Menu

Nggak Cuma Jadi Guru, 10 Pilihan Profesi Ini Juga Terbuka Buat Lulusan Pendidikan, Lho!

Apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar program studi pendidikan (baik itu Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, dan lain-lain)? Pasti yang ada dipikiranmu, setelah lulus nanti akan bekerja sebagai Guru.

Well, pemikiran itu nggak salah sama sekali, kok. Guru adalah profesi yang paling banyak diincar para lulusan Sarjana Pendidikan (S.Pd)—apalagi saat ini gaji Guru juga cukup menjanjikan. Dengan gaji yang cukup menjanjikan itu, seorang Guru punya tugas yang banyak. Mereka harus berperan sebagai ahli komunikasi, presenter andal, pekerja kreatif, sekertaris, “psikolog”, manajer, EO, hingga jadi “Google” yang senantiasa menjawab pertanyaan murid. Informasi selengkapnya bisa kamu baca di sini, gaes: Profesi Guru, Apa Saja Sih, Pekerjaannya?.

Anyway, akibat dari profesi Guru yang sudah menjanjikan ini banyak calon-calon mahasiswa baru memilih masuk ke program studi pendidikan. Sehingga, program studi pendidikan jumlahnya sudah banyak sekali. Menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, ada sekitar 5 ribu program studi pendidikan di universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Dari 5 ribu program studi tersebut, jumlah total mahasiswanya ada sekitar 1.388.514 orang. Artinya rata-rata jumlah mahasiswa program studi pendidikan di setiap kampus ada sekitar 277 ribu. Bisa kamu bayangin, ‘kan, setiap tahunnya ada ribuan fresh graduate dengan gelar S.Pd.

Sayangnya, jumlah lulusan program studi pendidikan yang jumlahnya sudah mencapai ribuan dalam setiap tahunnya itu, nggak diimbangi kuota penerimaan guru di Indonesia. Tentunya, kondisi ini sangat nggak menguntungkan bagi lulusan pendidikan saat ini bukan?

Tapi, kamu nggak perlu gegana a.k.a gelisah, galau, merana, gaes. Buat kamu yang sedang atau ingin kuliah di program studi pendidikan. Saya kasih tahu, nih, lulusan di bidang pendidikan, nggak melulu jadi Guru, lho. Ternyata ada beragam profesi lain yang bisa kamu tekuni di bidag ini. Apa aja, ya, profesinya? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Dosen (Secara umum) 

Seperti yang sudah kamu ketahui, Dosen merupakan tenaga pendidik dalam jenjang pendidikan tinggi—seperti di universitas, institut dan perguruan tinggi lainnya. Tugas utamanya adalah mengajar dan membimbing mahasiswa sesuai dengan bidang kompetensi dan keahliannya.

Fyi, syarat utama kalau kamu ingin menjadi seorang Dosen adalah harus bergelar Magister di bidang yang akan kamu dalami. Dengan kata lain, kamu harus meneruskan kuliah S2 terlebih dahulu.

Di beberapa Perguruan Tinggi (PT) masih ada yang bisa menerima Dosen dengan gelar S1 saja, kok. Tapi suatu saat, pihak kampus tetap akan meminta kamu melanjutkan kuliah untuk mendapatkan gelar magister bahkan doktor (S3).

Syarat ini ada bukan untuk gaya-gayaan saja, lho. Syarat ini bertujuan agar kualitas dari pendidikan Perguruan Tinggi Indonesia lebih baik lagi.

2. Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan yang saya maksud di sini adalah profesi-profesi yang ada di jenjang bangku SD, SMP, SMA, SMK, dan sederjat—seperti Kepala Sekolah, asisiten kepala sekolah, Karyawan TU sekolah, dan lain-lain.

Sementara, kalau di perguruan tinggi, administrasi pendidikan yang saya maksud di sini adalah profesi-profesi seperti Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil, Dekan, dan lain sebagainya.

Tugas mereka adalah menyiapkan anggaran, pengawasan aset sekolah/PT, mempekerjakan Guru/Dosen baru dan personel lainnya, menetapkan kebijakan dan prosedur sekolah/PT, dan hal-hal lainnya yang menyangkut jalannya proses pendidikan.

Well, untuk menempati bagian-bagian ini, kamu nggak perlu menjadi Guru/Dosen terlebih dahuu, kok. Tapi, memang kebanyakan mereka yang menempati posisi-posisi ini adalah mereka-mereka yang dulunya pernah jadi seorang Guru/Dosen.

3. Guru Les Privat

Membuka les privat di rumah bisa jadi pilihan profesi lainnya yang bisa kamu coba, gaes. Dengan penguasaan materi yang sudah kamu dapatkan di bangku kuliah serta kemampuan berkomunikasi yang baik, kamu bisa menjadi guru les privat. Menjadi seorang guru les privat pun banyak ragamnya—bergantung jenjang pendidikan yang kamu ambil (guru les privat SD, SMP atau SMA) serta jenis sekolah mereka (Nasional atau Internasional).

Oyaa, profesi yang satu ini juga dijalani oleh mahasiswa, lho. Bagi seorang mahasiswa, gaji yang didapatkan dari pekerjaan ini relatif besar dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa rantau yang sedang menderita penyakit kanker alias kantong kering. Hehehe.

