Menu

Pertolongan Pertama Pada Momen Malu-Maluin di Kampus

Dalam kehidupan sehari-hari, sering terjadi “kecelakaan kecil” yang kayaknya klasik, sepele, ringan-ringan-lucu, namun kalau dialami diri sendiri, malunya setengah mati. Sampai pengen pindah kampus aja rasanya! Minimal ganti muka, lah.

But things happen, termasuk small disasters alias bencana-bencana kecil yang memalukan. Supaya kamu siap menghadapi worst case scenarios, Youthmanual mau menyajikan beberapa kasus yang paling umum terjadi sekaligus trik menghadapinya. Kurang baik apa kita?

Boleh dibaca, boleh diikuti, asal jangan terlalu dimasukin hati. Jangan baper, ah.   

Saltum di Kampus

Di hari pertama kuliah, kamu udah pede datang ke kampus dengan kostum meriah ala anak pantai menyambut summer (baca: musim kemarau), ternyata mahasiswa lain pada pakai baju normal, lengkap dengan jaket almamater. Langsung, deh, jadi tontonan sekampus. Maygat!

How to deal: Ini masalah klasik yang sering terjadi, terutama di kalangan mahasiswa pemula alias anak baru. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah ke toilet. Pastinya, sih, pengen stay di situ sampai kampus bubar. Tapi bakalan nggak bisa masuk kelas, kelaparan, atau pingsan saking bosennya (atau saking lamanya harus mencium aroma toilet yang dahsyat). Bahaya juga, ya?   

Solusinya, pergilah ke toilet—sebentar saja—untuk menenangkan diri dan membenahi penampilan. Misalnya, bagi yang cewek, kalau terlanjur pakai makeup kayak mau kondangan, coba dihapus atau ditipiskan. Lalu kalau kebetulan bawa baju ganti atau luaran, segeralah dipakai untuk menyamarkan kesaltuman. Kalau nggak bawa? Bisa pinjam teman. Coba deh, pinjam sama yang kosannya dekat. Kalau nggak ada, pinjam jaket tukang ojek depan kampus!

Nggak ada kesempatan ganti baju padahal harus banget masuk kelas? Coba duduk agak di belakang, agar ketutupan mahasiswa lain. Bisa juga duduk dekat-dekat teman yang gayanya lebih ajaib, biar nggak merasa beda sendiri.

Salah Masuk Kelas

Lagi-lagi, ini biasanya dialami mahasiswa baru, atau kadang mahasiswa yang kelamaan libur dan sudah lupa sama kampus. Skenarionya, udah mantap masuk kelas, duduk manis, nanya ini-itu. Eh ternyata salah kelas, sob!

How to deal: Run, sob, run! Segera tinggalkan kelas tersebut. Eh, jangan lari juga, sih. Nanti makin banyak yang nyadar kalau kamu salah kelas. Apalagi kalau sampai kesandung.  Alamak! Mendingan melipir aja pelan-pelan.

Cara lainnya adalah dengan ngeles, misalnya:

Dosen: “Lho, kamu salah kelas, ya?”

Mahasiswa: “Nggak kok, Pak. Saya cuma mau ngambil kepunyaan saya yang ketinggalan di kelas ini.”

Dosen:  “Apa?”

Mahasiswa: “Hati saya.” #eaaa

Salah Negor

Sudah heboh manggil-manggil teman sampai nepok bahu segala, eh, nggak taunya salah orang. Parahnya lagi, ternyata dia senior!

How to deal: Wajar banget kalau kamu jadi malu sampai muka memerah kayak udang. Apalagi kalau banyak yang menyaksikan kejadian salah tegor tersebut dan menertawakanmu. Semalu apapun itu, yang penting minta maaf dulu sama orang yang salah ditegur tadi, supaya masalahnya nggak jadi panjang.

Kalau nggak ada yang ngeh bahwa kamu salah negor, langsung aja ajak ngobrol orang yang ditegor tadi. Ngomongin tugas kek, acara kampus kek, atau ngomongin berita terkini selebriti juga boleh, kak!

Outfit Malfunction

Mulai dari sol sepatu lepas, kancing copot, ketumpahan soto di kantin, rok tersingkap sampai kelupaan nutup risleting, semuanya adalah outfit malfunction alias malfungsi pakaian yang bikin stres. Problemnya minor, sih, tapi malunya major, bro-sis!

