Menu

7 Ciri-Ciri Netizen yang Baik

Media sosial merupakan suatu hal yang bukan baru lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia pastinya memiliki media sosial baik itu Twitter, Facebook, Instagram dan sebagainya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh wearesocial Hootsuite, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang atau sebesar 56% dari total populasi. Padahal, di tahun sebelumnya, penggunaan media sosial ini hanya mencapai 130 juta orang atau bisa dikatakan meningkat sebanyak 20%.

Wah, banyak, ya, pengguna media sosial di Indonesia. Jumlah yang sudah disebutkan di atas terdiri dari berbagai umur, lho. Nah, mau berapa pun umur para pengguna media sosial, semua pengguna media sosial disebut sebagai "netizen". Kalau kamu mendengar kata "netizen", apa yang terlintas dipikiranmu? Kumpulan orang-orang yang suka nyinyir di media sosial? Kumpulan orang yang suka komentar julid di media sosial? Kumpulan orang-orang yang suka ngegosip ramai-ramai di media sosial? Wah, duh, yang terlintas kebanyakan hal-hal yang negatif, ya.

Well, memang, sih, kita pasti sering banget menemukan orang-orang yang berkomentar julid alias menyakiti perasaan orang lain. Contoh yang masih hangat dibicarakan baru-baru ini ialah kasus bunuh diri dari salah satu member grup idol K-Pop yaitu Sulli yang disebabkan oleh rasa depresi akibat komentar-komentar yang berisi hujatan dari para netizen. Memangnya, kenapa, sih netizen suka banget komentar buruk? Alasannya bisa baca disini, ya.

Nah, seharusnya sebagai netizen, kita harus menjadi netizen yang baik. Mau jadi netizen yang baik? Ketahui dulu, yuk, ciri-ciri dari netizen yang baik dan patut diikuti!

1. Nggak gampang kemakan hoax

gampang kemakan hoax

Nah, menurut saya, pada saat ini, masih banyak banget, nih, orang-orang yang mudah kemakan hoax. Setiap ada berita yang happening dan besar perhatiannya, mau itu benar atau salah, banyak netizen yang membenarkan berita tersebut. Apakah hal ini baik? Wah, menurut saya, hal ini bukanlah suatu hal baik yang patut dipertahankan.

Kalau kamu punya kebiasaan seperti ini, coba deh untuk ubah kebiasaannya. Sesungguhnya, netizen yang baik ialah netizen yang nggak gampang percaya dengan suatu berita dan memilih untuk mengklarifikasi berita tersebut sebelum mempercayainya.

2. Nggak asal komentar dan membagikan berita di media sosial

Ketika kamu melihat suatu konflik atau berita-berita sensasi di media sosial, ada baiknya kamu nggak ikut-ikutan berkomentar. Lho, kenapa? Bukannya seru, ya, ngejulidin orang? Wah duh, padahal kalau kamu berkomentar julid pada suatu berita sensasi atau konflik, sama saja seperti kamu memberikan panggung kepada orang tersebut.

Seharusnya, hal-hal seperti konflik, berita sensasional yang nggak bermanfaat, hoax dan sebagainya nggak perlu diberikan panggung. Coba deh bayangin kalau kamu komentat atau membagikan berita ini kepada orang lain, yang ada malah semakin banyak orang yang membaca berita tersebut dan makin terkenal lah si pembuat berita tersebut. Jadi, pilih-pilih lagi ya kalau mau berkomentar atau membagikan suatu informasi dari media sosial.

3. Nggak nyebar hoax

Nah, hampir sama, nih, dengan poin-poin sebelumnya. Terkadang, masih banyak netizen Indonesia yang suka percaya atau ke-trigger sesuatu di media sosial padahal belum tahu bagaimana kebenarannya. Celakanya lagi, sudah ke-trigger, eh, malah di share ke teman-teman yang lain. Nah, tanpa kamu sadari, hal kayak gini, nih, yang menyebabkan hoax semakin menyebar luas.

Sebagai netizen yang baik, kamu perlu untuk kritis ketika kamu menemukan suatu berita baru atau informasi baru. Kritis disini bisa berupa mengklarifikasi berita atau informasi yang kamu baca dengan cara mencari kebenarannya dengan mengeceknya di sumber lainnya. Ketika kamu tahu bagaimana kebenarannya, boleh, lah, kamu membagikan berita tersebut kepada orang lain sesuai dengan kebenarannya.

