Apa, Sih, Kelebihan Berkuliah di Program Studi Antropologi?

Menurut banyak orang, ketika kamu ingin menjadi seorang penulis, program studi yang paling tepat untukmu ialah Program Studi Sastra. Kenapa sastra? Karena pada program studi tersebut kamu akan mempelajari banyak hal seperti linguistik, pengkajian suatu cerita atau puisi dan lain sebagainya. Maka dari itu, program studi sastra dianggap menjadi program studi yang pas untukmu jika kamu ingin menjadi seorang penulis.

Ketika kamu ingin menjadi seorang peneliti sosial, program studi yang langsung terlintas dibenakmu pasti Program Studi Sosiologi. Kenapa Program Studi Sosiologi? Karena di program studi yang satu ini, kamu banyak belajar tentang masyarakat, metodologi penelitian dan lain sebagainya.

Tetapi, tahukah kamu? Kamu bisa, lho, menjadi penulis sekaligus peneliti sosial dengan berkuliah di program studi Antropologi. Hah? Antropologi? Antropologi, tuh, apa, ya? Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Lho? Lalu apa bedanya dengan Psikologi? Yap! Bedanya adalah, Antropologi ini belajar tentang manusia namun dilihat dari berbagai sisi, mulai dari sejarah kelompok (suku) manusia, budaya, sosial, agama dan sebagainya. Kalau Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari manusia secara individual seperti pola pikir, mental dan sebagainya.

Menurut kamu menarik nggak, sih, masuk Program Studi Antropologi? Eh tapi, sebelum dijawab, yuk, cari tahu dulu, ada apa saja, sih, kelebihan dari ilmu Antropologi ini! Cek artikel berikut, ya!

1. Terbiasa Bertemu dengan Orang Baru dan Beradaptasi

Yap, hal yang paling sering dilakukan ketika kamu masuk Program Studi Antropologi, salah satunya ialah melakukan penelitian. Saya mendengar suatu cerita dari seorang dosen saya yang merupakan seorang lulusan antropologi, bahwa dengan belajar antropologi, kamu harus berani turun langsung ke lapangan untuk penelitian, bertemu dengan orang baru, bahkan menetap di suatu kelompok dalam beberapa waktu agar kamu bisa meneliti berbagai fenomena di kelompok tersebut.

Kita ambil contoh, ya. Salah satu antropolog yang terkenal ialah Clifford Geertz. Ia adalah seorang antropolog yang berasal dari Amerika. Clifford Geertz merupakan salah satu antropolog yang tertarik dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di Indonesia. Untuk meneliti perkembangan di Indonesia, ia melakukan penelitian di Indonesia selama sepuluh tahun dan menuliskan semua penelitiannya selama tiga puluh tahun.

Dari waktu yang cukup lama tersebut, Geertz dapat menghasilkan banyak sekali karya-karya. Selain itu, Geertz pun pastinya merupakan seseorang yang pandai beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru dan juga orang-orang baru. Nah, kalau kamu menjadi seorang mahasiswa Antropologi, pasti, kamu akan terbiasa dengan bertemu orang baru dan juga mudah dalam beradaptasi. Tentunya, kemampuan ini pasti sangat dibutuhkan olehmu karena di setiap perjalanan kehidupan, kamu akan sering bertemu dengan orang baru, tempat baru, kewajiban-kewajiban baru dan sebagainya.

2. Terbiasa menceritakan atau mengamati sesuatu dengan detail

Sebelumnya saya pernah membahas tentang etnografi, kan? Nah, etnografi, tuh, sebenarnya apa, sih? Etnografi adalah suatu metode penelitian yang dimana metode ini akan mendeskripsikan suatu pola-pola dalam komunitas dan sebagainya secara men-detail. Diibaratkan dengan lautan, metode etnografi ini akan digunakan untuk menyelami dalamnya dasar lautan, bukan hanya digunakan untuk melihat riak gelombangnya saja.

Nah, kalau kamu menjadi seorang mahasiswa antropologi, pasti kamu akan terbiasa untuk memerhatikan segala sesuatunya dengan detail. Kalau kamu memerhatikan segala sesuatunya dengan detail, pastinya kamu pun menjadi seseorang yang tidak gampang lupa, meminimalisir kesalahan dan sebagainya.

