Menu

Timeline Pengerjaan Skripsi yang Baik dan Benar, Agar Skripsimu Bisa Selesai Dalam 6 Bulan!

Udah jadi rahasia umum, lah, ya, kalau skripsi adalah beban berat yang harus dilalui mahasiswa demi mendapatkan gelar Sarjana. Ketika kamu memutuskan untuk menghabiskan satu semester ke depan untuk menyelesaikannya. Sukur-sukur enam bulan bisa kelar, ya, gaes. Jangan sampai kamu harus ambil ekstra enam bulan lagi!

Membuat timetable atau timeline pengerjaan skripsi adalah salah satu tips yang sangat efektif untuk membuat skripsimu bisa selesai lebih cepat. Tapi jangan lupa, setelah menyusun timeline, kamu tentunya nggak boleh leha-leha gitu aja sampai tenggat waktu. Gimana ceritanya skripsi bisa cepet kelar kalau kamunya sendiri males-malesan?

Makanya, nih, Youthmanual memberikan kamu panduan berupa timeline pengerjaan skripsi yang baik dan benar agar skripsi kamu bisa kelar dalam waktu enam bulan aja—nggak pake lebih. Tapi, sebelum kamu siap menghabiskan 6 SKS-mu untuk skripsi, ada baiknya kamu memulai dari…

Satu Semester Sebelum Pengerjaan Skripsi Dimulai

Pertama-tama, saya mau meluruskan miskonsepsi dulu, nih. Emang bener, sih, skripsi itu bisa diselesaikan dalam jangka waktu satu semester alias enam bulan aja. Tapi, kamu bisa keteteran kalau sampai mulai dari nol tepat ketika kamu memutuskan untuk mengambil skripsi di semester tersebut.

Itulah kenapa kamu harus mempersiapkan diri 1 semester sebelum kamu memutuskan untuk mengambil skripsi. Kenapa?

1

Ngerjain skripsi itu nggak cuma sekadar ketak-ketik di depan laptop dan ngobrol cantik bareng dosbing aja, lho, sob. Buat saya yang udah pernah ngerasai asam garam ngerjain skripsi (caelah), justru persiapan pengerjaan skripsi ini nggak kalah nyusahin dibanding masa-masa ngerjain skripsinya itu sendiri.

Hampir semua mahasiswa tingkat akhir, tuh, masih have no idea gimana cara memulai skripsi, lho, gaes. Nggak ada mahasiswa yang bisa ngerjain skripsi dengan lancar jaya dari nol cukucuk setelah enam bulan trus kelar. Semua butuh persiapan dari jauh-jauh hari, karena sesungguhnya skripsi itu susah-susah gampang. Susah kalau nggak ada persiapan, gampang kalau persiapannya mateng, gitu.

Untuk mempermudah jalan kamu selama enam bulan ke depan, yang harus kamu lakukan adalah:

Ambil mata kuliah Metode Penelitian

Tenang, gaes, kamu pun nggak semerta-merta dilepas begitu aja sama kampusmu buat ngerjain skripsi tanpa pegangan apa pun, kok. Kamu akan dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai penyusunan skripsi tepat di semester sebelum kamu mendapatkan lampu hijau untuk mengambil mata kuliah skripsi.

Yup, sudah menjadi kewajiban untuk kamu mengambil mata kuliah Metode Penelitian sebelum mulai nykripsi. Biar nggak planga-plongo aja, disini kamu bakal diajarin gambaran besar suatu penelitian dan bagaimana cara melakukannya, mulai dari memilih jenis penelitian, bentuk penelitian, cara mencari kajian teori, cara menentukan sample, cama menarik data, sampai cara menganalisa data yang sudah kamu dapatkan dengan teori temuan agar kamu bisa menarik kesimpulan.

Sounds complicated, tapi kalau udah dijalanin, dijamin kamu bakal paham, kok.

Sering-sering mengunjungi perpustakaan

3

Mungkin dulu kamu jarang ngunjungin perpus karena kamu nggak punya maksud dan tujuan untuk mengunjunginya. Nah, di semester-semseter akhir gini, ada baiknya kalau kamu sering-sering ngunjungin perpustakan dibanding kantin biar kamu bisa dapet pencerahan untuk skripsimu.

Coba, deh, pinjem beberapa skripsi milik seniormu di perpus untuk kamu baca-baca dan analisa. Selain bisa membantu kamu untuk menemukan skripsi yang menarik, kamu juga bisa membandingkan kajian pustakan dan metode penenilitan yang digunakan di skripsi tersebut sebagai acuan.

Ikut bedah jurnal

Biasanya, dosen-dosen senior akan sering melakukan bedah jurnal di mata kuliah seminar penelitan. Nah, rugi banget, nih, kalau kamu sampai nge-skip mata kuliah ini di semester sebelum kamu mengambil skripsi.

Soalnya, seiring kamu terbiasa membedah jurnal, kamu akan semakin mengerti dengan bagaimana alur suatu penelitian dilakukan. Kamu bisa membedakan mana penelitian yang harus menggunakan metode kualitatif ataupun kuantitatif, mana penelitian yang membutuhkan banyak sampel, dan sebagainya. Kalau kamu sudah menguasai pengetahuan seperti ini, yakin, deh, kamu bakal jauh dari yang namanya ‘revisi’.

