Mengenal Lebih Dekat Dengan Program Studi Kedokteran Hewan

Program studi Kedokteran Hewan hingga saat ini bisa dikatakan belum cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat. Hal ini dibuktikan dari jumlah Dokter Hewan (Veterinarians) di Indonesia yang belum mencukupi, gaes. Bahkan, menurut data Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Indonesia itu butuh hampir 70 ribu Dokter Hewan. Sementara, sekarang yang ada baru 20 ribuan.

Kalau kita lihat data di atas berarti profesi Dokter Hewan adalah profesi yang menjanjikan, gaes. Sebab masih banyak peluang yang bisa diambil. Nah, buat kamu yang penasaran di program studi Kedokteran Hewan itu belajar apa aja. Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini!

Program studi Kedokteran Hewan belajar apa, sih?

Yang akan kalian pelajari di program studi Kedokteran Hewan sudah pasti tentang Hewan, gaes. Uniknya, di program studi ini, kamu nggak cuma menangani kesehatan hewan peliharaan aja, lho.

Kalau kamu kuliah di Kedokteran Hewan, kamu akan menangani berbagai permasalahan terkait kesehatan hewan—mulai dari hewan peliharaan, hewan ternak, hewan liar, hingga mempelajari manusia. Mempelajari manusia? Kok bisa?  

Karena makanan yang kita makan selama ini ada makanan yang berupa hewani, seperti daging ayam, daging sapi, telor, dan lain-lain. Makanan tersebut pastinya masuk ke dalam tubuh kita, dong.

That’s why, program studi Kedokteran Hewan harus tahu bagaimana menganalisa kualitas hewan ternak, agar daging dan hasil ternak lainnya dipastikan aman bagi manusia. Selain itu, kamu juga akan belajar Zoonosis, yaitu tentang penyakit hewan yang bisa menulari manusia.

Kedokteran Hewan

Berikut beberapa gambaran mata kuliah yang akan kamu dapatkan ketika kamu sedang menempuh pendidikan di program studi Kedokteran Hewan.

  1. Kimia
  2. Biologi
  3. Fisika
  4. Penghayatan Profesi Kedokteran Hewan
  5. Anatomi Veteriner
  6. Biokimia Umum
  7. Histologi Veteriner
  8. Embriologi dan Genetika Perkembangan
  9. Fisiologi
  10. Mikrobiologi Medis
  11. Imunologi Medis
  12. Teknik Formulasi Ransum dan Sistim Informasi Pakan
  13. Farmakologi
  14. Ilmu Kesehatan Masyarakat
  15. Higiene Pangan Asal Hewan

Oyaa, sama hal-nya dengan program studi Pendidikan Dokter lainnya, program studi Kedokteran Hewan sangat tepat untuk kamu yang menyukai biologi, gaes. Apalagi untuk kamu yang sangat menyukai dan ingin melestarikan keberagaman satwa.

Prospek kerja program studi Kedokteran Hewan

Lulusan program studi Kedokteran Hewan punya prospek yang nggak kalah menarik dari program studi Pendidikan Dokter, gaes. Bukan cuma jadi Dokter Hewan aja, lulusan program studi ini bisa berkarir di berbagai lembaga penelitian, pusat karantina hewan, industri makanan, dan pendidikan (Dosen). Selain membuka praktek Dokter Hewan sendiri, keahlian Dokter Hewan juga dibutuhkan oleh kepolisian dan militer, lho.

Hah? Memangnya kalau di kepolisian/militer Dokter Hewan-nya ngurusin apaan? Ya, untuk ngurus anjing pelacak, lah! Siapa lagi, ‘kan, yang merawat anjing-anjing pelacak kalau bukan Dokter Hewan. Hihihi.

Kedokteran Hewan

By the way, untuk menjadi Dokter Hewan kamu harus melalui fase yang cukup panjang. Yups, sama dengan di pendidikan dokter pada umumnya, setelah lulus kuliah dan memeroleh gelar S.KH, kamu harus menempuh tahapan coass selama ± 1,5 tahun terlebih dahulu dan mengikuti ujian kompetensi untuk mendapatkan gelar Dokter Hewan (drh).

Pilihan kampus dengan program studi kedokteran hewan

Kalau kamu memiliki nilai bagus di bidang biologi dan tertarik untuk masuk program studi yang satu ini, berikut beberapa rekomendasi kampus di Indonesia dengan program studi Kedokteran Hewan.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: santafeanimalclinic.com, salmonbrookvets.com, fortune.com)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 Rencanamu ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1