Menu

Jurusanku: Antropologi Universitas Indonesia, Rahmad Effendi

Dalam seri "Jurusanku", kamu bisa menelusuri jurusan kuliah lewat cerita mahasiswa dan dosen. Kali ini Rahmad akan berbagi mengenai jurusannya, yaitu Antropologi Universitas Indonesia.

Tertarik mempelajari soal manusia dan budayanya? Mungkin jurusan ini adalah jurusan yang tepat buat kamu. Gaes, yuk ketemu dengan Rahmad Effendi, mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Indonesia yang membeberkan serba-serba belajar di jurusan seru satu ini!

Jurusanku:

Antropologi Universitas Indonesia

Alasan memilih jurusan ini:

“Awalnya rada unik sih, soalnya saya samasekali nggak tertarik untuk masuk Antrop. Jangankan Antrop, masuk ke UI-nya aja saya nggak tertarik. Saya lebih tertarik ke ilmu eknomi dan manajemen gitu makanya pas SBMPTN dulu malah memilih Manajemen UGM, HI Undip, dan Kesos USU. Terus saya disuruh ikut SIMAK UI atau UM UGM gitu sama mentor bimbel saya, walaupun saya nggak minat samasekali. Tapi akhirnya didaftarin juga di SIMAK UI dengan salahsatu pilihannya Antropologi ini.

Nggak nyangka ternyata saya malah keterima di sini. Hahaha. Awalnya emang sempet bingung dan nggak tertarik gitu sih sama Antrop, tapi setelah dijalanin lama-lama baru nemu nyamannya dan akhirnya ngerti sama apa yang dipelajari di Antropologi.”

Mata kuliah penting dan menarik:

“Semuanya sih penting dan menarik kalau menurut saya, tapi sejauh ini matkul yang paling saya suka itu ada antropologi ekonomi, antropologi jender dan seks, antropologi politik, antropologi terapan, antropologi medis, sama antropologi bisnis karena waktu itu sempat ada sesi company visit ke Lazada. Hahaha.

Bagi saya matkul-matkul itu berkesan aja, apalagi Antropologi Bisnis dan Antropologi Terapan. Setelah belajar kedua hal itu saya jadi lebih yakin mau fokus kemana pas lulus nanti.”

Bentuk tugas dan ujian di jurusan Antropologi:

“Kalo tugas sama ujian sih kebanyakan tetep tertulis sih, take-home bikin makalah, sit in, sama yang pasti turun ke lapangan buat penelitian. Terus untuk matkul tertentu kayak Antropologi Agama kita juga ada ujian lisan tiap minggunya. Jadi si dosen nanti milih mahasiswa terus kayak diuji gitu pengetahuan mereka tentang materi yang udah diajarkan. Hahaha”

Peminatan/konsentrasi di jurusan Antropologi:

“Nggak ada.”

Pelajaran SMA yang mendukung perkuliahan:

“Apa ya... kayaknya sih Sosiologi sama Sejarah. Tapi sebenarnya cukup beda sih karena Antropologi dengan Sosiologi dan Ilmu Sejarah ‘kan beda disiplin. Hahaha.”

Karakter dan kemampuan yang perlu dimiliki mahasiswa Antropologi:

“Suka nggak suka kalian harus banyak baca, karena kalau kalian jarang baca bakal keliatan banget bedanya pas di kelas. Terus tahan banting sih karena menurut saya tugasnya cukup berat dan susah-susah. Oiya, sama harus pinter berkomunikasi karena di Antrop nantinya bakal banyak berhubungan langsung sama masyarakat.”

Prospek kerja jurusan Antropologi:

“Banyak banget! Bisa jadi konsultan di perusahaan, Corporate Social Responsibilty (CSR), ngerjain community development di perusahaan, peneliti, marketing research, media, terus PNS dan kementrian juga ada.”

Tips supaya sukses menjalani kuliah di jurusan ini:

“Kalau emang tertarik masuk Antropologi, cari informasi sebanyak-banyaknya dulu dari internet, tanya senior, atau apapun itu biar kalian paham Antropologi itu apa dan gimana belajarnya.”

***

Itu dia tadi cerita dari Rahmad soal jurusannya. Pengen jurusanmu mejeng juga di jurnal Youthmanual? Yuk klik link ini dan mulai bagikan serunya kehidupan kuliah di jurusanmu dengan kami! 

Baca juga:

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©