Mulai incar calon dosen pembimbing

Kalau kampus kamu termasuk kampus yang memperbolehkan mahasiswanya untuk memilih dosbingnya sendiri, kamu patut bersyukur. Karena artinya kamu bisa menyesuaikan diri dengan karakteristik calon dosbing kamu tanpa harus makan waktu untuk pedekate terlebih dahulu. Dan percayalah, pedekate dengan calon dosbing itu akan membawa banyak kemudahan ketika kamu menyusun skripsi nanti.

Tips dikit, nih, gaes. Agar bisa enjoy bimbingan sama dosbing dan dosbingmu juga enjoy ngebimbingin kamu, jangan cuma lirik dosen yang baik hati, tapi pilihlah dosbing yang mata kuliahnya juga sejalan dengan topik skripsimu. Misalnya, kalau topik skripsimu tentang pemasaran barang mewah, incarlah dosen yang pernah mengajar mata kuliah manajemen merek atau perilaku konsumen. Gitu.

Persiapkan proposal penelitian

3

Apalah artinya skripsi tanpa proposal penelitian? Yup, simpelnya, proposal penelitian adalah “tiket” kamu untuk bisa melanjutkan tahap selanjutnya, yaitu menyusun skripsi. Karena mencari topik skripsi yang menarik itu tidaklah mudah, ada baiknya jika kamu sudah menyusun proposal skripsi untuk diajukan ke sub akademik dan calon dosbing dari jauh-jauh hari.

Kalau kamu sendiri udah paham soal apa yang akan kamu bahas panjang lebar di skripsimu, kamu nggak akan kesulitan untuk menyusun proposal ini, kok. Kamu tinggal siapkan latar belakang singkat, rumusan masalah, dan metode penelitian apa yang akan kamu gunakan.

Sedikit tips, nih. Kalau kamu nggak yakin dengan topik apa yang akan disetujui oleh calon dosbingmu, buatlah 2 sampai 3 proposal penelitian dengan topik yang berbeda. Jadi, incase dosbing kamu kurang sreg dengan topik awalmu, kamu tinggal ajukan topik cadangan tanpa perlu pusing-pusing lagi muter otak buat nyari topik baru. Ihiy!

Timeline di Semester Pengambilan Skripsi

Bulan ke- 1

* Mengumpulkan berkas dan kelengkapan untuk pengerjaan skripsi

* Submit proposal penelitian ke sub bagian akademik untuk perihal administrasi dan ke calon dosen pembimbing untuk meminta persetujuan topik skripsi

* Konsultasi jadwal bimbingan dengan dosen pembimbing. Jangan lupa jadwalkan bimbingan rutin untuk kedepannya dan apa saja yang harus kamu persiapkan untuk mengikuti bimbingan sesuai dengan aturan beliau

* Mulai mengerjakan Bab 1 yang isinya: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian

* Bimbingan rutin

* Revisi (jika ada)

Bulan ke - 2

*Rampungkan Bab 1 sampai tidak ada revisian lagi

* Mulai mengerjakan Bab 2 yang isinya: Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis

* Bimbingan rutin

* Revisi (jika ada)

Bulan ke - 3

* Rampungkan Bab 2 sampai tidak ada revisian lagi

Mulai mengerjakan Bab 3 yang isinya: Metode Penelitian yang Digunakan, Operasionalisasi Variabel, Sumber dan Cara Penentuan Data, Teknik Pengumpulan Data, dan Rancangan Analisis Data

* Rampungkan Bab 3 sampai tidak ada revisian lagi

* Bimbingan rutin

* Revisi (jika ada)

* Persiapan sidang usulan penelitian/sidang proposal.

Bulan ke- 4

* Revisi bab 1-3 (jika ada)

* Mulai kumpulkan data. Jika penelitianmu kualitatif, kamu sudah harus mulai mewawancarai narasumber yang dibutuhkan. Jika penelitianmu kuantitatif, kamu sudah harus mulai menyebar kuesioner

* Jika kamu menggunakan penelitian kuantitatif dan data yang dibutuhkan sudah terkumpul, kamu juga sudah bisa mengolah data yang kamu dapatkan dengan aplikasi pengolah data tertentu

* Bimbingan rutin

Bulan ke - 5

* Mulai mengerjakan Bab 4 yang isinya: Hasil pengolahan Data, Analisis Pengolahan Data, dan Pengujian Hipotesis

* Mulai mengerjakan Bab 5 yang isinya: Kesimpulan dan Saran

* Bimbingan rutin

* Revisi (jika ada)

Bulan ke - 6

* Mempersiapkan administrasi yang diperlukan untuk mengikuti Sidang Akhir, salah satunya adalah tanda tangan persetujuan dari dosbing. Ihiy!

* Revisi akhir (jika ada)

* Mengumpulkan berkas dan kelengkapan bukti penyelesaian skripsi + menyerahkan hardcopy dan softcopy skripsi

Semangat skripsi sampai akhir, ya!

 

Baca juga:

(sumber gambar: youthmanual, timeshighereducation.com, delta.edu, airsassociation.org)

LATEST COMMENT
Khusnul Khotimah Hamzah | 4 hari yang lalu

Temen²ku juga kayak gitu. Malahan mereka udah janjian dari awal, nanti pas presentasi gak usah ada yang berpendapat macam². Padahal kan kita mau diskusi itu berjalan supaya semuanya paham :(

6 Sifat yang Harus Kamu Hindari Agar Kamu Dapat Meraih Kesuksesan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Rencanamu ©