Mau Jadi Gamer Profesional? Harus Punya Lima Kemampuan Ini Dulu, Sob!

Presented by:
Jadi gamer professional acer youthmanual

Zaman sekarang, profesi gamer profesional memang menggiurkan banget, ya. Gimana nggak menggiurkan, kalau “hanya” dengan bermain game terus-terusan, kita bisa meraup banyak uang dan ketenaran? Mungkin kamu juga tahu Monica Caroline, gamer perempuan Indonesia yang sukses mendirikan Nixia Gamer, dan sekarang bisa mendapatkan gaji dan endorsement sebesar 157 juta per bulan! Gokil! Sounds like a perfect dream job!

Tetapi sebenarnya menjadi gamer profesional sama sekali nggak gampang dan sederhana itu. Ada banyak sekali kerja keras dan skills yang harus kamu kuasai, baik hard skills maupun soft skills.

Nah, Youthmanual ingin berbagi hard skills dan soft skills apa yang benar-benar perlu kamu kuasai, kalau kamu ingin menjadi seorang gamer profesional.

1. Paham berbagai jargon dalam gaming

Mungkin ini bukan hal pertama yang harus kuasai kalau mau jadi gamer pro, tapi nggak bisa disangkal, hapal dan paham berbagai jargon dalam gaming memang penting.

Dalam dunia gaming, ada banyak sekali jargon, terutama dalam games multiplayer. Jargonnya juga bervariasi, tergantung game apa yang kamu mainkan.

Misalnya, di game MOBA seperti DOTA 2 dan League of Legends or Heroes of Newerth, ada terminologi-terminologi seperti stun, hex/voodoo, disable, lane, neutrals/jungle atau ancients.

“Memang apa pentingnya, sih, memahami jargon? Kenapa nggak suka-suka kita aja, mau menyebutnya dengan nama apa?”

Soalnya, kalau kamu dan seluruh tim kamu memahami jargon umum yang dipakai oleh semua pemain game tersebut di dunia, kalian jadi bisa berkomunikasi dan menyusun strategi dengan lebih baik. Sebagai contoh, pemain First Person Shooter (FPS) memberikan nama-nama unik untuk titik atau area tertentu di peta “medan perang”. Kalau kamu paham nama-namanya, kamu dan tim kamu jadi bisa tahu keberadaan pemain lawan.

Jangan lupa, gaming kompetitif sangat bergantung pada strategi dan komunikasi yang cepat dan efektif antara kamu dan tim kamu, Nah, kemampuan memahami jargon gaming adalah salah satu faktor yang bisa melancarkan hal itu, sob.

2. Menguasai skills dasar

Sekarang ini, banyak game bersifat multiplayer yang memperbolehkan pemainnya latihan main melawan komputer—alias AI (Artificial Inteligence) atau Bots (robot)—terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk para noob alias para amatir, yang baru belajar serba-serbi gaming.

Soalnya, saat bermain melawan komputer, kamu bisa memilih tingkat kesulitannya. Kalau kamu benar-benar amatir, latihanlah di level-level mudah dulu, sebelum lanjut ke level yang lebih susah, sekalian sambil membiasakan diri dengan kontrol dan user interface game-nya.

Mungkin awalnya kamu akan merasa kurang tertantang, karena level game-nya terlalu gampang. Tetapi latihan dari bawah begini penting, lho, untuk mengajarkan kamu skills dasar untuk bisa bertahan di “ajang perang” sungguhannya nanti.

3. Mau (dan rajin) belajar dari para profesional

Kalau kamu mau jadi jago, kamu harus pasang standar tinggi dan cari inspirasi dari orang-orang yang sudah lebih jago dan berpengalaman. Cara yang paling gampang adalah  menonton para pemain profesional main!

Dengan menonton mereka, kamu bisa mempelajari metode bermain mereka, memahami kompleksnya kerjasama tim dan strategi mereka, mengambil inspirasi dari cara mereka mengambil keputusan mereka dengan sangat cepat, dan sebagainya.