3. Belajar toleransi

Tentunya, ketika kamu belajar antropologi, kamu akan mempelajari tentang berbagai macam budaya. Kamu pun akan menemukan berbagai macam perbedaan diantara satu budaya dengan budaya lainnya. Daripada menjelek-jelekkan satu budaya dengan budaya lain atau menganggap bahwa budaya yang satu lebih baik daripada budaya yang lain, pasti, kamu lebih memiliki sifat menghargai budaya yang satu dengan budaya yang lain.

Nah, maka dari itu, dengan belajar di Program Studi Antropologi, pasti akan membuatmu menjadi seseorang yang menerima banyak perbedaan, terbiasa dan sadar bahwa selama ini kamu hidup di tengah-tengah perbedaan, open minded dan tentunya lebih memiliki sifat yang toleran terhadap perbedaan.

4. Kemampuan menganalisa dan berpikir kritis

Clifford Gertz membutuhkan waktu selama sepuluh tahun, lho, untuk melakukan penelitian di Indonesia. Salah satu karya Geertz ialah The Religion of Java. Pada buku itu, Geertz membagi masyarakat Jawa ke dalam tiga kelompok yaitu Islam Santri, Islam Priyayi dan Islam Abangan. Well, disini saya nggak akan menjelaskan kelompok-kelompok tersebut, ya, nanti jadi kayak paper kuliahan lagi, hehe.

Nah, yang harus digarisbawahi disini ialah Geertz merupakan orang Barat yang pastinya tidak mengetahui banyak hal tentang Indonesia pada awalnya. Namun, karena ia terbiasa menganalisa dan berpikir kritis selama sepuluh tahun di Indonesia, maka, terciptalah suatu karya yang bisa dikatakan masih hits hingga saat ini. Kalau kamu menjadi seorang mahasiswa antropologi, pasti kamu akan terbiasa dalam menganalisa dan berpikir kritis, deh. Tentunya, kedua hal ini sangat dibutuhkan ketika kamu sudah masuk ke dunia kerja.    

5. Memiliki kemampuan komunikasi dan kemampuan menulis yang baik

Nah, karena di antropologi seringnya kamu akan melakukan penelitian, pasti kamu harus sering melakukan komunikasi dengan orang-orang yang belum pernah kamu temui sebelumnya. Komunikasi tersebut bisa berupa wawancara antara kamu dan orang yang ingin kamu teliti atau bahkan melakukan focus group discussion yang dimana kamu akan melakukan diskusi bersama dengan beberapa orang untuk menemukan suatu data penelitian.

Setelah melakukan berbagai macam komunikasi, kamu pun tentunya akan menemukan sebuah data. Data ini tentunya akan dituangkan dalam suatu karya. Kemampuan menulis dalam hal ini sangat diperlukan. Kamu harus membuat suatu karya penelitian yang berisi tentang banyak data namun harus ditulis secara detail dan juga menarik.

Tentunya, kemampuan komunikasi dan juga kemampuan menulis ini sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dimana pun kamu akan bekerja, kemampuan komunikasi akan sangat diperlukan karena kamu akan bekerja dengan berbagai orang. Kemampuan dalam menulis sesungguhnya nggak terlalu dibutuhkan di semua pekerjaan namun ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan kamu untuk bisa menulis. Kalau kamu ingin menjadi penulis buku atau content writer, kemampuan yang satu ini wajib kamu miliki.

***

Nah, setelah mengetahui berbagai macam kelebihan yang akan kamu dapatkan ketika kamu masuk Program Studi Antropologi, apakah kamu berminat untuk masuk program studi yang satu ini, gaes?

Baca juga:

(Sumber gambar: youtube.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Rio priyatna Rio | 4 hari yang lalu

Wajib diperbaiki dan konfirmasi ke dosen pengampu bersangkutan

Serba-Serbi IP, IPK, dan Sistem Nilai di Perguruan Tinggi
vegas4D | 1 bulan yang lalu

Raih Kemenangan Besar di Vegas4D. daftar vegas4d vegas 4d https://vegas4d.xyz/ https://vegas4d.store/

4 Langkah Menulis Naskah Film yang Baik Bagi Pemula
syakila putri | 2 bulan yang lalu

terimakasih atas informasinya. kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut https://unair.ac.id/

Bedah Peluang, Daya Tampung, serta Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Terbaik di Perguruan Tinggi Negeri
Muhamad Rifki Taufik | 3 bulan yang lalu

4 Langkah menulis naskah film yang sangat bagus untuk mengembangkan skill penulisan saya. Terima kasih untuk ilmu yang bermanfaat.

4 Langkah Menulis Naskah Film yang Baik Bagi Pemula
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1