Tanya Youthmanual: Tips Sukses SBMPTN Lintas Jurusan

Yang tahun depan udah siap jadi Pejuang SBMPTN, cung tangan tinggi-tinggi !

Selain mempersiapkan diri dengan belajar yang tekun, kamu yang sudah siap jadi Pejuang SBMPTN tentunya juga nggak boleh ngasal menentukan jurusan kuliah, dong, ya. Menembus SBMPTN itu nggak segampang yang kamu kira, sehingga sayang banget kalau effort-mu mempersiapkan diri untuk menembus SBMPTN sampai sia-sia gara-gara salah pilih jurusan.

Youthmanual acung jempol banget, nih, sama kamu yang udah memantapkan diri memilih jurusan kuliah apa yang sesuai dengan minat dan bakatmu sejak dini. Tapi, bisa jadi jurusan tersebut ternyata nggak nyambung sama jurusanmu di bangku sekolah saat ini. Dengan kata lain, kalau ikutan SBMPTN, kamu kudu lintas jurusan!

SBMPTN lintas jurusan seringkali bikin para pejuang SBMPTN insecure karena mereka menganggap peluang mereka untuk tembus SBMPTN jauh lebih kecil dibanding mereka yang nggak lintas jurusan dalam hal penguasaan materi.

But hey, nothing is impossible if you believe in it. Kali ini, Youthmanual ngajak kakak-kakak veteran Pejuang SBMPTN lintas jurusan nan kece, Fika dan Sari, untuk berbagi cerita, tips dan trik mereka kepada kamu sebagai bukti bahwa menembus SMBPTN lintas jurusan itu bukanlah hal yang impossible, dan kamu pastinya bisa banget mengikuti jejak mereka. Simak, yuk!

1

Hai Fika dan Sari! Ceritain dikit, dong, soal background kalian sebagai Pejuang SBMPTN lintas jurusan?

Fika: “Halo. Aku Pejuang SBMPTN tahun 2013, dulunya pas SMA ambil jurusan IPA. Ketika SBMPTN, aku ‘nyebrang’ ke rumpun Soshum dengan pilihan jurusan Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia, karena aku punya passion dalam bidang tersebut.

Menjelang SBMPTN, aku mantapkan diri untuk lintas jurusan ke Soshum. Orangtua awalnya nggak setuju banget, tapi aku bisa ngeyakinin mereka karena aku tau apa yang bakal aku lakukan ke depannya kalau aku mendalami bidang tersebut. Aku lemah banget di pelajaran Fisika dan kimia, jadi aku terus terang aja ke mereka kalau sampai pas kuliah aku ketemu lagi sama dua mata pelajaran ini, bisa-bisa aku nggak survive.”

Sari: “Kalau aku Pejuang SBMPTN lintas jurusan yang dulunya anak IPS, pas SBMPTN pilih rumpun Saintek. Sekarang aku kuliah di jurusan Matematika Universitas Indonesia. Meskipun dulu aku anak IPS, ‘jiwa’ku IPA banget, lho. Aku suka banget mempelajari hal-hal yang sifatnya eksak. Bahkan tadinya aku sempet ambil jurusan Ilmu Kedokteran, tapi sayangnya kita nggak berjodoh. Hahaha.”

Kalau lintas jurusan, berarti fokus belajarnya langsung ke SBMPTN?

“Ya nggak, dong.

Sebelum SBMPTN, ada banyak banget ujian-ujian lain yang harus kamu lalui, seperti ujian sekolah dan UN, dan nggak ada yang lebih penting dari yang lain.

Intinya, sih, sebaiknya kamu prioritaskan mana yang jadwalnya lebih dulu. Soalnya, kamu nggak bisa hanya memprioritaskan salah satu atau hanya beberapa ujian aja, karena semuanya adalah suatu rangkaian yang berkesinambungan. Contohnya aja, kamu nggak bisa ikutan SBMPTN kalau nggak lulus UN. Kalau kamu terlalu fokus pelajari SBMPTN karena kamu lintas jurusan dan sampai melupakan UN dan akhirnya nggak lulus, jadi kena tanggung banget, ‘kan?”

Gimana strategi belajar agar sukses lintas jurusan dari IPA ke Soshum?

Fika: “Awalnya emang aku buta banget sama dunia Soshum, dan bingung banget mau mulai dari mana. Nah, sebelum UN, aku sering minjem buku LKS temen-temen aku yang anak IPS di sekolah. Baca-baca aja, sih, belom berani ngerjainnya, hehe. Lagian juga saat itu aku masih fokus UN. Tapi seenggaknya aku udah bisa nyicil belajar dan punya gambaran apa yang bakal aku pelajari di Soshum.”

Setelah UN, langsung, deh, aku geber pelajarin materi mata pelajaran Soshum dengan apa yang udah aku ketahui sebagai panduan, biar aku nggak bingung harus mulai dari mana.”

Gimana strategi belajar agar sukses lintas jurusan dari IPS ke Saintek?

Sari: “Aku tahu nyebrang ke Saintek bakalan berat banget. Jadi, persiapan yang aku lakukan adalah mengikuti bimbel mata pelajaran IPA selama satu tahun penuh.

Kebetulan bimbel yang aku ikutin itu modelnya seperti les privat, jadi aku bisa memanfaatkan metode belajar seperti ini untuk bener-bener fokusin diri mempelajari mata pelajaran Saintek dengan intensif.

