Mau Tau Suka-Duka Kuliah Sambil Kerja? Simak Curhatan Saya Dulu, Dong!

Per hari ini, saya sudah hampir setahun bekerja sebagai Community Relations di sebuah perusahaan yang online. Standar aja, ya? Yang bikin agak nggak standar adalah saya juga masih kuliah semester akhir di sebuah universitas swasta Jakarta. Sebelum bekerja di perusahaan online ini, saya juga pernah bekerja lepas di beberapa event organizer.

“Wah, enak dong, masih kuliah tapi udah kerja. Pengen, dong!”

Yakin kepengen? Kuliah sambil kerja memang seru, tetapi seperti semua hal di dunia ini, pasti ada suka-dukanya. Sebelum kamu gagah berani menyatakan mau kuliah sambil kerja, dengerin dulu, dong, curhatkyuu…

*duduk di bawah pohon*

*menatap ke kejauhan dengan nanar*

#dramatis

DUKANYA…

Tugas Jadi Double

Kalau dulu saya cuma perlu fokus menyelesaikan tugas kuliah, ngedeketin dosen galak, dan sibuk nyari kisi-kisi buat UAS, sekarang saya juga harus mikirin tugas dari kantor. Biasanya, sih, bisa diatur. Tapi saya pusing banget kalau kebetulan deadline tugas kampus dan deadline tugas kantor berdekatan. Aseli, bingung mau ngerjain yang mana dulu. Ibaratnya bingung mau nge-date sama pacar atau nemenin nyokap belanja. Dua-duanya penting!

Malah pernah, saking deadline tugas kuliah dan tugas kantor terlalu mepet (cuma beda beberapa jam saja!), saya sampe salah submit dokumen presentasi ke dosen. Seharusnya saya menyerahkan presentasi kelompok, eh, malah ketuker dengan bahan presentasi untuk klien kantor. Wak waaaw.

Pulang Malam Terus

Karena kuliah sekaligus kerja, otomatis tugas saya jadi menggunung. Apalagi dalam sehari, saya nggak punya banyak waktu luang. Alhasil, saya jadi sering pulang malam dari kantor, untuk menyelesaikan kerjaan yang kadang diselingi nyicil tugas kuliah. Begitu juga kalau lagi di kampus. Sehabis kelas atau makan siang, saya langsung ke perpustakaan untuk ngecek kerjaan… sampai perpustakaannya tutup! Saking seringnya pulang malam, para tetangga yakin saya bukan hanya seorang mahasiswi dan pegawai, tetapi juga hansip siskamling.

Jadwal Berantakan

Nggak jarang, dalam satu hari saya mesti bolak-balik kantor-kampus. Untuuung banget ada promo ojek aplikasi yang sangat membantu.

*bukan di-endorse*

*tapi mau banget di-endorse*

Tapi kadang saya merasa dosen, tuh, sebenarnya cemburuan. Sikapnya seakan nggak mau kuliah mereka tersaingi dengan pekerjaan kantor mahasiswa yang sudah bekerja. Soalnya, dosen saya beberapa kali mengadakan kelas pengganti dadakan, sehingga saya yang sudah punya rencana kerja dan meeting seharian jadi mendadak harus kocar-kacir ke kampus! Kalau mau bolos, kadang suka ada kuis dadakan. Cih…

Untungnya CEO dan Operational Director kantor saya pada pengertian, jadi mereka nggak masalah saya “kabur” sebentar ke kampus.

Trus, karena jadwal sehari-hari saya terbagi ke dua fokus, saya sering terlambat masuk kelas. Telatnya telat banget, sampai dihitung absen. Karena kebanyakan absen, ujung-ujungnya saya harus ngulang mata kuliah tersebut di semester pendek. Hiks!

SUKANYA…

Best of Both Worlds—Dapat Teori Dari Kuliah, Dapat Praktek Dari Kerja

Di kampus, saya kebanyakan belajar teori. Prakteknya ada, tapi sedikit sekali. Mungkin hanya 10-15% dari keseluruhan kegiatan kuliah.

Sementara dengan bekerja, saya bisa mempraktekkan apa yang saya pelajari di kampus. Ilmu yang saya dapatkan saat bekerja bisa mengisi apa yang nggak saya dapatkan saat kuliah.

Contohnya, di kampus, saya belajar teori strategi branding ke klien baru. Tetapi saat saya mempraktekkan teori tersebut di pekerjaan saya, ternyata nggak semua bisa dipakai. Pada kenyataannya, tingkah klien bisa macam-macam, sehingga terjadi banyak hal di luar textbook, yang nggak terprediksi sebelumnya.

One Step Ahead

Salah satu keuntungan yang saya rasakan kuliah sambil kerja ialah saya jadi selangkah lebih maju dibandingkan teman-teman seangkatan. Soalnya ada satu hal penting yang udah saya “amankan”, yaitu pekerjaan. Disaat teman-teman sibuk ngelamar kerja, saya sudah duduk manis di kantor.

Dapat Gaji!

This is the sweetest benefit of all *kipasan pake duit*

Setiap gajian, saya langsung merasa jadi orang paling tajir, deh. Serius. Tapi yang lebih penting, tuh, gajian membuat saya bangga dengan diri sendiri, karena sudah bisa menghasilkan uang. Saat gajian, rasa capek dan pusing saya rasanya langsung hilang! Saya pun jadi bisa gantian ngasih uang ke ortu. Hepi, deh

***

Overall, walaupun ada ups and downs-nya, saya nggak menyesal dengan apa yang saya jalani sekarang.

Buat temen-temen yang mau nyoba kuliah sambil kerja, beberapa tips dari saya:

Pertama, cari pekerjaan yang kamu suka. Kuliah udah bikin pusing, jangan sampai tambah pusing sama kerjaan yang nggak sesuai dengan passion kamu. Kedua, belajar time management! Kuliah dan kerja sama-sama penting, dan kunci utama agar semuanya beres adalah mengatur waktu dengan baik. Terakhir, kalau udah ngerasa capek dan nggak kuat… inget aja sama gajian, hehehe.

(sumber gambar: Wfhorne-co, Linkedin Rothenberger Needhamma, Telegraph Montgomery College, Ukkamagra, Lens Shield)

LATEST COMMENT
Fitri Handayani | 6 jam yang lalu

Alhamdulillah sekolah aku udh mulai tatap muka sejak september walaupun dibagi jadi 2 sift

7 Syarat Sekolah yang Dibuka Mulai Januari 2021
Eva Yunita Pratiwi | 8 jam yang lalu

Ibu saya menginginkan saya jadi penyiar radio, krn ibu saya suka denger radio khususnya Radio Rasika FM. Katanya biar bisa denger suara ku, hihihi....

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPS
anggun sea | 2 hari yang lalu

iya memang ada bener nya yah menabung di BANK sama dirumah, kalau di BANK ngga bisa diambil kalau dana nya kecil tpi kalau di rumah dikoek korek

Bisa Jajan Minuman Kekinian, Tapi Nggak Bisa Nabung. Kenapa, ya?
Selma Cena | 2 hari yang lalu

Kita sama. Klo boleh tau gimana persipan belajarnya ya?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1