Menu

Pendidikan: Investasi Low Risk, High Return

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting banget, lho, gaes. Dengan pendidikan, kamu bisa memperkaya dirimu dengan ilmu yang berguna. Selain memperkaya diri dengan ilmu yang berguna, pendidikan pun bisa mengasah kemampuan soft skill-mu, lho.

Setiap kamu mendengar kata “pendidikan”, kamu jangan selalu teringat dengan sekolah dan kuliah saja, ya, gaes. Pendidikan itu nggak selalu tentang sekolah dan kuliah, kok. Pendidikan bisa juga kamu dapatkan dari hanya membaca buku, mendengarkan podcast, ikutan seminar dan sebagainya. Yap, pendidikan tersebut ialah pendidikan informal.

Kamu harus tahu, gaes, pendidikan itu merupakan investasi juga, lho. Bahkan, pendidikan merupakan investasi yang low risk high return. Hah? Gimana, sih, maksudnya? Iya, jadi gini, gaes, yang namanya investasi, pastinya, kamu akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli sesuatu supaya dapat di investasikan. Banyak, kok, orang-orang yang berani mengeluarkan uang banyak untuk membeli saham, tanah, emas dan sebagainya.

 Tujuan dari investasi itu sendiri adalah agar di suatu saat nanti, saham, tanah, emas dan sebagainya yang telah kamu beli, dapat menghasilkan uang lebih banyak daripada sebelumnya. Yang namanya investasi akan memiliki dua kemungkinan yaitu untung atau rugi. Biasanya, semakin besar resikomu untuk mencapai kerugian, semakin besar juga peluangmu untuk mendapatkan keuntungan.

Duh, serem, kan, gaes, kalau kamu harus mengeluarkan sejumlah uang yang sangat banyak, tapi kamu memiliki banyak peluang juga untuk rugi? Pasti kamu nggak bakalan tenang dengan hal tersebut. Nah, dengan pendidikan, kamu sebenarnya sudah melakukan kegiatan investasi yang low risk, high return alias memiliki resiko rugi yang kecil namun memiliki keuntungan yang besar. Kok, bisa sih, pendidikan menjadi investasi yang low risk, high return? Wah, tentu bisa, dong, gaes! Nih, alesannya…

1. Nggak ada yang rugi dalam mengikuti berbagai macam pendidikan

nggak rugi investasi pendidikan

Yap! Ketika kamu mengeluarkan sejumlah uang untuk mengikuti suatu pendidikan, kamu nggak akan rugi, lho, gaes. Mau kamu bayar berapa pun untuk mengikuti suatu pendidikan, kamu nggak akan mendapat resiko-resiko yang buruk.

Misalnya, nih, kamu ikutan seminar tentang berbisnis dan kamu harus membayar seminar tersebut sekitar satu juta. Nah, dengan ikutan seminar tersebut, kamu sudah menginvestasikan uangmu, lho. Kalau pun kamu nggak akan mendapatkan return­ secepatnya, akan tetapi, ilmu tersebut nggak akan basi. Kamu bisa menerapkan ilmu yang kamu dapatkan di kemudian hari.

2. Melatih mental

melatih mental dengan pendidikan

Nah, dengan pendidikan, kamu juga bisa melatih mentalmu, lho. Misalnya, nih, kamu memilih untuk berkuliah, berarti kamu harus menjalankan kuliah tersebut hingga selesai. Contoh lainnya, kamu memilih untuk mengikuti suatu rangkaian seminar, pasti, kamu harus mengikuti seminar tersebut hingga yang terakhir.

Dengan mengikuti semua kegiatan pendidikan sampai selesai, sama saja kamu melatih mentalmu untuk terus bekerja keras, disiplin, pantang menyerah, tahan banting dan sebagainya. Ketika kamu berkuliah, pasti kamu memiliki berbagai macam tugas, kan? Untuk mengerjakan tugas tersebut, kamu harus bekerja keras, disiplin dan sebagainya. Begitu pun dengan mengikuti seminar, dalam beberapa hari, kamu harus disiplin mengikuti semua rangkaian seminarnya.

