Menu

7 Tips Kepemimpinan Menurut Tokoh dan Pemimpin Top Dunia

“Saya nggak bakat memimpin, soalnya saya nggak bercita-cita terjun ke politik.” TETOT! Anggapan tersebut salah banget, bos! Setiap orang perlu memiliki dan mengembangkan kemampuan memimpin. Nggak sebatas untuk jadi pejabat dan pimpinan negara aja, skill kepemimpinan juga dibutuhkan saat berorganisasi, kerja kelompok, bersaing mendapatkan beasiswa, dan lainnya. Intinya kepemimpinan diperlukan untuk mencapai kesuksesan di pendidikan dan karier.

“Kemampuan kepemimpinan saya tinggi, makanya saya harus jadi pimpinan dan nggak bisa dipimpin.” TETOT! Anggapan kayak begini juga ngaco!

Kita perlu belajar dan mengasah skill kepemimpinan yang baik, nggak cuma mengejar status leader. Salah satu caranya adalah dengan belajar dan mencontoh pemimpin terbaik. Nah, para tokoh dunia membagi inspirasi dan nasihat mereka soal kepemimpinan. Perlu dipraktekkan, nih!

1. Siap dipimpin

"Dia yang tidak bisa menjadi pengikut yang baik tidak bisa menjadi pemimpin yang baik." - Aristoteles

Kata-kata filsuf legendaris asal Yunani ini penting untuk diingat. Beneran deh, untuk menjadi pemimpin yang baik, kamu mesti bisa dipimpin. Dalam kehidupan, peran itu berputar. Misalnya, ketua OSIS atau ketua ekskul harus lengser saat masa jabatannya berakhir. Atau, saat lagi mengerjakan proyek kelompok, ketua BEM pun harus dipimpin sama ketua kelompok.

Mentang-mentang kamu berbakat dan pede memimpin, trus semua hal harus kamu yang mimpin? Trus, kalau nggak di posisi memimpin kamu jadi ogah-ogahan, gitu? Jangan mementingkan ego, bos! Nggak mungkin lah, semua harus kamu. Rempong banget! Lagipula, dengan berada "di bawah", kamu jadi lebih bisa mengerti tentang orang-orang yang kamu pimpin. 

2. Memberikan teladan

"Kepemimpinan terbaik itu dengan keteladanan, saya kampanye sepeda, saya naik sepeda, saya nyuruh warga pungut sampah, saya pungut sampah." - Ridwan Kamil

Sepakat sama Kang Emil! *Salim* Contoh gampangnya, saat kamu jadi leader untuk adik-adik atau saudaramu. Kalau kamu cuma memberi perintah supaya mereka belajar atau beberes, kayaknya susah. Sebaliknya, kemungkinan besar mereka akan meniru apa yang kamu kerjakan. Jadi berikan contoh yang baik.

Hal ini berlaku juga saat kamu memimpin kelompok yang lebih besar dan formal. Misalnya, kalau pengen tim futsal kamu disiplin dan giat berlatih, maka kamunya juga harus disiplin. Jangan datang telat apalagi bolos saat latihan, matikan hape dan hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi kamu di lapangan, dan sebagainya.

3. Yang paling menyatukan, bukan yang paling kuat

“Di masa lalu kepemimpinan artinya adalah kekuatan, tapi sekarang kepemimpinan berarti bisa bekerja sama dengan orang lain.” - Mahatma Gandhi

Itulah kata-kata Gandhi, pemimpin masyarakat India yang terkenal dengan kebijaksanaan dan aksi damainya. Bisa sih, kamu  jadi pemimpin yang dominan dan menunjukkan bahwa kamu unggul. Dengan begitu, kamu pun bakal disegani.

Tapi di zaman sekarang, memimpin dengan kekuatan nggak seefektif dengan memimpin dengan kemampuan merangkul dan bekerja bersama dengan yang lainnya. Kalau cuma mengandalkan kekuatanmu, bisa jadi bekerjanya hanya one man show, alias mengandalkan kamu.

4. Berinovasi

“Innovation distinguishes between a leader and a follower.” - Steve Jobs

Kalimat Steve Jobs ini tepat ditujukan untuk “memimpin” dalam industri teknologi. Tapi pesannya juga bisa diterapkan dalam kemampuan kepemimpinan secara umum.

Kenapa pemimpin harus berinovasi? Sebab pemimpin yang inovatif nggak akan stuck saat ada masalah, dan sebaliknya, nggak akan cepat puas. Ia akan terus berinovasi dan memberikan berbagai solusi dan untuk bergerak maju.

5. Memberi inspirasi positif

“Jika apa yang kamu lakukan menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih tinggi, lebih giat belajar, lebih banyak bekerja, serta menginspirasi orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik, maka kamu adalah pemimpin.”  - John Quincy Adams

Kamu sudah memiliki skill kepemimpinan jika bisa mendorong orang di sekitar kamu untuk menjadi lebih baik, begitu pendapat presiden ke-6, John Quincy Adams. Hal ini nggak harus dilakukan saat kamu menjadi pemimpin secara formal. Bisa saja, kamu mendrong teman-teman dan juniormu untuk ikutan berpartisipasi di kegiatan sosial.

Itulah makanya, program beasiswa atau pertukaran pelajar biasanya menjadikan skill kepemimpinan sebagai penilaian utama. Sebab mereka ingin mendukung anak muda yang bisa memimpin, dalam artian bisa menginspirasi dan menjadikan lingkungan sekitarnya lebih positif.

6. Gemar membaca

“Today a reader, tomorrow a leader.” - Margaret Fuller

Seperti yang dikatakan aktivis perempuan Amerika di abad 19, Margaret Fuller, membaca merupakan “modal” untuk memimpin. Dengan banyak membaca, wawasan dan pemikiran kamu menjadi luas. Bacaan juga bikin kamu kaya dengan inspirasi serta ilmu. Semua itu penting dimiliki seorang pemimpin.

7. Jago berbicara dan menulis

“Jika ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator.” - HOS Tjokroaminoto

Sebagai pemimpin kamu pasti akan berkomunikasi dengan banyak orang, baik secara langsung maupun dengan tulisan. Kalau kamu memiliki kemampuan berbicara dan menulis yang baik, maka komunikasi nggak hanya berjalan lancar, tetapi kamu juga bisa memotivasi dan menggerakkan banyak orang.

Itulah mengapan pemikiran, perkataan, serta tulisan pemimpin top dunia banyak dikutip dan dijadikan inspirasi.

(sumber gambar: businessinsider.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©