5 Kesalahan Paling Umum Dalam Belajar Bahasa Asing yang Bisa Membuat Kamu Demotivasi

Mempelajari suatu bahasa baru memang bukan perkara mudah. Bahasa merupakan sesuatu yang terasa familiar dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga untuk dapat membiasakan diri untuk menggunakannya butuh waktu yang nggak sebentar dan usaha yang nggak sedikit.

Dari dulu, saya seriiing banget nemu temen-temen yang “takut” belajar bahasa asing—terutama Bahasa Inggris. Dengan berbagai alasan, mereka mengeluhkan bahwa belajar untuk bisa menguasai suatu bahasa baru itu adalah hal yang sangat sulit dan nearly impossible, sehingga mereka malah merasa demotivasi dan memutuskan untuk nggak melanjutkannya sama sekali.

Duh... padahal hari gini kemampuan dalam menguasai bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, tuh, hukumya wajib banget!

Berikut adalah kesalahan-kesalahan paling umum dalam belajar bahasa asing yang bisa berujung pada demotivasi. Agar kamu nggak mengalami kejadian yang serupa, hindari “jebakan betmen” ini sedari awal, ya!

1. Nggak aktif melatih penggunaan bahasa asing

1

Bisa memahami dan menggunakan suatu bahasa asing adalah skill, yang artinya perlu diasah secara intensif guna menguasai kemampuan tersebut. Kalau kamu masih malu-malu kucing untuk berlatih menggunakan bahasa tersebut secara aktif, kapan kamu bisanya, gaes?

Mempelajari bahasa sama sekali berbeda dengan mempelajari suatu pengetahuan. Nggak peduli sebanyak apapun bahan yang sudah kamu pelajari dan sekeras apapun usaha kamu dalam memahaminya, hasilnya akan nol besar jika kamu ngak aktif berlatih, baik secara verbal maupun non-verbal. Jadi, nggak perlu untuk merasa takut dan malu untuk membuat kesalahan ketika meggunakan bahasa asing. Practice makes perfect!

Benny Lewis, seorang polyglot asal Irlandia punya tips yang berfaedah bagi kamu yang ingin memulai belajar bahasa asing namun takut jika membuat kesalahan. “Gunakanlah bahasa asing yang kamu pelajari di hari pertama kamu mempelajarinya—dan jangan pernah berhenti. Nggak ada guru terbaik dalam mempelajari bahasa selain belajar dari kesalahan-kesalahan yang kamu perbuat!”

2. Hanya menggunakan satu metode pembelajaran

Yakin sering baca-baca textbook dan hafalin seisi kamus cukup untuk memuat kamu fasih berbahasa asing? Coba pikir lagi!

Kemampuan dalam berbahasa bukanlah sesuatu yang bisa kamu kuasai secara instan. Setiap harinya, kamu akan sering menemukan kata-kata dan frasa baru yang nggak akan kamu pahami. Elemen dalam menguasai bahasa pun nggak cuma diukur dari satu dimensi, sehingga mempelajari bahasa hanya dengan satu metode saja nggak akan cukup untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing kamu.

Ketika belajar bahasa asing, pastikan untuk melakukan “pedekate” terhadap bahasa tersebut dari berbagai angle yang berbeda.

Contohnya, untuk membuat telinga kamu terbiasa mendengar bahasa tersebut, nontonlah film dengan bahasa yang dimaksud tanpa subtitle. Untuk memperkaya kosakata dan pemahaman secara tekstual, sering-seringlah membaca sesuatu dalam bahasa asing. Untuk melatih kefasihan dan pelafalan, ajaklah seseorang yang menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa ibunya untuk mengobrol.

3. Nggak menetapkan goals yang spesifik

3

Kalau ngomongin goals dalam menguasai bahasa asing, pasti kalimat yang kamu lontarkan nggak jauh-jauh dari:

“Tahun ini, gue harus menguasai Bahasa Inggris dan Bahasa Korea!”

atau,

“Bulan depan, gue harus mulai belajar Bahasa Jerman!”

Bener, nggak?

Goals seperti ini memang bisa memberikan motivasi yang kuat untuk mempelajari bahasa asing—tapi nggak dalam jangka panjang. Padalah kamu mesti ingat, belajar bahasa itu nggak instan!