4. Nggak bikin hate speech atau bully netizen lainnya

Hal yang sering terjadi pada netizen ialah membuat hate speech dan bully netizen lainnya. Berlindung di bawah payung demokrasi yang katanya bebas berpendapat, para netizen ini terus mengomentari orang lain dengan sesukanya. Hmm... Perlu diketahui, nih, gaes, menghujat dan memberikan pendapat merupakan dua hal yang berbeda.

Seperti yang sedang gandrung dibicarakan saat ini, Sulli yang merupakan salah satu member grup idol telah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena komentar-komentar yang berisi bully dan hate speech yang dilontarkan netizen kepada dirinya. Perlu diketahui, nih, gaes, hate speech atau mem-bully netizen lain merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh kepada psikis dari netizen tersebut, lho. Jadi, jangan menjadi alasan dibaliknya rasa depresi dan stres netizen lain karena komentarmu, ya.

5. Memberikan posting-an yang bermanfaat dan mencantumkan sumber

Nah, daripada menyebarkan hate speech atau mem-bully netizen lain, ada baiknya, nih, kalau kamu share seuatu yang lebih bermanfaat seperti tips-tips untuk menabung, resep-resep makanan, cara membuat presentasi yang baik dan tema lainnya yang dapat membantu orang lain. Membantu orang lain sebenarnya bisa hanya dengan membagikan tips-tips yang menarik dan bermanfaat untuk orang lain.

Kalau kamu memberikan posting-an yang menggunakan sumber dari orang lain, jangan lupa untuk cantumkan sumbernya, ya. Lho, memangnya kenapa? Yah... Sebenarnya hal tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada orang lain. Coba bayangkan kalau kamu menulis sesuatu dan di copy-paste oleh orang lain tanpa mencantumkan namamu sebagai sumber? Pastinya kesal, kan?

6. Nggak menyebarkan sensitive content

Sensitive content tuh misalnya seperti apa, ya? Sensitive content tuh misalnya seperti hate speech, konten yang mengandung SARA, kekerasan dan hal-hal lainnya yang nggak patut untuk disebarkan. Apakah netizen Indonesia sudah terbebas dari sensitive content? Well, menurut saya belum, maka dari itu, gaes, kita coba mulai pada diri kita sendiri dulu, yuk!

Memangnya kenapa, sih, kita nggak boleh share sensitive content? Well, karena sensitive content dapat berdampak buruk kepada orang lain. Dampak apa yang bisa ditimbulkan? Dampak tersebut bisa berupa konflik, perpecahan dan bisa menyebabkan rasa nggak nyaman. Duh, jangan sampai, ya, menjadi penyebab hal-hal di atas.

7. Melakukan kebaikan di media sosial

sebar hal positif

"twitter, please do your magic". Kalau kamu anak Twitter, pasti kamu sering banget ketemu kalimat seperti di atas. Mungkin banyak orang yang bilang kalau orang yang nge-tweet seperti itu adalah orang yang nyari likes atau retweet. Tetapi, menurut saya, hal tersebut ialah suatu hal yang lebih baik disebar daripada hoax atau ujaran kebencian.

Biasanya, tweet yang diawali dengan kalimat di atas merupakan sebuah ajakan untuk berbuat kebaikan kepada orang lain seperti membantu seseorang menjual makanan atau suatu barang, membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan dan sebagainya. Meskipun ia hanya share sebuah tweet, tapi, bagi saya, hal tersebut sudah merupakan suatu kebaikan.

***

Dari ketujuh ciri-ciri di atas, adakah salah satunya yang cocok denganmu? Kalau belum ada, yuk, coba biasakan dirimu untuk melakukan ketujuh hal di atas agar menjadi netizen yang baik. Menjadi netizen yang baik nggak ada salahnya, lho, bahkan aktivitas-mu di media sosial menjadi lebih bermanfaat. Tahukah kamu tentang rekam jejak digital? Well, apapun yang kamu tulis di media sosial, ya, mereka akan ada disana selamanya meskipun kamu sudah menghapusnya. Maka dari itu, lebih baik kamu menulis atau mem-posting suatu hal yang baik karena hal tersebut dapat menjadi nilai plus untuk dirimu kelak. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: medium.com, gdata.com, behance.net)

LATEST COMMENT
Genius Revanza | 18 jam yang lalu

Wahhhh bagus ni kak artikel nya next sma sama smk kak hehe

5 Kemampuan yang Sama-Sama Dimiliki Anak IPA dan IPS
Khusnul Khotimah Hamzah | 5 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©