarkan kunci, kunci tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Melanjutkan curhatan Mawar yang sempat saya singgung di atas, ia menyatakan bahwa:

“...Gue memang join grup itu, tapi seminggu kemudian gue left. Gue mikir, ngapain gue banting tulang nangis-nangis, belajar 3 tahun di SMA kalau cuma perkara USBN aja [akhirnya cuma mengandalkan] kunci...”

Tuh gaes, sayang banget nggak sih, kalau kerja keras kamu belajar 3 tahun di sekolah, pada akhirnya hanya kamu gantungkan pada kunci jawaban yang keabsahan informasinya aja dipertanyakan. Selain itu, kalian tau ‘kan kalau pengedar kunci jawaban UNBK bisa dikenakan pasal pidana 378 KUHP tentang penipuan?

Jadi, mendingan kamu pikir-pikir lagi deh ya sebelum memutuskan untuk mencari kunci jawaban untuk UNBK nanti. Lagian, kalau kata Dilan mah: “Kunci jawaban itu hanya untuk mereka yang tidak percaya diri...”

unbk usbn ujian nasional

Sedap.

Baca juga:

LATEST COMMENT
Ummar Hidayat | 10 jam yang lalu

Hp saya spek rendah jadi apa rekomendasi nya

Berbagai Game Seru yang Bisa Mengatasi Rasa Bosanmu Saat Harus #Dirumahaja
Fitri Handayani | 1 hari yang lalu

Alhamdulillah sekolah aku udh mulai tatap muka sejak september walaupun dibagi jadi 2 sift

7 Syarat Sekolah yang Dibuka Mulai Januari 2021
Eva Yunita Pratiwi | 1 hari yang lalu

Ibu saya menginginkan saya jadi penyiar radio, krn ibu saya suka denger radio khususnya Radio Rasika FM. Katanya biar bisa denger suara ku, hihihi....

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1