6 Keuntungan Ketika Kamu Mendapatkan Suatu Penolakan

Setiap orang pasti pernah mengalami penolakan, baik itu ditolak gebetan, ditolak masuk universitas favorit, ditolak saat seleksi beasiswa dan juga ditolak saat melamar kerja. Kamu ataupun saya pasti pernah mengalami apa yang namanya penolakan.

Penolakan dalam kehidupan itu merupakan suatu hal yang biasa bila terjadi. Namun, sebagian besar respon ketika mereka mengalami penolakan adalah kecewa, bete dan bahkan nggak mau mencoba kembali. Padahal, seperti yang sudah saya sebutkan bahwa yang namanya penolakan merupakan suatu hal yang biasa banget untuk terjadi dalam kehidupan kita.

Kalau ditanya apakah saya akan sedih kalau mengalami penolakan meskipun penolakan itu adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan, well, mungkin saya juga akan bilang kalau saya merasa sedih. Mana ada, sih, orang yang ditolak tapinya merasa senang?

Tetapi nih, gaes, meskipun penolakan itu berujung pada rasa sedih, perlu kamu ketahui bahwa penolakan itu pun memiliki keuntungan yang bisa dirasakan oleh kamu yang mengalaminya, lho. Sebelum saya jelaskan apa saja keuntungan dari dipenolakan, yuk-yuk, tarik nafas dulu... Lalu hempaskan! Berikut beberapa keuntungan yang kamu dapat ketika kamu menerima penolakan!

1. Kamu dikasih kesempatan untuk belajar mengatasi kekecewaan

Sudah jelas banget, ketika kamu mendapatkan suatu penolakan baik itu penolakan dari seseorang, penolakan ketika kamu ingin mengejar universitas dan jurusan favoritmu, penolakan ketika kamu melamar kerja dan sebagainya, kamu akan merasa kecewa. Yah, bagaimana nggak, kamu sudah memimpikan diterima di jurusan dan universitas tersebut, bekerja di perusahaan tersebut dan sebagainya.

Kamu pun pastinya telah berusaha dengan keras agar kamu diterima atas apa yang sedang kamu usahakan. Tapi, terkadang realitanya suka nggak sesuai dengan apa yang diinginkan. Nah, pada saat ini, kamu diajarkan untuk mengelola rasa kecewamu. Apakah kamu akan melampiaskannya pada hal yang nggak baik atau justru sebaliknya? Yap, meskipun kamu sedang kecewa, ekspresikan kekecewaanmu terhadap hal yang baik, ya.

2. Mendapatkan perspektif baru

mendapatkan perspektif baru

Ketika kamu mendapatkan penolakan, kamu pun akan mendapatkan perspektif baru juga, nih, gaes. Perspektif ini bisa dalam hal apa saja, lho. Dengan kamu mengalami penolakan, bisa saja kamu mengganti perspektifmu dalam suatu hal.

Misalnya, nih, yang tadinya kamu ingin kerja atau berkuliah di suatu instansi, karena kamu mengalami penolakan akhirnya kamu mengubah rencanamu. Kamu mengubah rencanamu bukan berarti kamu merasa kamu nggak bisa menggapai hal tersebut. Kamu mengubah rencanamu karena kamu yakin bahwa di luar sana, ada suatu hal yang lebih baik lagi untuk kamu kejar

3. Bersedih

Well, ya. Ketika kamu nggak mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, kamu pasti akan merasa sedih. Ketika kamu ditolak akan suatu hal, tandanya kamu nggak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Maka dari itu kamu pun akan bersedih ketika kamu menerima penolakan.

Lalu, kenapa bersedih disini malah dijadikan suatu manfaat? Hmm... Perlu kamu ketahui gaes, ketika kamu bersedih, kamu akan menangis. Pada tetesan air matamu terkandung hormon kortisol. Hormon ini yang dapat mengatur rasa stresmu. Ketika kamu menangis sama saja seperti kamu mengeluarkan hormon kortisol ini. Maka dari itu, setelah kamu menangis, kamu akan merasa lebih baik dan lebih nyaman.

Akan tetapi, meskipun saya bilang bersedih dan menangis dapat membuatmu merasa lebih baik, kamu jangan berlarut-larut dalam kesedihan, ya. Mau bagaimana pun, kamu harus berdiri kembali dan berjuang untuk mencapai hal yang kamu inginkan.

4. Mempelajari apa yang salah

Sedih, kecewa dan marah ketika kamu ditolak akan suatu hal merupakan hal yang wajar banget. Hal tersebut merupakan ekspresi kamu dalam menanggapi penolakan tersebut. Akan tetapi, kalau kamu berlarut-larut dalam kesedihan tersebut, yang ada kamu nggak mendapatkan keuntungan apapun.

