Menu

4 Hal yang Perlu Kamu Buang Agar Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Kamu fresh graduate dan belum juga mendapatkan pekerjaan? Jangan-jangan kamu masih melakukan 4 hal yang bikin kamu lama dapat jodoh pekerjaan, gaes. Nah, lho!

Semua mahasiswa yang telah lulus kuliah, pastinya mau cepat-cepat dapat pekerjaan, yekan? Mana ada sih, orang yang mau menyandang status pengangguran lama-lama, hehe. Berbagai cara pasti akan kamu lakukan mulai dari membuat CV dan portofolio yang bagus, sering-sering buka situs lamaran kerja, dan sebagainya.

Ketika semua hal sudah kamu lakukan, kenapa ya belum ada perusahaan yang menerima? Apa jangan-jangan…

Eits! Jangan mikir yang aneh-aneh dulu, gaes! Kalau kamu belum diterima oleh perusahaan yang kamu tuju bukan berarti kamu nggak mampu bersaing. Coba introspeksi diri terlebih dahulu, mungkin masih ada beberapa hal nih yang bikin kamu menghalangi kamu dari pekerjaan. Apa sajakah itu?

1. Terlalu Idealis dan Terlalu Picky

terlalu pemilih dalam mencari kerja

Biasanya para fresh graduate masih terlalu idealis sama keinginan pekerjaannya. Misalnya nih, kamu seorang lulusan sarjana dari Program Studi Sosiologi dan kamu hanya mencari pekerjaan sebagai seorang peneliti sosial. Well, sesungguhnya lowongan pekerjaan sebagai peneliti sosial memang ada, akan tetapi sangat lah sedikit. Selain itu, biasanya setiap lembaga mencari orang yang sudah berpengalaman dan memiliki karya yang telah diterbitkan secara nasional atau pun internasional.

Jika kamu belum mencapai kualifikasi yang ditentukan, jangan berkecil hati dan jangan pula terlalu memaksakan diri untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Kamu bisa mencari pekerjaan lainnya yang lebih sesuai dengan kualifikasimu.

Untuk mengurangi sifat idealis dan terlalu picky, cobalah untuk membuat beberapa list pekerjaan yang menurutmu cukup menarik untuk dicoba dan tentunya sesuai dengan kemampuanmu. Bingung dengan minat dan profesi apa yang cocok sama diri kamu? Tenang, gaes… Youthmanual punya assessment yang dapat menunjukkan profesi apa yang cocok buat kamu sesuai dengan keunikan dan potensi yang kamu punya. *Sekalian promo*

2. Menomersatukan Gengsi

Biasanya nih, hampir semua fresh graduate berpikir bahwa bekerja di perusahaan yang ternama akan memberikan gengsi yang gede. Well, emang iya sih gaes, coba bayangkan saja ketika kamu memperkenalkan dirimu sebagai karyawan di perusahaan ternama, pasti semua orang tahu perusahaan tersebut. Tapi, tahukah kamu bahwa sebagian besar fresh graduate berpikir hal yang sama?

Perusahaan yang memiliki nama besar pastinya akan menarik banyak minat dari orang-orang untuk melamar di perusahaan tersebut. Sainganmu bukan hanya sesama fresh graduate saja loh gaes, tapi ada pula yang sudah berpengalaman. Semakin banyak orang yang melamar di perusahaan tersebut, semakin besar pula jumlah kompetitormu.

Kamu boleh saja gaes melamar di perusahaan yang ternama, tapi cobalah untuk melamar juga di perusahaan-perusahaan startup yang sudah jelas perizinannya. Bekerja di perusahaan startup akan mengajarkanmu banyak hal. Misalnya, bagaimana untuk bertindak cepat dan tepat dalam suatu kondisi, belajar membangun suatu perusahaan dari nol, dan sebagainya. So, nggak harus bekerja di perusahaan supertop aja.

3. Nggak Percaya Diri

kurang percaya diri menjadi salah satu penghalang dapat kerja

Banyak fresh graduate yang merasa dirinya nggak punya banyak keahlian atau bahasa kerennya skills. Bahkan, ada beberapa teman freshgrad yang melabeli dirinya sebagai unskilled labor atau pekerja yang nggak punya keahlian.

