Pengen Kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV)? Cek Plus, Minus, dan Prospeknya

Sesungguhnya kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV) itu menyenangkan, tapi ada juga sisi nggak enaknya. Prospek karier prodi DKV cukup menjanjikan, namun ada juga tantangan yang perlu diwaspadai. Kalau kamu yang tertarik kuliah di jurusan ini, wajib menyimak informasi berikut.

Pada dasarnya, jurusan DKV mempelajari mengenai desain serta komunikasi dan media. Jadi, seorang mahasiswa DKV akan belajar bagaimana menyampaikan pesan dengan efektif melalui suatu desain dengan media yang tepat. Desainnya nggak sebatas lambang dan gambar, tapi juga kata.

Umumnya, prodi ini memiliki konsentrasi yang bisa dipilih mahasiswanya seperti:

  • Desain Komunikasi Grafis
  • Desain Komunikasi Visual Periklanan
  • Desain Komunikasi Multimedia
  • Desain Komunikasi Visual Animasi
  • Desain Komunikasi Visual New Media (konsentrasi pada desain untuk media digital, seperti website, vlog, blog, dan lainnya)

 Kuliah di DKV memiliki sisi plus dan minus, seperti:

Plus

* Kuliahnya relatif santai. Belajar soal warna, menggambar, dan mendesain, tentu bukan sesuatu yang menegangkan. Kamu pun nggak perlu menguasai rumus sulit atau menghafal buku buku tebal. Rules yang diterapkan prodi ini pun biasanya “selow”, di antaranya soal penampilan. Maka nggak heran kalau ketemu anak DKV yang gayanya kayak anak punk, a la harajuku, sampai pakai piyama ke kampus.

* Mahasiswanya asik. Kebayang 'kan, gimana serunya kalau anak-anak kreatif dan nyeni ngumpul di satu jurusan? Nggak cuma jago urusan desain, biasanya anak DKV dekat dengan kegiatan yang nyambung sama seni, seperti musik, fashion, dan lainnya. Pembawaan mahasiswa yang asik pun bikin mereka kompak, sehingga enak untuk bekerja kelompok.

* Kelas dan tugas yang seru. Bakalan banyak banget kelas dan tugas seru yang menantang skill serta kreativitas. Mulai dari yang dasar seperti matkul Tipografi dan Gambar Bentuk, hingga kelas seperti Fotografi, Ilustrasi, Animasi Digital, serta Branding.

Minus

* Banyak keluar “modal”. Mulai dari beli perlengkapan cat, aneka kuas, ngeprint tugas,  dan lainnya. Kuliah DKV nggak hanya membutuhkan alat dan fasilitas yang banyak, tapi juga berkualitas tinggi. Contoh, kamu nggak boleh ngeprint tugas poster sembarangan, karena hasilnya harus bagus. Cat beserta perintilannya juga ada standar tersendiri, dan semua itu nggak murah, cyin!

Sudah begitu, kebanyakan perlengkapan yang dibutuhkan di kuliah DKV juga nggak bisa dipinjam. Makanya,  ada anak DKV yang memberi nasihat, kalau memang nggak niat kuliah di jurusan ini (DKV), mendingan nggak usah. Mengingat biaya yang dikeluarkan bakalan besar.

* Capek. Saat di kelas dan di hari H ujian, mahasiswa DKV mungkin terlihat nyantai. Tapi mungkin kamu nggak tahu kalau mereka ngerjain tugas sampai harus bergadang hingga pagi selama tiga hari, atau tiap weekend mesti “lembur” ngerjain proyek kuliah. Hayati lelah!

Hal hal di atas merupakan gambaran umum kehidupan perkuliahan DKV. Namun bisa jadi sebagian mahasiswa punya pengalaman yang berbeda. Next, gimana dengan prospek dan tantangan ke depannya a.k.a di dunia kerja?

Prospek

* Bidang kerja yang luas. Seorang lulusan DKV bisa bekerja di agensi humas dan periklanan, media, production house, hingga kerja di perusahaan teknologi, departemen pemerintah, UKM, sampai perusahaan multinasional. Sebab, pada dasarnya hampir setiap perusahaan membutuhkan jasa seorang yang berlatar belakang DKV.

* Buka usaha sendiri. Lulusan DKV juga berpeluang buka bisnis sendiri. Yup, mereka bisa menawarkan jasa membuat suatu desain.

* Menjadi salah satu prioritas dalam ekonomi kreatif. Pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memprioritaskan bidang Desain Komunikasi Visual serta Desain Produk sebagai penggerak perekonomian RI di masa depan. Menurut ketua Bekraf, Triawan Munaf perkembangan teknologi dan kehidupan yang serba digital membuat peran desain menjadi semakin penting.Yup, mulai dari promosi dan marketing hingga pengemasan membutuhkan desain.

Tantangan

* Hasil karya kurang dihargai. Masih ada lho, pihak yang meminta desain gratis hingga menawar harga yang sangat murah, karena menganggap itu “cuma desain doang”. Yup, mereka nggak mengerti nilai suatu desain.

* Punya pesaing dari prodi lain untuk memperebutkan lapangan pekerjaan. Pesaing tersebut berasal dari prodi:

  • Periklanan
  • Desain Grafis
  • Animasi
  • Desain Produk

Prodi di atas punya keahlian yang agak mirip dengan lulusan DKV, yaitu desain walaupun fokus dan cakupannya berbeda beda.

* AI (artificial intelligence). Seperti yang kita tahu, sekarang ada banyak banget software/teknologi untuk mendesain yang mudah diaplikasikan. Ini bisa mengurangi peluang kerja lulusan DKV.

Prospek serta tantangan di atas perlu disadari oleh mahasiswa dan calon mahasiswa DKV, supaya bisa memaksimalkan peluang yang ada serta mempersiapkan diri buat menghadapi tantangannya.

***

Ingin tahu lebih lanjut mengenai DKV dan jurusan lainnya di bidang seni? Kamu bisa membaca panduan lengkap bidang program studi kuliah di sini. Cari tahu apa yang dipelajari di bidang seni, gambarannya di Indonesia, prospek kerja yang menjanjikan, hingga pilihan jurusan yang ada di bidang tersebut!

Baca juga:

(sumber gambar: careerfaqs.com.au)

Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2020 PT Manual Muda Indonesia ©
Rencanamu App

Platform Persiapan Kuliah & Karir No 1