How to deal: Perbaiki malfungsi tersebut, apalagi yang berkaitan sama aurat. Hahaha… Kalau malfungsinya sulit diperbaiki—misalnya, risleting rusak, kancing lepas atau baju basah—gunakan kreativitasmu. Misalnya, pakai peniti atau jepitan untuk baju yang rusak atau bolong, atau tutupi dengan tas selempang.

Kalau memungkinkan berganti pakaian, lebih oke lagi. Mungkin teman kampus ada yang punya dagangan baju atau sepatu? Makanya, penting juga tuh, menyimpan dana darurat di dompet. Siapa tahu mendadak butuh beli sandal atau kaos untuk situasi kayak begini, yekan?

Kalau benar-benar kepepet, stay cool aja. Misalnya, sepatu kamu jebol dan nggak bisa diganti. Just keep calm and carry on with sepatu jebol. Hahaha. Tapi bener, lho. Semakin kamu tenang, semakin orang nggak ngeh bahwa ada yang salah dengan penampilan kamu.

Jatuh Terjengkang

Sudah jatuh, posisinya terjengkang pula. Disaksikan orang sekampus pula! WHY ME, WHY?!

How to deal: Pertama, bangun dan tenangkan diri. Syok-syok dikit pasti lah, namanya juga baru mengalami kecelakaan meskipun minor. Coba tarik nafas dan hitung mundur untuk membantu menenangkan diri.

Selanjutnya, just laugh. Daripada bersungut-sungut dan makin keki lantaran diketawain dan diledekin, mendingan dibawa santai. Toh, kejadian ini memang lumayan kocak, sih.

Terakhir, ambil hikmahnya. Misalnya, kali lain kamu jadi lebih berhati-hati. Atau gara-gara jatuh, kamu jadi mendadak beken.

Emang sih, pas jatuh rasanya malu banget dan nggak ada kece-kecenya. Tapi setelah bangkit kembali, kamu balik kelihatan kece, kan?

Telat Masuk Kelasnya Dosen Killer

Inilah saat-saat dimana rasa malu, takut, sebel, serta nggak berdaya bercampur jadi satu. Rasanya pengen menghilang ke pantai, trus liburan. Halah!

How to deal: Suka nggak suka, deal or no deal, kamu harus menghadapi si dosen. Daripada nggak masuk, absen bolos jadi bertambah, ketinggalan pelajaran, dan berbagai keribetan lainnya.

Terima aja kalau sampai diomelin di depan kelas. Toh, ini memang kesalahan kamu. Biar muka panas menahan malu, hati dan kepala tetap dingin ya, sob! Omongan dosen jangan dijawab, apalagi dilawan, supaya nggak tambah menjadi.

***

Percayalah, badai pasti berlalu. Begitu juga pengalaman menyebalkan dan malu-maluin. Yang tertinggal hanyalah aib kenangan yang menggemaskan. Lagipula, berbagai bencana kecil seperti ini bisa bikin kamu tahan banting, lho. Caelaaah...

Saya sendiri sudah pernah mengalami nyaris semua kejadian di atas. And I survived! Jadi inget, deh, ketika harus berjalan nyeker ke kosan gara-gara sepatu sandal putus, atau ketika jatuh ke got, padahal udah dandan maksimal ke kampus. Dulu saya manyun dan malu level super, tapi kini bisa senyam-senyum sendiri mengenangnya. Kamu juga pasti bisa!


(Sumber Foto: Deadline, Chimes Calvin College, KQED, Buzzfed, Patheos.com, Teen Times, Venus Poe)

LATEST COMMENT
fauzyiahputri | 1 hari yang lalu

Kak mau tanya. Apakah benar tahun 2020 tidak boleh pindah jurusan?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Tisam Ali | 2 hari yang lalu

Setahu kami, mata pelajaran yang umum.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Tisam Ali | 2 hari yang lalu

Pendaftaran SNMPTN gratis. Namun setelah masuk kamu perlu membayar biaya kuliah sesuai kebijakan kampus. Untuk keringanan/beasiswa, bisa mengikuti program Bidikmisi.

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Tisam Ali | 2 hari yang lalu

Kamu perlu menanyakannya pada pihak kampus, apa saja persyaratan yang perlu dipenuhi.

Organisasi Kampus: BEM, HM, DPM dan Serba-Serbinya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©