Banyak yang bilang kalau ‘nyebrang’ dari IPS ke Saintek itu lebih jauh dibanding yang dari IPA ke Soshum. Ada juga yang bilang kalau banyak yang nggak berani melakukannya karena minder sama anak IPA asli yang jelas-jelas udah punya advantage dari sisi penguasaan materi.

Tapi kalau menurutku, susah gampang itu relatif. Semua tergantung dengan usaha yang kamu kerahkan, dan sejauh mana kamu percaya dengan kemampuan diri kamu.”

Anak kelas 12, ‘kan, cuma punya waktu kurang lebih 2 bulan dari masa paska-UN sampai hari-H SBMPTN. Ada, nggak, cara khusus untuk menghafalkan sebegitu banyak materi dalam waktu yang sangat singkat?

“Waduh, jangan dihafal! Daripada puyeng hafalin sebegitu banyak materi, lebih baik kamu belajar bagaimana cara memahami konsep.

Simpelnya, SBMPTN, ‘kan, ngerjain soal. So, perbanyaklah latihan soal-soal SBMPTN di waktu yang kamu punya, dan lakukan pembahasan materi sambil jalan. Boleh di bimbel, boleh belajar sendiri, boleh banget kalau kamu bisa sering-sering ikutan Try Out (TO).

Kalau kamu maksain hafal buku dulu, effort kamu bakal sia-sia. Menurut kami, kalau kamu sudah terbiasa mengerjakan latihan soal, lama-lama kamu bakal memahami pola dan konsep pertanyaannya, lho.

Selain itu, dengan latihan soal terus menerus dan rutin ikutan TO, kamu nggak bakal kaget ngerjain soal di hari-H karena tingkat kesulitannya yang amsyong dan waktunya yang sangat singkat, hahaha.”

Apa tips dan trik dalam mengerjakan soal SBMPTN lintas jurusan?

“Terlepas apakah kamu ikut SBMPTN lintas jurusan atau nggak, menurut kita inilah tips dan trik mengerjakan soal-soal SBMPTN yang harus kamu lakukan.

As you know, SBMPTN terdiri dari 2 sesi ujian, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) yang digabung dengan Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Rumpun Ilmu (Saintek/Soshum/Campuran). Kesalahan terbesar adalah ketika kamu terlalu fokus mengejar pendalaman dalam rumpun ilmu, dan kamu malah nyuekin si TPA dan TKD.

Padahal, TPA dan TKD adalah lumbung nilaimu, lho. Berhubung TPA adalah psikotes dan TKD adalah ilmu paling basic, which is dua-duanya relatif lebih mudah dikerjakan, isilah semaksimal mungkin sebisa kamu. Jadi, gunanya kamu rutin ikutan TO adalah selain sebagai sarana latihan soal juga untuk membiasakan diri untuk mengerjakan 2 tes ini.

Untuk mengerjakan soal rumpun ilmu, jawablah jika kamu benar-benar yakin dengan jawabanmu. Jangan sampai lupa kalau SBMPTN punya sistem minus dimana setiap jawaban benar bernilai 4, salah bernilai -1, dan nggak diisi bernilai 0. Kalau kamu memang nggak yakin dengan jawabanmu, lebih baik dikosongkan daripada malah mengurangi nilai.

Oya, usahakan untuk meminimalisir hal-hal kecil yang mengganggu seperti jangan sampai datang telat, nyasar, lupa bawa alat tulis dan dokumen persyaratan, atau semacamnya. Hal ini bisa memecah konsentrasimu banget, lho. Jangan lupa juga perbanyak berdoa biar usahamu makin afdol.

Semangat jadi Pejuang SBMPTN 2018, ya!

***

Ngomong-ngomong, gaes, buat kamu yang lagi galau jurusan menjelang SBMPTN, Youthmanual telah mengumpulkan ribuan informasi seputar profesi, program studi, dan kampus unggulan, serta panduan persiapan kuliah yang komprehensif buat kamu dalam laman Eksplorasi. Biar nggak galau lagi, yuk, eksplorasi ribuan informasi program studi, karier dan profesi, dan kampus selengkapnya di sini.

Baca juga:

(sumber gambar: wordpress.com, youthmanual)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
vegas4D | 14 hari yang lalu

Raih Kemenangan Besar di Vegas4D. daftar vegas4d vegas 4d https://vegas4d.xyz/ https://vegas4d.store/

4 Langkah Menulis Naskah Film yang Baik Bagi Pemula
syakila putri | 2 bulan yang lalu

terimakasih atas informasinya. kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut https://unair.ac.id/

Bedah Peluang, Daya Tampung, serta Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Terbaik di Perguruan Tinggi Negeri
Muhamad Rifki Taufik | 2 bulan yang lalu

4 Langkah menulis naskah film yang sangat bagus untuk mengembangkan skill penulisan saya. Terima kasih untuk ilmu yang bermanfaat.

4 Langkah Menulis Naskah Film yang Baik Bagi Pemula
Al havis Fadilla rizal | 3 bulan yang lalu

Open pp/endorse @alfadrii.malik followers 6k minat dm aja bayar seikhlasnya geratis juga gpp

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Deca Caa | 4 bulan yang lalu

open pp/endorse @aaalysaaaa 11,6 followers dm ya bayar seiklasnyaa

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2024 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1