Kamu harus bangkit dan ketahuilah apa kesalahanmu. Contohnya, dulu saya pernah mencoba daftar salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia. Pada tahap seleksi pertama, saya berhasil lolos. Namun pada tahap seleksi dua, saya gagal karena saya nggak terbiasa dengan soal-soal itu. Nah, daripada saya merasa sedih, kesal dan sebagainya, akhirnya saya mendapatkan jawaban bahwa kesalahan saya yaitu nggak mempersiapkan diri ketika mau memulai seleksi tes.

5.  Dapat mengeksplor kesempatan baru

Padahal nih, ya, gaes, ketika kamu ditolak sesuatu, kamu akan memiliki kesempatan baru. Hmm... Kesempatan baru ini ada apa saja, ya? Well, banyak, gaes. Kamu memiliki kesempatan untuk belajar kembali, kesempatan untuk belajar mengatasi rasa sedih dan kecewa, memiliki kesempatan untuk mengubah planmu dan sebagainya.

Ketika kamu ditolak akan sesuatu, kamu pasti akan mencoba untuk mengeksplor banyak hal baru. Misalnya, nih, kalau kamu ditolak di jalur SNMPTN, saya yakin kamu pasti banyak belajar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi SBMPTN. Kalau kamu belajar untuk menghadapi SBMPTN, kamu pun kahirnya banyak tahu tentang ini dan itu. Pastinya, hal ini pun menjadi salah satu bentuk eksplorasimu yang dapat memberikan manfaat tambahan lainnya yaitu memiliki ilmu pengetahuan yang luas.

6. Kesempatan dalam mengembangkan diri

kesempatan dalam mengembangkan diri

Terakhir, ketika kamu ditolak akan suatu hal, kamu pasti akan mengalami perkembangan diri. Tentunya, perkembangan diri ini akan sangat baik untuk kamu ke depannya. Apa kamu masih merasa sangat kecewa kalau kamu ditolak di suatu hal, padahal kamu memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri. Hal ini pun bahkan nggak didapatkan oleh mereka yang nggak ditolak, lho.

Misalnya, nih, kamu membuat suatu proposal skripsi. Alih-alih diterima, kamu malah ditolak karena suatu hal. Nah, disini kamu akan belajar banyak hal, gaes. Pertama, kamu akan belajar dan mengetahui apa, sih, yang diinginkan oleh dosenmu. Lalu, yang kedua kamu akan belajar membuat skripsi yang baik. Ketiga, kamu akan lebih sering membaca tema penelitianmu sehingga kamu penuh dengan pengetahuan yang berhubungan dengan topikmu. Keempat, kamu akan belajar mengendalikan emosimu dan kamu akan menjadi orang yang lebih bersabar dan lebih bijak di kemudian hari.

Nah, karena kamu memiliki kesempatan untuk mengembangkan dirimu dan membuat dirimu menjadi yang lebih baik lagi di kemudian hari, sudah seharusnya kalau kamu nggak kecewa berlarut-larut. Jadi, ketika kamu mendapatkan suatu penolakan, cobalah untuk lihat sisi positifnya, ya!

***

Nah, itu dia enam hal yang perlu kamu ingat kalau kamu sedang mengalami penolakan! Daripada kamu terus-terusan merasa sedih, bete dan kecewa, ada baiknya, nih, kalau kamu memikirkan tentang keuntungan yang kamu dapat ketika kamu menerima penolakan.

Dengan memikirkan keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika kamu ditolak, kamu akan lebih bijaksana dalam menerima penolakan tersebut. Apalagi kalau misalnya kamu melakukan keenam hal di atas setelah menerima penolakan. Saya yakin, kamu akan tumbuh menjadi orang yang lebih baik lagi.

Maka dari itu, gaes, meskipun ditolak, kamu harus tetap semangat, ya! Penolakan bukan berarti gagal selamanya. Kamu hanya belum diberikan kesempatan untuk mendapatkannya. Percayalah, meskipun penolakan itu sakit, tapi, kamu akan mendapatkan yang lebih baik kelak. Semangat!

(Sumber gambar: bonvitastyle.com, putralengkong.net, wordpress.com)

LATEST COMMENT
Najwa Raina | 16 jam yang lalu

Terimakasih banyak

Persiapan UTBK dan SBMPTN 2021 untuk Kelas 12
Luthfiyah Rahma | 22 jam yang lalu

kalo suka matematika bisa ga masuk ke akutansi, meskipun saya anak mipa?

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
tiara rara | 1 hari yang lalu

Kaka kalau S2 psikologi lulusan luar negeri, apakah gelarnya bisa digunakan di Indonesia/bisa nggak kerja di Indonesia

Q & A Bedah Jurusan Kuliah Psikologi
Isabellass | 2 hari yang lalu

Open pp endorse Ig : ibell.s Sekalian follow

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Isabellass | 2 hari yang lalu

Open pp endorse murah bgtt!!! @ibel.s

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1