3. Membuka banyak peluang

membuka kesempatan

Nah, dengan kamu memiliki pendidikan, kamu bisa membuka banyak peluang, lho. Misalnya, nih, kamu pernah mengikuti les brevet perpajakan, dengan sertifikat les dan ujian brevet, kamu bisa menjadi konsultan pajak dan sebagainya. Kalau kamu nggak punya sertifikat les dan ujian brevet, kamu belum bisa memiliki peluang untuk menjadi seorang Konsultan Pajak yang resmi atau yang terpercaya.

4. Percepatan Karir

percepatan karir

Kamu pernah mendengar singkatan MT atau ODP? Buat kamu yang belum tahu, MT adalah singkatan dari Management Trainee dan ODP merupakan singkatan dari Officer Development Program. Kedua program ini merupakan program percepatan karir, gaes.

Misalnya, nih, ketika kamu masuk program ODP di suatu bank, setelah masa probation atau masa percobaan, kamu bisa langsung menjadi asisten manager, lho. Jadi, kamu nggak perlu bertahap dari tingkatan paling bawah untuk menjadi pekerja di tingkatan atas.

Tahukah kamu syarat untuk lolos administrasi dalam program ini? Yap, kamu harus memiliki minimal pendidikan yaitu S1 dengan IPK minimal 3.00 dan biasanya, kamu diharuskan untuk mencantumkan sertifikat tes bahasa Inggris atau yang biasa dikenal dengan nama TOEFL. Nilai yang harus kamu raih dalam TOEFL ini ialah mulai dari 450 hingga 500, gaes.

5. Pendongkrak finansial

pendongkrak finansial

Nah, masih nyambung dengan poin sebelumnya, ketika kamu lolos dalam program ODP atau MT di suatu perusahaan. Setelah masa probation alias masa percobaan, kamu langsung menjadi seorang asisten manager dari suatu perusahaan. Kalau kamu sudah menjadi seorang asisten manager pasti gajimu pun jadi lebih besar, dong, dibandingkan yang lainnya.

Begitu pun kalau kamu mengikuti pendidikan non-formal. Misalnya, nih, kamu ikutan les brevet perpajakan. Setelah kamu les dan mengikuti ujiannya, kamu pastinya akan mendapatkan sertifikatnya, dong? Nah, sertifikat tersebut akan menjadikan nilai tambah bagimu sehingga kamu bisa mendapatkan gaji yang lebih besar jika dibandingkan dengan pekerja lainnya yang tidak memiliki sertifikat brevet.

6. Mencegah terjadinya kejahatan yang merugikan  

mengurangi penipuan

Yap, ketika kamu memiliki ilmu dari suatu pendidikan, pasti kamu tahu mana yang benar dan mana yang bukan. Ketika kamu mengalami suatu penipuan, pasti kamu akan lebih waspada dan tidak langsung percaya dengan iming-iming dari si penipu.

***

Nah, dari berbagai macam alasan kenapa pendidikan bisa menjadi investasi yang low risk, high return, gimana, nih, gaes? Sudah berani kah untuk berinvestasi dengan pendidikan?

Baca juga:

(Sumber gambar: southerneducation.edu, huffingtonpost.com, blog.admission.ucla.edu, skepticalob.com, kenatipu.com, cnbc.com, computerworld.com)

LATEST COMMENT
Aisyah Galuh | 5 jam yang lalu

Saya juga suka jasa titip. Tapi biasanya jastip saya dari toko online kemudian saya jual ke teman teman dengan menaikkan harga. Lumayan sih untungnya

10 Ide Bisnis Buat Mahasiswa dan Pelajar yang Nggak Menyita Waktu (Bagian 2)
Obbi Handira | 18 jam yang lalu

Program Pascasarjana S2 Terbaik di Sumatera Utara adalah Perguruan Tinggi Swasta Universitas Medan Area yang sudah Terakreditas A oleh BAN-PT, informasi lengkap kungjungi www.uma.ac.id dan pasca.uma.ac.id

Perguruan Tinggi dengan Jurusan Agribisnis Terbaik
Obbi Handira | 2 hari yang lalu

Program Studi Ilmu Komunikasi terbaik ada di Perguruan Tinggi Swasta Universitas Medan Area dan sudah terakreditasi A oleh BAN-PT Tahun 2019, informasi lengkap kunjungi www.uma.ac.id dan fisip.uma.ac.id

Jurusan Ilmu Komunikasi Terbaik di Indonesia Beserta Pilihan Kampus dan Prospek Kerjanya
Genius Revanza | 3 hari yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©