Mengupas Mitos dan Fakta Seputar Mahasiswa Kura-Kura, Agar Kamu Nggak Nyesel Jadi Mahasiswa Aktif!

Di balik awsum-nya kehidupan para mahasiswa kura-kura alias abis pulang lanjut rapat (kuliah-rapat diulang-ulang), ternyata adaaa aja hal-hal seputar kehidupan mereka yang bikin kamu para calon maba nggak berani ambil risiko untuk menjadi seorang mahasiswa kura-kura. Mulai dari gaya hidupnya segaul mahasiswa kunang-kunang (kuliah-nangkring) sampai susah lulus gara-gara kebanyakan rapat jadi lupa belajar.

Padahal, jadi mahasiswa aktif seperti mahasiswa kura-kura itu bakal membawa banyak faedah di masa yang akan datang, lho, gaes. Buktinya, banyak profesional di dunia kerja yang mendeskripsikan calon anak magangnya sebagai sosok yang sudah terbiasa berorganisasi karena dianggap menguasai soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, yang nggak dimiliki oleh mereka yang bukan mahasiswa kura-kura. Wih!

1. Mahasiswa kura-kura itu rada kuper, soalnya kerjaannya rapat melulu sampai nggak punya waktu buat nongkrong kece.

1

Ini mitos!

Faktanya, mahasiswa kura-kura adalah mereka yang bisa mendapatkan the best of both worlds. The best of all worlds, bahkan. Kenapa?

Pertama, dengan aktif berorganisasi, mahasiswa kura-kura mendapatkan berbagai soft skill yang akan sangat dibutuhkan di dunia kerja, teamwork, komunikasi dan negosiasi yang efektif, sampai skill spesifik yang dibutuhkan untuk dapat terjun ke industri tertentu. Inget, sob, Menaker kita bilang banyak sarjana di Indonesia yang nggak siap pakai, dan hal ini menjadi salah satu akar permasalahannya.

Kedua, mahasiswa kura-kura mendapatkan kesempatan networking yang lebih besar dibanding mereka yang bukan mahasiswa kura-kura. Kalau ikutan organisasi dan kepanitian yang beragam, pastinya kamu bakal punya banyak teman dari berbagai latar belakang dan koneksi yang warbiyasak. Networking-nya pun juga nggak melulu soal internal kampus. Misalnya, kalau ada yang berkesempatan jadi panitia acara skala internasional, kebayang, ‘kan, betapa kecenya networking yang bisa kamu bangun dari sini?

Ketiga dan yang nggak kalah penting, siapa bilang mahasiswa kura-kura nggak punya waktu buat nongkrong kece? Rapat, tuh, nggak melulu harus di lingkungan kampus, kok. Bahkan, mahasiswa kura-kura paling excited tiap kali diajak rapat. Soalnya, waktunya rapat adalah waktunya mereka nyobain café dan eksplorasi berbagai spot terbaru di sekitar kampus untuk menemukan “ruang rapat” paling asik!

2. Mahasiswa kura-kura itu rawan susah lulus, soalnya kebanyakan agenda sampai-sampai harus ngorbanin waktu belajar dan nge-skip kelas.

2

Ini mitos!

Faktanya, bukan berarti “rapat melulu” adalah alasan utama mahasiswa jadi susah lulus, lho. Banyak banget mahasiswa aktif dan berprestasi di luar sana yang bisa lulus tepat waktu dengan segudang kegiatan mereka selama menjalani masa kuliah.

Menurut Mumtaz, ketua BEM FEB UI yang juga merupakan mahasiswa kura-kura, hal terpenting yang harus dikuasai oleh mahasiswa kura-kura adalah manajemen waktu dan skala prioritas. Yup, nggak peduli seberapa banyak pun agenda rapat yang kamu miliki, kamu nggak usah takut bakalan ketinggalan materi kuliah atau bahkan sampai nge-skip kelas dan bikin kamu susah lulus kalau kamu bisa menguasai dua hal tersebut. Bahkan, dia punya trik khusus agar nggak sampai ketinggalan materi kuliah selama di kelas meskipun lelah dan ngantuk melanda, lho.

Lagian, cepet atau nggaknya kelulusan kamu nggak akan menentukan kesuksesanmu di dunia kerja nanti kok, gaes. Malah rasanya lebih baik kalau kamu lulus sedikit lama tapi membawa banyak ilmu dan kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dibanding lulus sepet tapi nggak punya skill apa-apa. Ahay.