4. Konselor Edukasi, Pengarahan, Sekolah dan Vokasi 

Kamu tahu, ‘kan, kalau menentukan jenjang sekolah, jenis sekolah, jurusan (IPA/IPS/Bahasa), hingga menemukan PT jurusan kuliah serta karir yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan itu nggak semudah membalikan telapak tangan.

Kenapa bisa gitu? Soalnya, setiap orang memiliki karakter yang beragam dan nggak semua orang bisa mengenali dirnya sendiri dengan baik.

That’s why, diperlukan seorang yang berprofesi sebagai Konselor Edukasi, Pengarahan, Sekolah dan Vokasi untuk membantu permasalahan seperti yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, seorang Konselor Edukasi, Pengarahan, Sekolah dan Vokasi bertugas membantu bahkan menyelesaikan masalah personal, sosial, ataupun perilaku yang mempengaruhi situasi pendidikan dan vokasi dari siswa/mahasiswa.

Seorang Konselor Edukasi, Pengarahan, Sekolah dan Vokasi juga bertugas menjadi perantara untuk bertemu dengan orangtua atau wali, guru, administrator, dan profesional lainnya untuk mendiskusikan perkembangan,  menyelesaikan masalah perilaku, akademik, dan masalah lainnya yang berkaitan dengan siswa/mahasiswa.

5. Tutor 

Istilah Tutor mungkin hanya banyak dikenal pada lingkungan pendidikan non formal saja. Bahkan jenis profesi yang satu ini terkadang luput dari perhatian kita semua. Padahal  pendidikan itu terbagi atas tiga jalur, yaitu: jalur pendidikan formal, jalur pendidikan non formal, dan jalur pendidikan informal.

Tugas utama tutor adalah memberikan bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik kepada siswa untuk kelancaran proses belajar mandiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok berkaitan dengan materi ajar pada pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, dan Paket C), dan pendidikan keaksaraan. Baca selengkapnya di sini.

6. Bekerja di Instansi Pemerintah

Instansi pemerintahan kerap membutuhkan pegawai yang memiliki keahlian khusus di masing-masing divisi yang tersedia.  Itu artinya, profesi yang satu ini juga terbuka lebar untuk para lulusan S.Pd. Misalnya saja, para lulusan S.Pd bisa bekerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bagian divisi pengembangan kurikulum ajar.

Selain itu, bagi kamu yang berasal dari program studi Pendidikan Bahasa, baik itu Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris, kamu juga punya kesempatan bekerja di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), lho. Keahlian bahasa yang mumpuni sangat dibutuhkan di kedua instansi pemerintah tersebut—khususnya di divisi hubungan kerjasama dengan pihak luar. Well, selain bekerja, kamu bisa bertemu dengan banyak kenalan baru yang bisa memperluas relasi kerjamu. Seru banget, ‘kan?

7. Bekerja di lembaga non-profit atau perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan

Nggak bisa dipungkiri, banyak orang yang mengira bahwa lulusan pendidikan cuma bisa jadi Tenaga Pengajar alias Guru. Padahal saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan besar dan instansi pemerintahan yang memiliki sebuah foundation atau lembaga amal yang bergerak di bidang pendidikan. Tentu saja semua perusahan dan instansi tersebut juga membutuhkan para lulusan di bidang ilmu pendidikan, gaes.

Kalau kamu tertarik bekerja di bagian ini, nantinya kamu akan bertugas untuk mengupayakan perkembangan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, kemampuan kreativitasmu  dan pemahamanmu di dunia pendidikan sangat diperlukan di sini untuk membuat program-program yang nantinya berguna dalam memajukan bidang pendidikan.  

8. Penulis

Untuk kamu lulusan pendidikan yang mencintai dunia literasi, profesi sebagai seorang Penulis nggak ada salahnya buat dicoba, lho, gaes. Kamu bisa membuat konten-konten berita tentang dunia pendidikan saat ini, membuat buku sebagai alternatif metode pembelajaran, menulis dongeng yang penuh dengan pesan-pesan kebaikan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

9. Relawan pendidikan

Kamu ingin jadi guru sekaligus memiliki jiwa petualang serta jiwa sosial yang tinggi? Yap! Menjadi relawan pedidikan di daerah terpencil di Indonesia bisa jadi pilihan yang bisa kamu geluti, lho.

Asal kamu tahu saja, saat ini kemendikbud RI sedang gencar menggalakan program yang bernama "Indonesia Mengajar" dan program SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan).

Meskipun gaji yang didapat itu kecil atau bahkan nggak dapat gaji sama sekali. Dengan mengikuti program-program seperti itu tentunya, kamu akan mendapatkan banyak pengalaman yang nggak ternilai serta meningkatkan kecintaan terhadap Indonesia.

10. Koordinator Online Learning 

Seiring berkembangnya teknologi digital, muncul pula profesi-profesi baru yang berkaitan dengan dunia digital dan internet. Salah satunya adalah Koordinator Online Learning. Intinya, dengan adanya profesi yang satu ini, belajar nggak lagi dibatasi oleh ruang kelas, gaes.

Buat kamu yang belum tahu, seorang Koordinator Online Learning bertugas merancang mengembangkan, dan mengevaluasi program-program—seperti kurikulum, rencana belajar, hingga material yang dibutuhkan saat kelas berlangsung dalam bentuk digital atau online.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: cinemablend.com, flickr.com, theconversation.com, thehimalayatimes.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©