Menu

Sukses Seleksi Mandiri 2019 dengan 3 Langkah Ini

Jalur Seleksi Mandiri 2019 merupakan kesempatan terakhir masuk PTN dengan kuota maksimal 30 persen. Bagi yang belum lulus SNMPTN dan SBMPTN tapi ingin masuk  perguruan tinggi negeri, inilah kesempatanmu!

Berikut ini adalah hal yang perlu kamu perhatikan supaya sukses di seleksi mandiri.

1. Cari tahu apa saja yang menjadi penilaian. Sebab tiap PTN memiliki kriteria seleksi masing masing. Secara umum ada 4 jenis seleksi mandiri:

a. Seleksi mandiri dengan ujian yang diselenggarakan kampus secara mandiri. Jadi yang menjadi penilaian hanya hasil ujian tersebut.

b. Seleksi mandiri dengan nilai UTBK. Jadi kamu hanya cukup mendaftar dan memasukkan skor UTBK.

c.  Seleksi mandiri dengan ujian sekaligus nilai UTBK. Jadi hasil UTBK dan hasil ujian di kampus sama sama menjadi pertimbangan utama.

d. Seleksi mandiri dan pertimbangan lainnya seperti nilai rapor, UN, atau lainnya. Biasanya skor UTBK juga dijadikan salah satu penilaian.

Kabar baiknya adalah, kamu bisa mengambil lebih dari satu Seleksi Mandiri. Misalnya, mendaftar seleksi mandiri di Unsri, UGM, sekaligus UNS. Asalkan nggak ada jadwal ujian yang bentrok.

2. Jika seleksi dilakukan dengan ujian, kamu harus tahu apa saja yang diujikan serta bagaimana menghadapi ragam tes tersebut. Ini nih, yang variatif banget di tiap kampus. Ada yang memakai Tes Potensi Akademik, psikotes, ujian akademis, uji keterampilan, esai, bahkan wawancara. Kamu harus benar-benar tahu nih, apa saja materinya.

Cek rangkuman info seleksi mandiri berbagai PTN di sini.

Pelajari materi yang diujikan sesuai ujian mandiri yang diambil. Secara umum, inilah tes pada seleksi mandiri:

a. Tes tertulis. Umumnya, menguji kemampuan dasar serta materi akademis yang diperoleh di sekolah.  Tes seperti ini hampir pasti ada di semua seleksi mandiri dengan ujian. Cara paling efektif untuk belajar adalah dengan latihan soal.

b. Uji keterampilan. Jika kamu mengambil prodi bidang olahraga atau seni, akan ada tes keterampilan. Perhatikan penjelasan mengenai materi yang diujikan, seperti tema/jenis keterampilan yang diujikan, perlengkapan yang perlu dibawa (bila ada), dan lainnya. Selain itu, kamu perlu terus  mengasah skill (baik kemampuan seni maupun olahraga) dengan praktik. Kondisi fisik juga penting dijaga karena dapat memengaruhi performa saat uji keterampilan.

c. Esai. Beberapa PTN seperti UI dan ITB menjadikan esai sebagai salah satu penilaian untuk mengetahui soft skills. Esai ini lebih berkaitan dengan diri atau pemikiran peserta. Memahami kaidah dasar esai dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta banyak membaca merupakan langkah menghadapi tes esai. Nggak hanya itu kamu pun perlu latihan menulis esai. Jadi nggak cuma jago teori. Cara menaklukkan esai bisa kamu baca di sini:

Tip Menulis Esai Diri Untuk Masuk PTN

d. Wawancara. Beberapa kampus swasta sudah menginisiasi tipe ujian ini. Tahun ini, Universitas Padjadjaran pun mulai memberlakukan wawancara di fakultas yang dituju. Wawancara berbeda dengan oral test. Oral test biasanya merujuk pada tes kemampuan akademis/bahasa seperti tes tertulis namun dengan metode tanya-jawab secara langsung. Kalau wawancara lebih untuk menggali kepribadian, minat, pemikiran, kreativitas, serta pemahaman kamu seputar prodi yang dituju.  

Persiapan wawancara perguruan tinggi bisa kamu cek di sini:

22 Pertanyaan Wawancara Masuk Perguruan Tinggi

e. Tes psikologi. Nggak ada yang ‘benar’ atau ‘salah’ dalam tes atau asesmen psikologi. Biasanya tes psikologi dilakukan untuk mengetahui kecenderungan kepribadian dan minat, serta kekuatan dirimu. Konsentrasi tinggi diperlukan dalam tes ini, juga semangat untuk pantang menyerah. Jangan panik atau down apabila, misalnya, merasa nggak bisa mengerjakan dengan maksimal atau nggak menjawab semua soal karena kekurangan waktu.

Why?

Biasanya sih, asesmen psikologi dipakai juga untuk melihat bagaimana dirimu saat dihadapkan dengan tekanan.

3. Eksplorasi dan pilah-pilih program studi yang tepat. Di SNMPTN dan SBMPTN kamu telah memilih 2 program studi. Jadi kamu sudah tahu setidaknya dua program studi yang diminati. Namun, kamu perlu mengeksplorasi dan menentukan pilihan pada seleksi mandiri, karena:

a. Di seleksi mandiri, kamu bisa memilih lebih dari 2 prodi. Misalnya, kamu mendapat jatah 3 prodi, kamu mesti memilih dengan tepat.

b. Selain memilih S1 reguler, di beberapa kampus seleksi mandiri juga bisa untuk memilih prodi S1 pararel, D3, dan D4. Sebagai contoh di UI kamu bisa memilih maksimal 3 prodi S1 reguler beserta maksimal 3 prodi vokasi (D3). Sementara di UGM, pilihannya campuran antara S1 reguler dan D4.

c. Keketatan persaingan prodi pada SBMPTN bisa berbeda dengan di seleksi mandiri.

Manfaatkan kesempatan mendaftar lebih banyak prodi di seleksi mandiri dengan memilih prodi yang sesuai dengan kemampuan dan minatmu. Pastikan pula kamu memiliki informasi yang cukup mengenai pilihan jurusan yang tersedia. Jangan ngarang atau nebak nebak sendiri, hehehe…

(sumber gambar: pexels)

LATEST COMMENT
Fatimah Ibtisam | 10 jam yang lalu

Pendaftaran SBMPTN setahu kami tidak memengaruhi atau dipengaruhi status sebagai mahasiswa. Yang terpenting peserta sesuai aturan. Bila diterima, baru kamu konsultasi dengan kampus. Kemungkinan salah salah satu prodi mesti dilepas.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dian Fitria | 3 hari yang lalu

Kak kalo kita msh berstatus jd mahasiswa aktif di suatu ptn trs ingin dftr sbmptn thn berikut ny dg ttp memilih ptn yg sama cmn beda jurusan itu status kita yg jd mahasiswa aktif di jurusan sblm nya bagaimana kak??

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
| 4 hari yang lalu

Maaf izin Share Mau kuliah di Fakultas Hukum di Surabaya? Kunjungi: http://fh.narotama.ac.id/

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©