3. Mahasiswa kura-kura itu ribet banget kalau ke kampus, soalnya harus bawa anu-itu untuk menunjang kegiatannya yang super padat.

3

Ini mitos!

Faktanya, kata ribet nggak pernah ada di dalam kamusnya mahasiswa kura-kura. Serius!

Mahasiswa kura-kura pastinya sadar betapa padatnya jadwal mereka sehari-hari. Belajar dari pengalaman dan keadaan, mereka mampu mengidentifikasi kebutuhan mereka sebagai mahasiswa paling aktif di seantero jagad raya dan sebisa mungkin memenuhi kebutuhan tersebut dengan apa pun yang bisa mereka lakukan.

Misalnya, kalau nggak bisa buku kuliah yang supet tebel gara-gara harus bawain fotokopian proposal, tinggal pinjem di perpus atau temen dari kelas lain. Kalau nggak sempet naruh keperluan praktikum di kosan, tinggal titip di ruangan organisasi. Kalau bingung pulang kemaleman sendirian, bisa nebeng sama anak kura-kura lain. Tiati aja lama-lama jadi nyaman. Hihihi.

Pastinya mahasiswa kura-kura juga harus tau, nih, gadget seperti apa yang bisa mempermudah segala keribetan mereka di kampus. Mahasiswa kura-kura tentunya butuh banget gadget yang sangat mendukung gaya hidup mereka yang aktif, dinamis, lagi hitz dan penuh aktivitas berfaedah.

Seperti Acer Spin 5, notebook convertible terkece abad ini yang bisa menjadi teman setia para mahasiswa kura-kura dalam menjalani seabrek kegiatannya sehari-hari. Dengan kemampuan 4 mode-nya (laptop, display, tablet, tent) yang fleksibel, pastinya bisa kamu manfaatkan sesuai kegiatanmu. Dilengkapi dengan teknologi Acer Color IntelligenceTM yang bikin tampilan gambar lebih detail dan memukau seperti warna aslinya, yang udah pasti bikin kamu betah berlama-lama mantengin layar laptop buat nugas.

acer

Nggak cuma itu, gadget satu ini juga sudah didukung dengan Intel Core Processor generasi ke-8 yang powerful tapi tetap hemat daya serta teknologi Fingerprint Scanner Touch untuk ekstra proteksi. Jadi, kamu nggak usah panik kalau harus bikin belasan desain poster dan segala presentasi dan tugas lainnya, dan effort kamu bakal sia-sia karena ide-ide dan karya brilianmu sampai dicuri orang lain.

Yang paling penting, Acer Spin 5 memiliki daya tahan baterai terbaik di Kelasnya, lho, gaes. Gadget ini mampu bertahan hingga 13 jam dalam sekali pengisian daya, which is cocok banget buat para mahasiswa kura-kura yang seharian ngampus!

***

Gimana, gaes? Nggak ragu lagi untuk jadi mahasiswa kura-kura ketika kuliah nanti, ‘kan?

(sumber gambar: youthmanual, picdn.com, unigo.com, medium.com, acerid.com)

LATEST COMMENT
ceyi | 43 menit yang lalu

bisa aja kok

Kenal Lebih Dekat dengan Jurusan Jurnalistik, Yuk!
ceyi | 44 menit yang lalu

kamu bisa linjur di SBM aja, SNM peluangnya kecil banget karena lebih prioritasin anak IPS

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Nanda Kyala | 6 jam yang lalu

Kak saya mau bertanya, jika anak IPA mengambil lintas jurusan Manajemen bisa tidak kak? Dan kira-kira jika bisa itu di univ mana ya kak? Tolong di jawab ya kak. Terimakasih

Lintas Jurusan pada SNMPTN, Bolehkah?
Mergreci Jelia | 1 hari yang lalu

Kak saya suka nulis dan rencananya saya mau ngambil jurusan ilmu komunikasi di bidang jurnalistik, kira-kira saya bisa jadi penulis berita nggak Kak?

Kenal Lebih Dekat dengan Jurusan Jurnalistik, Yuk!
RIZKA FAUZIYAH | 4 hari yang lalu

Bismillah masuk arsitektur

25 Pilihan Jurusan Kuliah Terbaik Untuk Anak IPA
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1