Nah, akibat dari rasa nggak percaya diri ini cukup banyak. Pertama, kamu nggak pede ketika sesi interview, dan ini biasanya terlihat banget. Kedua, nggak berani untuk melebarkan sayapnya dalam mencari pekerjaan. Akhirnya, kamu hanya mencari pekerjaan yang itu-itu saja.

Daripada kamu terus-menerus merasa nggak percaya diri dan hanya berkutik mencari pekerjaan di satu posisi saja, ada baiknya kamu untuk mengeksplor potensi diri. Mulailah mencari tahu apa yang kamu suka, apa yang kamu bisa dan apa yang menjadi passion-mu. Kamu pun perlu mengingat bahwa setiap orang pasti memiliki kemampuan atau keahliannya masing-masing. Jadi jangan sampe minder ya, gaes.

4. Malas Mencari Pekerjaan

malas mencari pekerjaan

Duh, gaes… gimana ceritanya sih mau dapet pekerjaan tapi kamunya saja masih malas-malasan mencari kerja? Dapat pekerjaan itu sama saja kayak kamu main sepak bola, kalau kamu nggak menjemput bola, ya bola kamu nggak akan sampai gawang, gaes.

Kalau kamu ingin cepat mendapatkan pekerjaan, kamu pun harus berusaha ekstra. Misalnya nih, kalau dulu kamu mencari pekerjaan hanya lewat situs pencari pekerjaan, coba deh lebih di-upgrade struggle-nya. Kamu bisa datangi job fair yang diselenggarakan di kotamu atau aktif mencari info lowongan pekerjaan dari teman-teman atau senior kampus yang sudah duluan bekerja.

Oh iya, kalau kampusmu punya pusat karir, kamu juga bisa banget konsultasi mengenai pekerjaan di pusat karir di kampusmu loh. Pusat karir hadir di kampus-kampus bukan tanpa alasan, gaes. Pusat karir merupakan fasilitas yang diberikan untuk mahasiswa agar kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa kemampuan dan juga passion-mu. Tidak hanya itu, pusat karir juga sering memberikan info lowongan pekerjaan.

Nah gaes, ketika kamu belum mendapatkan pekerjaan, jangan merasa bahwa dirimu nggak mampu ya. Bisa saja tanpa kamu sadari ternyata kamu melakukan salah satu dari empat hal di atas. Kalau kata Aristoteles nih, mengetahui tentang dirimu adalah awal dari semua kebijaksanaan. Jadi, biar cepat dapat pekerjaannya, yuk, mulai introspeksi diri dan buang empat hal di atas jika kamu masih menemukannya dalam dirimu.

Baca juga:

(Sumber gambar: blogs.wgbh.org, entertainism.com, academichelp.net, beyondphilosophy.com) 

LATEST COMMENT
noer yahya | 1 hari yang lalu

Kalo statistik di psikologi itu langsung terapan ya kak. Biasanya langsung yang buat nguji alat tes dan hasil penelitian. Kalo ditanya gampang jawabannya ya SUSAH. Tapi nanti ada alat bantunya kok

Q & A Bedah Jurusan Kuliah Psikologi
Fatimah Ibtisam | 1 hari yang lalu

Ada isu yang beredar. Tapi sejauh ini tidak ada pemberitahuan bahwa tidak boleh lintas jurusan di SBMPTN. Sedangkan pada SNMPTN, tiap kampus memiliki aturan tersendiri mengenai boleh atau tidaknya lintas jurusan. Namun pihak penyelenggara tidak menyarankan hal tersebut (lintas jurusan di SNMPTN).

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
fauzyiahputri | 3 hari yang lalu

Kak mau tanya. Apakah benar tahun 2020 tidak boleh pindah jurusan?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Tisam Ali | 4 hari yang lalu

Setahu kami, mata pelajaran yang umum.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Tisam Ali | 4 hari yang lalu

Pendaftaran SNMPTN gratis. Namun setelah masuk kamu perlu membayar biaya kuliah sesuai kebijakan kampus. Untuk keringanan/beasiswa, bisa mengikuti program Bidikmisi.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©