Hati-Hati, Gangguan Kesehatan ini Ternyata Disebabkan oleh Gadget!

acer

As we know, perkembangan teknologi dan membuat hidup kita terasa lebih mudah. Apalagi sejak hadirnya berbagai perangkat canggih yang bikin segala aktivitasmu dapat dilakukan dengan satu benda aja.

Apalagi di zaman now begini, rasanya nggak ada anak muda yang nggak punya smartphone—atau kalau udah kuliah, laptop. Hidup rasanya nggak afdol kalau seharian nggak menggunakan gadget-gadget tersebut. Bagaikan sayur tanpa garam, gitu. Aih.

Disamping jutaan kemudahan yang diberikan ketika menggunakan gadget-gadget tersayang hampir setiap hari, ternyata kamu juga beresiko terkena penyakit karena kegiatanmu itu, lho. Apalagi kalau kamu nggak menggunakannya dengan baik dan benar. Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa-bisa 5 penyakit ini bakal mengganggumu!

1. Tech-neck

tech neck

Alias: leher pegal

Ngaku, deh, kalau 90% kesempatan dimana kamu menggunakan smartphone pasti dalam posisi nunduk. Soalnya, saya sendiri juga begitu, hehe.

Entah gara-gara kebiasaan atau emang pewe, posisi nunduk ketika menggunakan smartphone dan laptop jadi lazim dalam kehidupan sehari-hari. Gara-gara ini juga jumlah anak muda dengan masalah kesehatan leher dan punggung semakin meningkat. Berdasarkan penelitian dari pakar kiropraktik, setidaknya terjadi peningkatan jumlah anak muda berusia 16-24 tahun yang mengalami masalah kesehatan leher dan punggung sebesar 60%. Wadidaw!

Gimana cara menanggulanginya? Usahakan untuk nggak sering-sering menunduk ketika menggunakan smartphone, pastinya. Jika kamu menggunakan smartphone di depan meja atau di sofa, usahakan untuk menopang sikumu di atas meja ataupun lengan sofa agar posisi layar smartphone-mu sejajar dengan pandangan mata.

Kalau laptop? Simpel aja. Beri penopang tambahan di atas mejamu agar layar laptop sejajar dengan pandangan mata.

2. Sleep Deprivation

sleep deprivation

Alias: kurang tidur

Ngaku lagi—pasti kamu juga doyan ngecekin medsos sebelum tidur. Di atas kasur, sambil baringan, matiin lampu. Yekan?

Ada hal nggak terduga yang dapat mempengengaruhi kesehatanmu gara-gara kebiasaan ini. Kamu akan mengalami hypervigilance, yaitu tingkat kewaspadaan tinggi sebagai respon terhadap keadaan bahaya.

Nah, kasusnya terhadap penggunaan gadget di malam hari adalah kamu jadi terpicu untuk terus mengecek smartphone (atau laptop)-mu dan berekspektasi untuk menerima notifikasi—entah itu chat, missed call, DM Instragram, atau yang lainnya. Rasanya pun nggak puas kalau belum “bersihin” notifikasi-notifikasimu yang numpuk atau update-an stories teman-temanmu. Begitu terus, deh, sampai kamu lupa kalau udah lewat tengah malem!

Gimana cara menanggulanginya? Taruh smartphone-mu jauh-jauh dari tempat tidur sebelum tidur. Problem solved.

3. Toast-skin Syndrome

toast skin syndrome

Alias: luka bakar

Dirancang untuk mendukung mobilitas penggunanya, laptop emang asik untuk digunakan di mana aja dan kapan aja. Mau sambil bepergian dengan kereta, lagi liburan di pantai, nyantai di lorong gedung kampus, sampai jungkir balin di kamar sendiri. It’s as flexible as that.