Asyiknya, sekarang ini, banyak gamer profesional yang memperbolehkan siapapun menonton mereka bermain live, lewat live streaming. Salah situs yang sering dipakai adalah Twitch TV.

Selain itu, kamu juga bisa mempelajari sebuah game dengan mendalam di Youtube, lewat video-video review, tutorial, guide dan walkthrough para gamer pro. Video-video tersebut berguna banget kalau kamu sedang memainkan sebuah game, dan stuck pada suatu level.

Selain belajar dari para gamer pro, kamu juga bisa baca-baca sendiri, dengan cara rajin mengulik berbagai artikel, buku panduan, dan sumber informasi lainnya.

Kadang pasti kamu capek, sih, harus rajin “belajar” begitu. Tapi di saat kamu harus kompetisi, kamu nggak akan menyesali segala usaha kamu, deh!

4. Paham kelebihan diri sendiri sebagai gamer

Kalau kamu mau jadi gamer serius, kamu harus menentukan spesialisasi skill kamu dulu. Kamu paling suka dan jago memainkan karakter apa? Memegang senjata apa? Berperan sebagai apa dalam tim?

Trus, di “medan perang”, kamu paling ahli melakukan apa? Mencari lokasi? Berantem? Jadi pemain pendukung anggota tim lain?

Mungkin aja kamu merasa, setiap aspek dalam sebuah permainan, tuh, menyenangkan semua. Meski begitu, kalau kamu mau menjadi pemain yang benar-benar awesome, kamu harus cari tahu dulu spesialisasi kamu apa, dan menjadi sangat, sangat jago di spesialisasi tersebut.

5. Punya gaming gear yang memadai

Hal yang paling menyebalkan adalah kalau kamu lagi seru-serunya battle, tiba-tiba komputer kamu error!

Maka wajar aja kalau gear atau hardware untuk gaming nggak murah, karena spesifikasinya memang harus tahan banting, responsif, akurat, dan secara keseluruhan meningkatkan gameplay dan memperbaiki performa permainan kamu.

Lihat aja salah satu laptop favorit untuk gaming tahun ini, Acer Predator 15. Dengan kecepatan prosesor 2.6 GHz, RAM 32 GB, dan durasi ketahanan baterai 6 jam 38 menit, nggak heran kalau harganya juga lumayan tinggi untuk kantong anak muda.

Tapi bagi yang niat menjadi seorang gamer sejati, ini investasi yang patut.

Karena harga perangkat gaming nggak murah, ada baiknya kalau kamu awalnya mau perangkat yang murah dulu, sambil pelan-pelan nabung. Ingat, perangkat yang bagus akan punya resiko error yang lebih kecil, terutama di saat kamu lagi seru-serunya bermain.

Kalau kejadiannya begitu, perih, sob!

Sudah paham ‘kan, apa aja hard skills yang dibutuhkan gamer? Berikutnya, kita bahas soft skills, ya!

(sumber gambar: iq.intel.com, gewoonvoorhem.nl, ustream.tv, geforce.com, cnet.com, in.ign.com, businessinsider.com,

LATEST COMMENT
Audry Sophie Biba | 16 jam yang lalu

Jurusan ilmu kelautan itu lebih ke soshum apa saintek?

Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Kelautan
Sya Zikra P | 2 hari yang lalu

Misalnya dari SMK jurusan seni dapat snmptn dan ambil jurusan saintek apakah pasti tidak akan diterima?

Lulus SMK, Kuliah di Prodi Sejalan atau Lintas Jurusan?
Rizkiyanto | 2 hari yang lalu

Open PP/Endrose Tiktok @rizkiyanto25 Folower 83,5k bayar seikhlasnya No tlpon/wa 082116945166

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Marsya Ayu Rofiah Heryani | 5 hari yang lalu

Nerima kok, alumni ku ada yang keterima di UI tapi sayang ga diambil karna ga bisa bayar

Peluang SMK Lulus SNMPTN, SBMPTN atau Ujian Mandiri. Serba-Serbi yang Harus Jadi Catatan Sebelum Berjuang Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2021 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1