Goals yang terlalu umum dan absurd dalam mempelajari bahasa asing cuma bisa bikin kamu kebingungan di tengah jalan, sob. Agar alur pembelajaran kamu lebih terarah dan nggak bikin frustasi, ada baiknya kamu membuat goals yang lebih spesifik.

Misalnya, kamu bertekad untuk mempelajari Bahasa Inggris tahun ini. Di minggu pertama, goals kamu adalah bisa memperkenalkan diri dan menguasai sapaan-sapaan sederhana dalam Bahasa Inggris. Di minggu selanjutnya, goals yang kamu tetapkan terus berubah sesuai dengan kemampuan apa yang kamu rasa harus kamu kuasai untuk melengkapi goals yang sudah kamu capai. Begitu terus sampai fasih! Hihihi.

4. Terpaku dengan terjemahan kata per kata

Emang bener, sih, penguasaan kosakata bakal berpengaruh banget pada kemampuan kamu dalam menguasai bahasa asing. Tapi bukan berarti kamu bisa menerapkannya dalam merangkai suatu kalimat atau frasa, karena pola kalimat arti frasa tidaklah selalu sama dalam setiap bahasa!

Kalau kamu terpaku pada artian kata per kata dan mencoba menerjemahkannya ke bahasa asing yang kamu pelajari, kamu hanya akan menyusun serangkaian kalimat yang terdengar konyol. Apalagi jika kamu mempelajari bahasa yang mengalami banyak pengurangan kata ganti (pro-drop) seperti bahas Arab, Jepang, dan Spanyol, kamu akan mengalami banyak kesulitan dalam menerjemahkan kata per kata karena artinya akan terdengar nggak masuk akal.

Dalam mempelajari suatu bahasa asing, kamu harus betul-betul mulai dari nol. Lupakan semua pengetahuan yang kamu miliki mengenai bahasa asing lain karena hal itu nggak akan bisa diterapkan untuk mempelajari bahasa asing lain. Selain memperkaya kosakata, pelajari pula beberapa frasa penting yang biasa digunakan pengguna bahasa asli untuk mengungkapkan ekspresi tertentu.

Yang paling penting—jangan berpegang sepenuhnya kepada penerjemah online, ya. Meskipun sangat membantu, tapi beda cerita jika kamu mencoba menerjemahkan frasa tertentu seperti perumpamaan atau peribahasa.

5. Menjadikan proses belajar bahasa baru sebagai beban

5

Ini, nih, mindset yang paling ampuh bikin semua orang demotivasi untuk belajar bahasa. Belajarnya dijadiin peer!

Padahal, dalam belajar bahasa, kamu harus merasa terburu-buru untuk bisa menguasai bahasa tersebut agar bisa menggunakannya layaknya seorang pengguna bahasa asli. Harus kamu ketahui bahwa pengguna bahasa asli dan fasih dalam menggunakan bahasa asing sebagai bahasa kedua memiliki banyak perbedaan—mulai dari tingkat kefasihan, pemahaman, sampai logat yang digunakan.

Belajar bahasa asing adalah suatu proses yang benar-benar harus kamu nikmati. Minat dan rasa ingin tahu dan tinggi sangat dibutuhkan agar kamu terus terpacu untuk terus belajar dan mengasah kemampuan kamu dalam menggunakan suatu bahasa asing. Dalam metode belajar apa pun yang kamu lakukan, kamu harus menjalaninya tanpa harus membuat ekspektasi dan “tekanan” tertentu agar terasa lebih berfaedah dan menyenangkan.

Selamat belajar!

(sumber gambar: edutopia.org, theconversation.com, guardianiop.com, thecollegehelper.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Karena merasa gk nyaman aja gitu tmn2 yg lain kok pada enak2 aja aku kok gk enak gitu Krn bidang kerjaan mereka cuma duduk aku berdiri teruss

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Tiara Windi | 26 hari yang lalu

Kak saya ingin pindah magang

11 Etika Saat Berhenti dari Tempat Kerja/Magang
Akun Tum | 1 bulan yang lalu

Hi min bagaimana kalau semester 5 ini gua punya maksimal 24 sks dan sks yg dapat ku ambil cuman 23, nah bagaimana itu klau ada mk wajib 1 yg 3 sks nya saya buang dan menggantikan dengan mk pilihan 2 yang 2 sks-2 sks, untuk mempas kan sks 24.. Menurut mimin bagaimana baiknya

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1