Menu

Quiz: Puluhan Pahlawan Indonesia Diperankan Selebriti Indonesia. Bisa Tebak Siapa Aja?

Di bulan kemerdekaan Indonesia ini, fotografer Roni Bachroni membuat pameran fotografi tunggal berjudul A Frame for Life, bekerjasama dengan GNOTA dan Grand Indonesia. Sebagai bagian dari proyek ini, Ronni memotret sejumlah selebriti Indonesia yang ditampilkan sebagai pahlawan tanah air.

Konsepnya keren banget, gaes! Apalagi Roni Bachroni nggak hanya mengangkat para pahlawan kemerdekaan yang berperang dengan mengangkat senjata, tetapi juga para pahlawan yang mengangkat derajat Indonesia dengan cara berkarya dan meninggalkan warisan berharga.

Alhasil, wajah para pahlawan yang biasanya dipajang di dinding kelas atau sampul buku Sejarah kamu itu jadi tampil lebih modern (dan kece)!

Meskipun rata-rata netizen histeris melihat kegantengan dan kecantikan para selebriti yang dibidik Ronni, saya jauh lebih trenyuh dengan backstory para pejuang yang mereka perankan. Kamu masih hapal nggak?

Coba tebak, dong, para selebriti ini memerankan siapa aja, berdasarkan petunjuk-petunjuk berikut!

Mischa Chandrawinata (atas kiri) sebagai…

Pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Jawa, bernama asli Raden Mas Antawirya. Ia seorang pangeran Jawa yang sangat menentang kolonial Belanda, karena terus-terusan menyiksa dan merugikan rakyat Indonesia.

Tokoh ini adalah pencetus dan pemimpin sebuah perang terhadap Belanda di Jawa. Perang ini adalah salah satu perlawanan terbesar terhadap Belanda, sampai merugi merugi 15.000 tentara, 20 juta gulden, dan memakan korban 200.000 orang Jawa.

Momen ketika pahlawan ini akhirnya ditangkap Belanda dijadikan subjek lukisan Raden Saleh yang legendaris.

Deva Mahenra (atas tengah) sebagai…

Pembela kemerdekaan Indonesia asal Sumatra Barat, bernama asli Sutan Ibrahim. Seorang guru, filsuf dan pemikir hebat, mantan aktivis PKI, dan pejuang gerilya. Saking fokusnya kepada kemerdekaan Indonesia, beliau nggak pernah mau menikah, walaupun pernah beberapa kali jatuh cinta.

Ia adalah penulis 28 buku, tetapi karya-karyanya yang paling terkenal adalah Madilog (Materialisme, Dialog, Logika), Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi), dan autobiografinya, Dari Pendjara ke Pendjara, yang ia tulis selama dipenjara antara tahun 1947 and 1948.

Marcell Chandrawinata (atas kanan) sebagai…

Pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Aceh, yang juga suami dari pahlawan Cut Nyak Dhien. Taktik andalan pahlawan ini adalah pura-pura bekerjasama dengan Belanda, tapi lalu melawan mereka setelah ia berhasil mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.

Hamish Daud Wyllie (bawah kiri) sebagai…

Pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Maluku, yang ditunjuk sebagai “kapten” oleh rakyat Saparua untuk melawan Belanda pada Mei 1817. Ia memimpin perlawanan ini bersama beberapa tokoh perjuangan Maluku lainnya, termasuk Martha Christina Tiahahu.

Tokoh ini adalah salah satu pencetus Proklamasi Haria, yang berisi protes rakyat Maluku terhadap ketidakadilan Belanda. Proklamasi Haria juga berisi tuntutan agar tokoh ini menjadi pemimpin rakyat Maluku, bukan Belanda.

Presiden Soekarno sendiri menyatakan bahwa ia adalah patriot hebat, dan menetapkan tanggal 15 Mei sebagai hari besar tokoh ini.

Marcello Tahitoe (bawah tengah) sebagai…

Pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Sulawesi Selatan, yang juga Raja Gowa ke-15.

Pada tahun 1666, Kompeni Belanda berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Malah ketika tokoh ini naik takhta, ia menggabungkan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia Timur untuk melawan kompeni.