Sayangnya, saking praktisnya, masih ada yang bandel makai laptop di paha tanpa dialasi apa pun. Berasa ada hawa panas? Ya pastinya, soalnya bisa jadi kamu nutupin cooling system alias “kipas” yang bekerja agar mesin laptopmu nggak overheating. Masih mending kalau cuma ngerasa anget-anget lucu. Kalau kulitmu sampai melepuh dan kena luka bakar, bisa beda cerita!

Gimana cara menanggulanginya? Boleh aja, kok, kalau kamu merasa lebih praktis menggunakan laptop dengan cara dipangku alias menaruhnya di atas paha. Tapi, jangan lupa beri alas yang rata seperti kayu atau plastik (jangan bantal)! agar sirkulasi cooling system-nya nggak tertutup.

Lebih baik lagi kalau kamu sekalian menggunakan cooling fan eksternal. Atau kalau kamu nggak mau ribet, ada Acer Nitro 5 dengan Teknologi Acer Coolboost dan 3D Aeroblade yang terbukti efektif mendinginkan sistem dan juga bikin hemat daya. Nggak tanggung-tanggung, kecepatan fan-nya bisa menurunkan suhu hingga 19%. Ntap!

4. Screen Strain

screen strain

Alias: mata lelah

Sepanjang hari mantengin layar smartphone dan laptop emang ada enaknya, ada nggak enaknya. Enaknya sih kalau kamu lagi ngaso seharian dan menghibur diri dengan satu season drama korea. Nggak enaknya, ya… kalau kudu lembur 3 hari. Huft.

Either way, mantengin layar smartphone atau laptop dalam waktu yang cukup lama tentunya juga bakal berpengaruh terhadap kesehatan matamu. Berdasarkan penelitian Optiometri pada tahun 2017, setiap orangnya dapat menghabiskan waktu lebih dari 50 jam dalam satu minggu di depan layar gadget! *mendadak ngitung* *syok*

Kebiasaan ini pun dapat menimbulkan gangguan penyakin yang dikenal dengan nama computer vision syndrome, yaitu kondisi dimana matamu menjadi gampang lelah dan membuat pandangan sering mengabur akibat terlalu lama menatap layar gadget. Belum lagi emisi cahaya biru yang dipancarkan layar gadget yang tentunya sangat berbahaya. Kalau diiarkan terus menerus, bisa-bisa fungsi kornea matamu menjadi menurun, bahkan terancam rabun!

Gimana cara menanggulanginya? Ada kalanya kita nggak bisa menghidari intensitas pemakaian gadget dalam satu hari (uhuk-nugas-uhuk-lembur). Tapi, ada trik cantik yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi screen strain, yaitu dengan kaidah 20-20-20. Maksudnya, setiap 20 menit ketika menatap layar gadget, alihkan pandanganmu sejauh 20 kaki (6 meter) jarak pandang selama 20 detik membantu melemaskan otot-otot matamu.

Lagipula, zaman sekarang udah ada gadget yang ramah kesehatan, kok. Acer punya inovasi teknologi ketje bernama Acer Bluelight Shield yang melindungi mata kamu dari emisi cahaya biru layar laptop yang berbahaya bingit. Nah, kamu yang concern banget dengan kesehatanmu bakalan cocok banget pilih Acer Aspire series dan Acer The New E series yang dilengkapi dengan Acer Bluelight Shield, karena bisa langsung kamu install di Acer Quick Acess dan atur sendiri sesuai kebutuhan. Keren!

 

(sumber gambar: jurnalib.com, 2oceansburn.com, capitalclinicphysio.com, ytimg.com, mnn.com)

POPULAR ARTICLE
LATEST COMMENT
Crypton | 17 hari yang lalu

Setelah 2018 ingin masuk oseanografi di postingan ini dan sekarang sudah semester 9, sangat bersyukur bisa ada di oseanografi.. Next S2 Ocean Instrumentation!!

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Olinnn | 20 hari yang lalu

Open pp/endorse cek ig : pragunawati_

Serba-Serbi dan Cara Seputar Meng-Endorse dan di-Endorse di Media Sosial
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2022 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1