Selama berperang melawan tokoh yang keras ini, kompeni sering kewalahan, sampai perlu minta bantuan tentara dari mana-mana. Nggak heran kalau beliau mendapat julukan Ayam Jago Dari Timur!

Dinda Kanyadewi sebagai…

Pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Aceh. Pada September 1599, tokoh ini memimpin 2,000 pasukan Inong Balee (janda-janda pejuang yang wafat di perang) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda.

Ia juga dengan berani membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, (wow!) sehingga mendapat gelar laksamana.

Dwi Sasono dan Widi Mulia sebagai…

Pasangan suami-istri yang terus mesra dan kompak sebagai tokoh pendidikan anak-anak Indonesia. Sang istri bernama asli Sandiah, sementara sang suami bernama asli Soerjono. Mereka berdua awalnya adalah pemandu acara Taman Indria di TVRI, dan sama-sama anggota Kepanduan Indonesia (Pramuka).

Soerjono punya latar belakang sebagai guru, dan pada tahun 1965, mereka mendirikan sekolah taman kanak-kanak legendaris TK Mini (alumninya ada Megawati, Hayono Isman, sampai, ehem, saya sendiri), dan pencipta lagu anak-anak klasik Dua Mata Saya, Bangun Tidur, Sepedaku, dan banyak lainnya.

Junior Liem sebagai…

Tokoh intelek ini adalah Perdana Menteri Indonesia yang ke-10 sekaligus yang terakhir. Hayo, kamu ingat nggak, Indonesia pernah punya Perdana Menteri?

Peninggalan beliau yang paling berharga adalah sebuah deklarasi yang dicetuskan tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi ini menyatakan kepada dunia Indonesia adalah negara negara kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS).

Tanpa beliau, mungkin Indonesia nggak akan resmi diakui sebagai negara kepulauan.

Setelah menjadi Perdana Menteri, tokoh yang dari awal sangat mengabdi sebagai pegawai negeri ini sempat menjadi Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Perhubungan Indonesia. Tepuk tangan!

Edward Akbar sebagai…

Tokoh ini adalah aktivis, kolumnis, politisi, tapi paling terkenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di zaman penjajahan Belanda.

Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberi kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa mendapatkan pendidikan seperti para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Sekarang, tanggal kelahiran beliau diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Nggak hanya itu, bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.

Putri Titian sebagai…

Seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan, dan seniman batik Indonesia. Beliau handal main biola, dan turut mengiringi WR Supratman menampilkan lagu Indonesia Raya saat lagu itu pertama kali dimainkan dalam acara Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928.

Ketika menjadi guru di sekolah berbahasa Belanda, ibu ini prihatin melihat anak-anak Indonesia yang tampak kurang gembira. Akhirnya beliau mulai menciptakan lagu anak-anak yang ceria, bertema patriotik, dan dalam bahasa Indonesia.

Beberapa lagu ciptaannya adalah Berkibarlah Benderaku, Burung Kutilang, Kupu-kupu yang Lucu, Menanam Jagung, Naik Delman, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Tanah Airku, Tik Tik Bunyi Hujan, dan banyak banget lainnya.

***

Belum lengkap, lho, gaes! Masih ada Ge Pamungkas, David “Naif” Bayu, Chicco Jerikho, Prisia Nasution, Nadine Chandrawinata, dan Happy Salma yang belum saya kasih petunjuk. Bisa tebak sendiri nggak tokoh-tokoh yang mereka wakili?

(psst, nggak seperti dugaan banyak media lain, R.A. Kartini dan Ibu Tien Soeharto nggak ada di daftar pahlawan ini, lho!)

Ge Pamungkas sebagai...?

David "Naif" Bayu sebagai...?

Chicco Jerikho sebagai...?

Prisia Nasution, Happy Salma, dan Nadine Chandrawinata sebagai...?

Tulis jawabannya di kolom komen, ya! Kalau sudah banyak yang jawab, nanti saya kasih kunci jawabannya, deh :D

Bagi yang ingin lihat pameran fotografi A Frame of Life karya Roni Bachroni, yuk, langsung mampir ke mall Grand Indonesia Jakarta, lobby Shinta (East Mall), tanggal 12-21 Agustus 2016.

(sumber gambar: kelaskita.com, Instagram @ronibachroniphotography, @optik_melawai, @widimulia, @marcello_tahitoe)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©